Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya

Kompas.com, 14 April 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di antara rangkaian ibadah haji dan umrah, terdapat momen-momen yang bukan hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat makna spiritual.

Salah satunya adalah ketika jemaah melintasi Makam Ibrahim, sebuah tempat yang diyakini sebagai salah satu titik mustajab untuk berdoa.

Di lokasi inilah jejak sejarah para nabi berpadu dengan harapan umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Lantas, bagaimana bacaan doa ketika tawaf dan melintasi Makam Ibrahim? Apa makna di baliknya?

Baca juga: Urutan Ibadah Haji 2026: Dari Tarwiyah hingga Tawaf Wada’

Makam Ibrahim: Jejak Sejarah dan Makna Spiritual

Secara bahasa, “makam” berarti tempat berdiri. Dalam tradisi Islam, Nabi Ibrahim diyakini berdiri di atas batu tersebut saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail.

Kini, Makam Ibrahim berada tidak jauh dari Ka'bah di dalam kawasan Masjidil Haram. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 125, Allah SWT berfirman agar menjadikan Makam Ibrahim sebagai tempat shalat.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa setelah menyelesaikan tawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Makam Ibrahim, jika memungkinkan.

Doa Saat Tawaf dan Melintasi Makam Ibrahim

Saat melaksanakan tawaf, tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di setiap putaran. Namun, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah SWT, termasuk ketika melintasi Makam Ibrahim.

Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:

رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِى مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj‘al lii min ladunka sulthaanan nashiiraa. Wa qul jaa’al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuqaa.

Artinya: “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku secara benar dan keluarkanlah aku secara benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah: ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap.’ Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”

Baca juga: Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama

Mengapa Makam Ibrahim Disebut Tempat Mustajab?

Dalam berbagai literatur Islam, Makam Ibrahim termasuk tempat yang dianjurkan untuk berdoa karena memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa tempat-tempat tertentu di Tanah Suci memiliki keutamaan dalam berdoa, terutama yang berkaitan langsung dengan jejak para nabi.

Selain Makam Ibrahim, terdapat beberapa lokasi lain di sekitar Ka’bah yang juga dikenal mustajab, seperti:

  • Multazam, area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah
  • Hijr Ismail, bagian dari Ka’bah yang berada di luar bangunan utama
  • Zamzam Well, sumber air yang penuh keberkahan

Adab Berdoa Saat Tawaf

Agar doa lebih bermakna dan khusyuk, para ulama memberikan beberapa panduan adab saat berdoa, khususnya di sekitar Ka’bah:

Pertama, menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT. Tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah, tetapi simbol kepasrahan total kepada Sang Pencipta.

Kedua, memperbanyak dzikir dan istighfar. Dalam Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menekankan pentingnya dzikir sebagai penguat hubungan antara hamba dan Allah.

Ketiga, tidak berdesakan demi mencapai titik tertentu. Dalam kondisi ramai, berdoa bisa dilakukan dari mana saja selama masih dalam area tawaf.

Baca juga: Tawaf Ifadah, Bolehkah Digantikan Orang Lain? Ini Penjelasan Hukum Menurut MUI

Dimensi Spiritual di Balik Doa Tawaf

Lebih dari sekadar bacaan, doa saat tawaf mencerminkan perjalanan hidup manusia. Mengelilingi Ka’bah melambangkan bahwa Allah adalah pusat kehidupan, sementara manusia berada dalam orbit ketundukan.

Melintasi Makam Ibrahim menjadi pengingat akan keteguhan iman seorang nabi yang rela menjalankan perintah Allah tanpa ragu.

Dalam buku The Study Quran, disebutkan bahwa simbol-simbol dalam ibadah Islam mengandung makna reflektif yang dalam, mengajak manusia untuk memahami hakikat keberadaan dirinya.

Lebih dari Sekadar Ritual

Berdoa saat melintasi Makam Ibrahim bukan hanya bagian dari rangkaian ibadah, tetapi juga momen kontemplasi.

Di tengah jutaan manusia yang bertawaf, setiap doa yang dipanjatkan menjadi sangat personal, antara hamba dan Tuhannya.

Di situlah letak keistimewaannya. Bukan hanya pada tempatnya, tetapi pada kesadaran bahwa setiap langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar