Editor
KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah dengan mengedepankan kolaborasi global serta inovasi teknologi berbasis digital.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar dalam memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi para jemaah.
Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al-Rabiah menggelar serangkaian pertemuan strategis dengan perwakilan berbagai negara, delegasi resmi, hingga pelaku industri layanan umrah dari dalam dan luar negeri. Pertemuan tersebut berlangsung dalam ajang Umrah and Ziyarah Forum di Madinah.
Baca juga: Dana Haji Tembus Rp 180,72 Triliun, BPKH Klaim Dikelola Profesional dan Transparan
Dalam forum tersebut, Al-Rabiah menegaskan bahwa arahan King Salman dan Mohammed bin Salman menekankan pentingnya pelayanan terbaik bagi tamu Allah, sejalan dengan visi besar Saudi Vision 2030.
Fokus utama pembahasan meliputi peningkatan kualitas layanan, penyederhanaan prosedur kedatangan, serta penguatan koordinasi lintas negara. Pemerintah Arab Saudi juga mendorong kemitraan strategis untuk memperkuat integrasi layanan, mulai dari transportasi, visa, hingga layanan digital.
Selain itu, pertemuan dengan perusahaan umrah dan agen internasional menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan serta solusi atas tantangan operasional di lapangan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman ibadah jemaah secara menyeluruh.
Terobosan menarik datang dari perusahaan rintisan Al-Amad yang berada di bawah naungan Wadi Makkah Company. Mereka memperkenalkan inovasi “Pathway of the Holy Sites”, sebuah platform mobilitas pintar berbasis kecerdasan buatan.
Teknologi ini dirancang untuk mengatur pergerakan jemaah di area suci seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah secara real-time. Dengan dukungan Internet of Things (IoT) dan analisis data, sistem ini mampu mengurangi kepadatan, memperlancar arus pergerakan, serta meningkatkan keselamatan selama musim haji.
Tak hanya itu, teknologi ini juga menghadirkan fitur simulasi berbasis augmented reality yang memungkinkan jemaah “berlatih” menjalani rangkaian ibadah sebelum tiba di Tanah Suci. Hal ini membantu mengurangi kebingungan serta meningkatkan kesiapan jemaah.
Bagi petugas haji, sistem ini juga menyediakan simulasi penanganan situasi darurat seperti heat stress, sehingga respons di lapangan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
Pemerintah Arab Saudi juga memperkuat integrasi digital melalui platform seperti “Masar”, yang mendukung pengelolaan pemesanan, harga, hingga distribusi layanan secara lebih efisien.
Baca juga: Makkah Bakal Punya Bandara Internasional, Akses Jemaah Haji Bisa Lebih Cepat
Kolaborasi dengan agen perjalanan digital global turut dilakukan untuk memperkuat konektivitas data dan mempercepat transformasi layanan berbasis teknologi.
Dengan berbagai inovasi ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang semakin modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah dari seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang