Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu

Kompas.com, 13 April 2026, 15:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kisah Uwais al-Qarni menjadi salah satu teladan penting dalam Islam tentang ketulusan dan bakti kepada orang tua.

Meski tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad, namanya justru disebut dan dipuji oleh beliau.

Sosok ini dikenal sebagai bagian dari generasi tābi‘in yang hidup sezaman, namun belum pernah bertemu langsung dengan Nabi.

Walau begitu, keteladanan Uwais al-Qarni terus dikenang karena menunjukkan bahwa kemuliaan tidak selalu datang dari ketenaran.

Baca juga: Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam

Uwais al-Qarni, Sosok Pria Sederhana dari Yaman

Dilansir dari laman Kemenag Denpasar, Uwais al-Qarni lahir dan tinggal di wilayah Qaran, Yaman, dengan kehidupan yang sangat sederhana. 

Ia bukan tokoh terkenal, bukan pula pemimpin, melainkan seorang lelaki biasa yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di balik kesederhanaannya, ia memiliki hati yang tulus dan penuh ketakwaan. Kehidupan yang jauh dari sorotan justru menjadi cermin ketenangan dan keikhlasan dirinya.

Baca juga: Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW

Tidak Pernah Bertemu, tetapi Dipuji Rasulullah

Meski hidup pada masa Nabi Muhammad, Uwais al-Qarni tidak pernah bertemu langsung dengan beliau.Karena itu, para ulama memasukkannya ke dalam generasi tābi‘in.

Namun, keistimewaannya terletak pada pujian Nabi yang secara khusus menyebut namanya di hadapan para sahabat.

Hal ini menjadikan Uwais sosok yang sangat istimewa dalam sejarah Islam.

Hal paling menonjol dalam kehidupan Uwais al-Qarni adalah baktinya kepada sang ibu.

Ia merawat ibunya yang lanjut usia, lumpuh, dan mengalami kebutaan dengan penuh kesabaran.

Seluruh hidupnya didedikasikan untuk mengurus ibunya tanpa keluhan. Ketulusan inilah yang membuatnya berbeda dan menjadi alasan utama ia dipuji oleh Nabi.

Perjuangan Uwais al-Qarni Mengantarkan Ibu Berhaji

Dilansir dari laman HIMPUH, dalam satu kisah, sang ibu meminta agar dapat menunaikan ibadah haji sebelum wafat. 

Permintaan itu menjadi tantangan besar bagi Uwais al-Qarni yang hidup dalam keterbatasan.

Ia kemudian membeli seekor anak lembu dan melatih dirinya dengan menggendongnya setiap hari naik turun bukit.

Latihan ini dilakukan selama berbulan-bulan hingga tubuhnya kuat.

Ketika musim haji tiba, ia pun menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman menuju Makkah.

Perjalanan panjang dan berat itu dijalaninya demi memenuhi keinginan sang ibu. Setibanya di Ka’bah, ibunya menangis haru dan keduanya berdoa bersama.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

Sang ibu keheranan dan bertanya, “Bagaimana dengan dosamu?”

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Setelah peristiwa tersebut, Uwais al-Qarni dikisahkan sembuh dari penyakit kulit yang dideritanya sejak kecil, kecuali satu tanda di tubuhnya.

Tanda ini kemudian menjadi ciri yang dikenali oleh para sahabat Nabi.

Uwais al-Qarni Dicari dan Ditemui Para Sahabat karena Doanya

Dalam riwayat Sahih Muslim, Nabi Muhammad menyebut bahwa akan datang seorang lelaki dari Yaman bernama Uwais al-Qarni yang doanya mustajab dan sangat berbakti kepada ibunya.

Nabi juga memerintahkan para sahabat untuk meminta didoakan jika bertemu dengannya.

Setelah wafatnya Nabi, kisah ini diingat oleh para sahabat, termasuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib.

Ketika rombongan dari Yaman datang ke Madinah, Umar mencari sosok tersebut. Saat akhirnya bertemu, Umar terkesan dengan kesederhanaan dan ketulusannya, lalu meminta doa darinya sebagaimana pesan Nabi.

“Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

Uwais al-Qarni Jadi Teladan Ketulusan dan Kesalehan

Kisah Uwais al-Qarni menunjukkan bahwa kemuliaan sejati terletak pada ketulusan hati dan bakti kepada orang tua.

Ia tidak dikenal karena kekuasaan atau peran besar dalam peperangan, melainkan karena keikhlasan dan pengabdiannya.

Meski tidak pernah bertemu Nabi secara langsung, kemuliaannya justru diakui oleh beliau.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa kesalehan dan ketulusan lebih bernilai daripada kemuliaan duniawi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar