Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Ali Larijani Arsitek Militer Iran: Filsuf, Politisi, dan Pria Rumah Tangga yang Menginspirasi

Kompas.com, 5 April 2026, 12:37 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Di tengah memanasnya konflik global, kabar wafatnya Ali Larijani mengguncang panggung politik internasional.

Sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Iran itu dilaporkan meninggal dalam serangan yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat dan Israel, sebagaimana dilaporkan Russia Today.

Pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), melalui Russia Today, menyebut Larijani sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh dan strategis di negara tersebut.

Bahkan sejumlah media Barat menempatkannya sebagai figur kedua paling kuat setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Baca juga: Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

Tokoh Kunci di Lingkar Kekuasaan

Larijani bukan nama baru dalam politik Iran. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen dan menjadi penasihat dekat bagi Ali Khamenei.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—posisi yang membuatnya berada di pusat pengambilan keputusan strategis negara.

Perannya semakin penting di tengah spekulasi suksesi kepemimpinan Iran. Banyak pihak melihat Larijani sebagai figur kunci dalam proses tersebut, bahkan dianggap sebagai pemimpin de facto dalam masa transisi politik.

Kematian Larijani dilaporkan terjadi dalam gelombang awal serangan pada akhir Februari, bersama sejumlah tokoh lain, termasuk putranya dan pejabat keamanan senior.

Konflik dan Narasi Perubahan Rezim

Di sisi lain, dinamika geopolitik semakin kompleks. Donald Trump dan Benjamin Netanyahu secara terbuka menyebut perubahan rezim di Iran sebagai salah satu tujuan utama dalam konflik yang berlangsung.

Namun, pejabat Iran menegaskan bahwa strategi tersebut tidak akan berhasil. Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai figur penerus disebut sebagai bukti bahwa stabilitas pemerintahan tetap terjaga meski kehilangan tokoh penting.

Lebih dari Sekadar Politisi

Muhammad Ma'ruf PhD, Direktur Global Thinker Institute, menjelaskan, di balik citranya sebagai politisi dan ahli strategi keamanan, Larijani menyimpan sisi lain yang jarang terungkap ke publik.

Ia dikenal sebagai seorang akademisi yang mendalami filsafat Barat, khususnya pemikiran Immanuel Kant.

Karya-karyanya banyak membahas hubungan antara sains, matematika, dan metafisika—sesuatu yang jarang ditemui dalam figur politik modern.

Bahkan, seorang pensiunan kolonel Perancis, Jacques Hogard kepada Media televisi Perancis, TV Liberte, menyebut Larijani sebagai representasi peradaban Persia yang kaya akan tradisi intelektual.

"Larijani adalah salah satu pemikir arsitektur militer Iran. Kerapian, tahapan, perencanaan, detil matematika dan metafisika Immanuel Kant mempengaruhi Larijani dalam menyusun doktrin militer Iran," kata Ma'ruf, lulusan doktor dari Tehran kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026).

Kehidupan Sederhana di Balik Kekuasaan

Namun mungkin yang paling menyentuh adalah sisi personalnya.

Dalam sebuah pengakuan, sang istri menyebut Larijani sebagai sosok yang sederhana di rumah—mencuci piring, memasak, hingga berbelanja sendiri tanpa diminta.

"Gambaran ini kontras dengan citra publiknya sebagai tokoh besar negara, sekaligus memperlihatkan bahwa di balik kekuasaan, ia tetap manusia biasa," jelas mahasiswa yang sedang dalam proses post doctoral di Moscow, Rusia, ini.

Di Tengah Rakyat, Bukan di Balik Layar

Larijani juga dikenal kerap hadir langsung bersama masyarakat. Ia pernah terlihat mengikuti pawai Al-Quds bersama rakyat Iran, berdiri berdampingan dengan Presiden Masoud Pezeshkian.

Kehadirannya di tengah publik menunjukkan gaya kepemimpinan yang tidak berjarak—sebuah pendekatan yang membuatnya dekat dengan masyarakat.

Warisan yang Terus Hidup

Kepergian Larijani memang meninggalkan kekosongan di panggung politik Iran. Namun, bagi banyak kalangan, warisan pemikirannya justru semakin terasa.

Baca juga: Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Di kalangan generasi muda Iran, sosoknya mulai dilihat sebagai simbol keteguhan, intelektualitas, dan keseimbangan antara kekuasaan dan kemanusiaan.

Dalam dunia yang sering menilai pemimpin dari kekuatan politik semata, kisah Ali Larijani menawarkan sudut pandang berbeda—bahwa kepemimpinan juga tentang pikiran, nilai, dan cara hidup.

Ia mungkin telah gugur dalam konflik, tetapi cerita tentang dirinya justru terus hidup—menjadi pengingat bahwa di balik gejolak dunia, selalu ada sisi manusia yang layak dikenang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar