Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Yokohama Jepang Resmi Berdiri, Jusuf Kalla: Simbol Persatuan dan Gotong Royong Umat Dunia

Kompas.com, 12 April 2026, 08:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Masjid As-Sholihin Yokohama resmi diresmikan pada Jumat, 10 April 2026 oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla di Yokohama, Jepang.

Peresmian ini turut dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, serta tokoh masyarakat dan komunitas muslim Indonesia di Jepang.

Masjid As-Sholihin Yokohama menjadi masjid Indonesia pertama di Yokohama, sekaligus menjawab kebutuhan umat Islam yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan tempat ibadah.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, komunitas muslim Indonesia di Yokohama berinisiatif mencari lahan dan membuka penggalangan dana.

Baca juga: Jusuf Kalla Resmikan Masjid di Yokohama, Dorong Peran Masjid bagi Diaspora Indonesia

Upaya ini mendapat dukungan luas, mulai dari masyarakat, tokoh publik, hingga artis dan influencer, serta partisipasi umat Islam dari berbagai negara. Tercatat lebih dari 1 juta muslim dari Indonesia dan berbagai negara lain ikut berwakaf dalam pembangunan masjid ini.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan hasil nyata dari semangat gotong royong lintas bangsa.

“Upaya mendirikan masjid ini membutuhkan kerja sama, gotong royong dari seluruh masyarakat Tanah Air dan juga dari berbagai negara. Ini merupakan amal sholeh yang baik untuk kita semua,” ujar Jusuf Kalla dilansir dari siaran pers Cinta Quran Foundation, Sabtu (11/4/2026).

Peresmian Masjid Ash-Sholihin di Yokohama, Jepang, oleh Jusuf Kalla. Dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, serta tokoh masyarakat dan komunitas muslim Indonesia di Jepang.cintaquran Peresmian Masjid Ash-Sholihin di Yokohama, Jepang, oleh Jusuf Kalla. Dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, serta tokoh masyarakat dan komunitas muslim Indonesia di Jepang.

Ia juga menyoroti karakter masyarakat Jepang yang dinilainya telah mencerminkan nilai-nilai akhlak Islam, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan kebersihan. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut.

“Masjid ini di samping tempat ibadah, juga tempat mempersatukan masyarakat. Masjid kita bisa dihadiri orang NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, ya datang ke masjid bersama-sama, kita mazhab bisa berbeda, tapi tetap masjidnya sama, itulah yang menjadikan kita bersatu, bersama-sama, karena itulah kita perlu masjid ini,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat persatuan, pendidikan, dan kemajuan masyarakat.

“Kita perlu bersyukur telah meresmikan masjid yang menjadi tempat ibadah, tempat persatuan, tempat pendidikan, dan tempat memajukan masyarakat serta anak-anak kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Fatih Karim, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan rasa bahagianya karena telah mampu menjadi inisiator Masjid As-Sholihin Yokohama dan menyelesaikan pembangunannya.

“Inilah masjid, tempat di mana orang berkumpul dan bercerita kepada Tuhannya tentang hajat-hajat mereka. Inilah masjid yang kita bangun bersama, dari timur tempat matahari terbit hingga terbenam di barat,” ujarnya.

Baca juga: 106 Jenis Pekerjaan yang Bisa Dicantumkan di e-KTP, Termasuk Imam Masjid, Ustadz, dan Mubaligh

Ia juga mendoakan para pewakaf yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid ini.

“Saya berdoa kepada Allah, semoga mereka yang berwakaf, setiap matahari terbit dari Jepang mereka mendapatkan pahala, dan ketika terbenam di barat mereka juga mendapatkan pahala,” kata Ustadz Fatih Karim.

Ia menegaskan bahwa Masjid As-Sholihin Yokohama adalah milik umat yang dibangun dengan dana umat. Selain Masjid As-Sholihin Yokohama, Cinta Quran Foundation juga sedang membangun masjid Indonesia pertama di Edmonton, Kanada Barat.

Di Indonesia, program pembangunan juga terus berjalan melalui inisiatif pembangunan 99 masjid bersama Masjid Nusantara sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat bagi umat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar