Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman

Kompas.com, 14 April 2026, 20:54 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kompas Gramedia menggelar acara Halalbihalal karyawan pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Perbedaan, Teguh dalam Persaudaraan” ini berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta.

Acara tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustadz Maulana serta menjadi momentum mempererat silaturahmi antar karyawan di lingkungan Kompas Gramedia.

Turut hadir di antaranya CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Ketua Majelis Taklim Kompas Gramedia Nasrullah Nara, serta jajaran komisaris dan direksi. Acara dibuka dengan pembacaan Al Quran dan sari tilawah yang berlangsung khidmat.

Ketua Majelis Taklim Kompas Gramedia Nasrullah Nara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan tradisi tahunan yang telah lama dijalankan di lingkungan Kompas Gramedia sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarkaryawan.

“Halalbihalal ini memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berhimpun, bersilaturahmi, dan saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri. Momentum ini penting karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dan saling berjabat tangan,” ujar Nasrullah.

Baca juga: Contoh Pidato Halalbihalal yang Menyentuh Hati: Singkat, Sopan, dan Cocok untuk Berbagai Acara

Ia juga menegaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini relevan dengan kondisi keberagaman di lingkungan perusahaan yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.

“Bersilaturahmi tidak mengenal sekat-sekat agama dan keyakinan. Kita semua dipersatukan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan,” katanya.

Selain itu, Nasrullah turut menyinggung berbagai kegiatan Majelis Taklim Kompas Gramedia selama Ramadan, mulai dari kajian rutin hingga kegiatan sosial seperti buka puasa bersama anak yatim.

Ia juga menyebut bahwa perusahaan secara konsisten mengirimkan jurnalis sebagai petugas haji untuk meliput langsung di Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemberian cendera mata kepada karyawan Kompas Gramedia yang ditugaskan sebagai petugas haji.

Momen ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus doa agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lancar.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama. Ia menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat hubungan emosional dan profesional antar karyawan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara kita semua, keluarga besar Kompas Gramedia,” ujar Lilik.

Baca juga: Mengintip Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi: Dari “Early Hour” hingga Silaturahmi Usai Shalat Ied

Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh karyawan dalam menghadapi berbagai tantangan industri media yang terus berkembang. Menurutnya, semangat persatuan menjadi kunci untuk menghadapi dinamika tersebut.

“Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama. Dengan kebersamaan, kita akan mampu menghadapi tantangan dan terus berkembang,” tambahnya.

Lilik juga memberikan pesan khusus kepada para jurnalis yang akan bertugas sebagai petugas haji agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga nama baik perusahaan.

Sejarah Halalbihalal

Memasuki acara inti, tausiah disampaikan oleh Ustadz Maulana yang mengulas makna Halalbihalal dalam perspektif sejarah dan spiritual.

Ia menjelaskan bahwa tradisi Halalbihalal di Indonesia memiliki akar sejarah yang melibatkan Soekarno dan KH Wahid Hasyim, yang kemudian berkembang menjadi tradisi silaturahmi nasional.

Menurutnya, makna “halal” dalam Halalbihalal adalah meluruskan benang kusut, yakni menyelesaikan persoalan dan kesalahan antarsesama melalui saling memaafkan setelah Ramadan.

“Selama Ramadan, dosa kepada Allah diampuni. Namun dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan, itulah pentingnya Halalbihalal ,” ujarnya.

Baca juga: Amalan Istighfar dan Al-Waqiah, Kunci Rezeki Lancar Berkah

Dalam ceramahnya, ia juga menyinggung praktik ibadah seperti zakat fitrah yang dianjurkan dalam bentuk bahan pokok agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain itu, ia menjelaskan hikmah pelaksanaan shalat Id di lapangan agar seluruh umat, termasuk perempuan yang berhalangan, tetap dapat menyaksikan syiar Islam.

Lebih lanjut, Ustadz Maulana menjelaskan konsep keberkahan dalam kehidupan yang terbagi menjadi tiga aspek utama.

Berkah itu ada tiga, pertama bertambah kebaikan, kedua ketenangan, dan ketiga kebahagiaan,” katanya.

Ia menjelaskan, bertambahnya kebaikan dapat dicapai melalui introspeksi diri (muhasabah), memperbanyak doa, sedekah, menjaga silaturahmi, serta mengingat kematian sebagai pengingat untuk terus berbuat baik.

Sementara itu, ketenangan atau sakinah harus dibangun melalui mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang), baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.

Adapun kebahagiaan, menurutnya, tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari memberi dan melihat orang lain bahagia.

“Bahagia itu ada tiga, bahagia karena bisa menerima, bahagia karena bisa memberi, dan bahagia ketika melihat orang lain bahagia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak iri terhadap kebahagiaan orang lain, melainkan menjadikannya sebagai inspirasi untuk berbagi dan berbuat kebaikan.

Acarapun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Maulana, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar