Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Long Weekend

Kompas.com, 22 April 2026, 10:04 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha selalu hadir dengan nuansa yang berbeda. Bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang perjalanan spiritual, kebersamaan keluarga, hingga momen jeda dari rutinitas.

Menjelang tahun 2026, pertanyaan yang mulai banyak dicari adalah kapan tepatnya Idul Adha 1447 Hijriah dirayakan dan bagaimana peluang libur panjangnya?

Baca juga: Libur Idul Adha Mei 2026 Bikin Long Weekend, Ini Tanggal Resminya!

Perkiraan Tanggal Idul Adha 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang disusun Kementerian Agama, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Tanggal ini juga selaras dengan penetapan awal yang digunakan oleh Muhammadiyah melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

Meski demikian, pemerintah tetap akan menetapkan tanggal resmi melalui Sidang Isbat menjelang awal Zulhijah.

Mekanisme ini mengacu pada metode rukyat dan hisab yang telah menjadi standar dalam penentuan kalender Islam nasional.

Dalam kajian ilmu falak, seperti dijelaskan dalam buku Ilmu Falak: Teori dan Aplikasi karya Susiknan Azhari, penentuan awal bulan Hijriah merupakan kombinasi antara pendekatan astronomis (hisab) dan observasi langsung (rukyat). Pendekatan ini memastikan akurasi sekaligus menjaga kesatuan umat dalam beribadah.

Hitung Mundur Menuju Idul Adha 2026

Jika dihitung dari awal tahun 2026, maka Idul Adha berada di penghujung bulan Mei. Ini berarti, momen tersebut relatif lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam kalender Masehi.

Adapun rangkaian hari penting yang mengiringinya antara lain:

  • 1 Zulhijah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
  • 9 Zulhijah (Hari Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
  • 10 Zulhijah (Idul Adha): Rabu, 27 Mei 2026
  • Hari Tasyriq (11–13 Zulhijah): 28–30 Mei 2026

Hari Arafah menjadi salah satu puncak spiritual, di mana umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah.

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Jika dihitung dari hari ini, Rabu 22 April 2026 menuju Rabu 27 Mei 2026, maka:

  • Sisa hari di bulan April (23–30 April): 8 hari
  • Hari di bulan Mei hingga 27 Mei: 27 hari

Total keseluruhan: 35 hari lagi

Jadi, Idul Adha 2026 tinggal 35 hari dari sekarang.

Kalau dibayangkan, itu sekitar 5 minggu lagi, waktu yang cukup dekat untuk mulai menyiapkan rencana, baik untuk ibadah kurban, mudik, maupun liburan long weekend.

Sementara itu, Hari Tasyriq menjadi fase lanjutan yang diisi dengan dzikir, takbir, dan penyembelihan hewan kurban.

Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari

Libur Nasional dan Strategi Long Weekend

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri telah menetapkan:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama

Dengan komposisi tersebut, masyarakat otomatis memperoleh dua hari libur berturut-turut. Namun, peluang libur panjang terbuka lebih lebar jika menambahkan cuti pada Jumat, 29 Mei 2026.

Menariknya, rangkaian ini berdekatan dengan beberapa hari libur lain:

  • Sabtu, 30 Mei 2026: Akhir pekan
  • Minggu, 31 Mei 2026: Libur nasional Hari Raya Waisak
  • Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila

Artinya, dengan satu hari cuti tambahan, masyarakat berpotensi menikmati libur hingga lima hari berturut-turut, dari 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Ini menjadi salah satu periode long weekend terpanjang dalam kalender 2026.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Dalam perspektif sosiologi agama, seperti diulas dalam buku Religion and Society karya Emile Durkheim, hari besar keagamaan kerap menjadi titik temu antara dimensi spiritual dan sosial, termasuk aktivitas rekreasi kolektif.

Baca juga: Mei 2026 Banyak Libur! Ini Jadwal Cuti Selain Idul Adha dan Peluang Long Weekend

Idul Adha: Antara Ibadah dan Momentum Sosial

Lebih dari sekadar hari libur, Idul Adha menyimpan makna pengorbanan yang dalam. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi fondasi utama perayaan ini, yang kemudian diwujudkan melalui ibadah kurban.

Namun dalam praktiknya, Idul Adha juga berkembang sebagai ruang sosial. Tradisi berbagi daging kurban, berkumpul bersama keluarga, hingga perjalanan pulang kampung menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan.

Dalam buku Islam: The Straight Path karya John L. Esposito, disebutkan bahwa Idul Adha tidak hanya merefleksikan ketaatan individu kepada Tuhan, tetapi juga solidaritas sosial dalam komunitas Muslim.

Menyambut Idul Adha 2026 dengan Persiapan Matang

Dengan waktu yang sudah dapat diperkirakan, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk merencanakan berbagai hal, mulai dari ibadah kurban, perjalanan mudik, hingga agenda liburan keluarga.

Pertanyaannya bukan lagi sekadar “kapan Idul Adha 2026?”, tetapi bagaimana memanfaatkan momen tersebut secara optimal, baik secara spiritual maupun sosial.

Karena pada akhirnya, Idul Adha bukan hanya tentang tanggal di kalender, melainkan tentang bagaimana manusia memaknai pengorbanan, kebersamaan, dan waktu yang diberikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar