Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Faid ar-Rahman, Kitab Tafsir Karya Kyai Sholeh Darat yang Disebut Mempengaruhi Pemikiran RA Kartini

Kompas.com, 21 April 2026, 17:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Nama RA Kartini dikenal luas sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia yang gagasannya melampaui zamannya.

Namun, di balik perjalanan intelektual Kartini, terdapat pengaruh besar dari ulama Nusantara bernama Kyai Sholeh Darat.

Salah satu warisan penting sang ulama adalah kitab tafsir Faid ar-Rahman yang kini banyak dikaji para akademisi.

Baca juga: Sosok KH Sholeh Darat, Ulama yang jadi Guru Spiritual RA Kartini

Karya ini dinilai tidak hanya penting dalam studi Islam, tetapi juga dalam sejarah pemikiran Indonesia.

Dilansir dari laman Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kemenag, salah satu karya tafsir yang belakangan banyak diteliti di perguruan tinggi adalah Faid ar-Rahman karya Kyai Sholeh Darat.

Kitab ini memiliki daya tarik karena disinyalir memberi pengaruh signifikan terhadap pola pikir RA Kartini.

Baca juga: Jejak Spiritual RA Kartini dan Kegelisahannya Saat Jadi Santriwati KH Sholeh Darat

Pengaruh tersebut terlihat dalam surat-menyurat RA Kartini dengan sahabatnya, Stella Zihandelaar, yang kemudian dihimpun JH Abendanon dalam buku Door Duisternis Toot Licht.

Buku itu lalu diterjemahkan Armijn Pane ke Bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Keistimewaan Kitab Faid ar-Rahman

Faid ar-Rahman merupakan karya terjemahan dengan muatan tafsir yang ditulis menggunakan Bahasa Jawa dalam aksara Arab Pegon. Secara sederhana, nama Faid ar-Rahman bermakna limpahan kasih sayang Tuhan.

Kitab ini tidak hanya menjelaskan makna Al-Qur’an secara lahiriah atau zahir, tetapi juga sisi batiniah. Penulisannya mengikuti urutan mushaf Al-Qur’an.

Tafsir ini dikenal sebagai tafsir pertama yang ditulis dalam Bahasa Jawa menggunakan huruf Arab Pegon.

Metode Penafsiran dan Proses Penulisan

Secara metodologis, Faid ar-Rahman menggunakan metode ijmali atau penjelasan ringkas.

Setiap surah ditafsirkan sesuai urutan mushaf, diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa Pegon, lalu dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat setempat.

Bagian awal kitab dimulai dengan mukadimah, kemudian tafsir tujuh ayat Surah Al-Fatihah, dilanjutkan Surah Al-Baqarah dan seterusnya.

Kyai Sholeh Darat berkeinginan menyelesaikan tafsir tersebut, namun wafat sebelum rampung. Kitab itu baru terselesaikan hingga enam juz.

Pada 1893, tafsir ini dicetak di percetakan Haji Muhammad Amin, Singapura.

Simbol Perlawanan terhadap Kolonialisme

Dalam konteks sosial politik Indonesia, Faid ar-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai sarana memahami isi Al-Qur’an. Kitab ini juga dipandang sebagai bagian dari perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Pada masa penjajahan, menerjemahkan Al-Qur’an ke bahasa lokal, termasuk Bahasa Jawa, tidak diperkenankan. Pemerintah kolonial khawatir isi kandungan Al-Qur’an dapat membangkitkan kesadaran dan perlawanan masyarakat pribumi.

Karena itu, karya Kyai Sholeh Darat dinilai membuka cakrawala pemahaman Islam di tengah masyarakat sekaligus menjadi simbol perjuangan intelektual melawan penjajahan.

Makam KH Sholeh Darat di Bergota Semarang.Tribunmuria.com/ EKA YULIANTI FAJLIN Makam KH Sholeh Darat di Bergota Semarang.

Sosok Kyai Sholeh Darat

Kyai Sholeh Darat atau KH Sholeh Darat memiliki nama asli Muhammad Shalih ibn Umar as-Samarani. Ia lahir di Dukuh Kedung Jumbleng, Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Nama Darat berasal dari wilayah tempat tinggalnya di pesisir utara Semarang yang menjadi lokasi berlabuh atau mendarat para pendatang dari luar Jawa. Nama tersebut kemudian diabadikan menjadi Kampung Darat di Semarang Utara.

Kyai Sholeh Darat wafat pada 18 Desember 1903 dalam usia 83 tahun dan dimakamkan di pemakaman umum Bergota, Semarang.

Guru dan Murid Ulama Besar

Sejak kecil, Kyai Sholeh Darat menimba ilmu agama dari banyak guru. Di antaranya KH M Syahid di Pati, KH Raden Haji Muhammad Shaleh bin Asnawi di Kudus, KH Ishak Damaran di Semarang, KH Abu Abdullah Muhammad bin Hadi Buquni, KH Ahmad Bafaqih, serta sejumlah ulama lainnya.

Ia juga dikenal memiliki banyak murid yang kelak menjadi tokoh besar. Di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, KH Munawir Krapyak, KH Dimyati Tremas, KH Cholil Rembang, KH Dahlan Watucongol, serta RA Kartini.

Selain itu, Kyai Sholeh Darat pernah bermukim di Makkah dan mengajar di sana. Ia juga berinteraksi dengan ulama Nusantara lain seperti Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib, KH Mahfudz at-Tirmas, dan KH Khalil Bangkalan.

Corak Keilmuan dan Karya-karya

Dalam bidang teologi, Kyai Sholeh Darat dikenal mendukung paham Asy’ariyah dan Maturidiyah. Pandangan itu dapat dilihat dalam karyanya Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘ala Jauhar at-Tauhid.

Dalam fikih, ia menganut mazhab Syafi’i, sedangkan dalam tarekat mengikuti Tarekat Qadiriyah.

Selain Faid ar-Rahman, karya lain yang dikenal antara lain Majmu’at Syariat al-Kafiyat li al-Awam yang membahas fikih, syarah atas Al-Hikam karya Ahmad bin Athaillah, pembahasan tentang salat, serta Syarah Maulid al-Burdah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar