Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri

Kompas.com, 22 April 2026, 20:45 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Penyanyi Ashanty dipastikan akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini dan dijadwalkan berangkat pada bulan Mei 2026.

Kepastian itu datang setelah penantian panjang dan dua kali rencana keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji sempat gagal terlaksana.

Pengalaman tersebut sempat membuat Ashanty merasa sedih hingga mempertanyakan dirinya sendiri.

Kini, ia bersyukur karena akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji tahun ini setelah cukup lama menunggu.

Baca juga: Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji

Ashanty Mengaku Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri

Ashanty mengaku sempat diliputi rasa insecure setelah dua kali rencana keberangkatannya tertunda.

Ia bahkan mempertanyakan apakah dirinya belum cukup baik untuk mendapat kesempatan berhaji.

Baca juga: Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun

“Aku tuh kayak ngerasa, ‘Apa aku kurang solehah ya? Apa aku kurang baik ya?’ gitu," ungkap Ashanty di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

"Ya karena jadi kayak apa salah aku ya gitu,” terusnya.

Perasaan tersebut muncul setelah beberapa kali rencana yang telah disusun tidak berjalan sesuai harapan.

Ashanty Sudah Daftar Haji Plus Sejak 2018

Perempuan yang juga dikenal sebagai pengusaha ini sebenarnya sudah mendaftar Haji Plus sejak 2018 dan dijadwalkan berangkat pada 2024.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Upayanya untuk mempercepat keberangkatan agar bisa berangkat bersama putrinya, Aurel Hermansyah, pada 2025 juga kembali gagal.

Dua kali penundaan keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci itu sempat mengguncang batinnya.

Mulai Memahami Bahwa Haji adalah Panggilan Allah

Meski sempat kecewa, Ashanty mulai memahami bahwa ibadah haji bukan hanya soal kesiapan manusia, tetapi juga panggilan dari Allah SWT.

“Kata Allah, ya kalau belum berangkat ya belum," ucapnya.

"Alhamdulillah-nya tahun ini insyaallah bisa berangkat di bulan Mei nanti,” ujar Ashanty.

Kepastian keberangkatan tahun ini menjadi jawaban atas penantian panjang yang selama ini ia rasakan.

Tunda Ujian Disertasi S3 Demi Fokus Ibadah

Keputusan berangkat haji pada tahun ini membuat Ashanty harus menunda salah satu agenda penting dalam hidupnya.

Ia memilih menunda ujian terbuka disertasi S3 agar bisa fokus beribadah tanpa beban pikiran.

“Aku mau ujian terbukanya setelah selesai beribadah. Karena kalau sebelum berangkat, aku masih banyak yang dipikirkan. Masih banyak revisinya, jadi aku takut nanti hasilnya nggak maksimal,” jelasnya.

Siapkan Fisik dan Ilmu Manasik Haji

Menjelang keberangkatan perdana ke Tanah Suci, Ashanty mulai mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik fisik maupun spiritual.

Meski sang suami telah dua kali menunaikan ibadah haji, ia tetap ingin menjalani seluruh proses persiapan secara mandiri, termasuk mengikuti manasik.

“Aku benar-benar belum pernah kan. Kalau Mas Anang udah dua kali," katanya.

"Aku yang baru pertama kali jadi nanti ada manasik aku ikutin semua. Aku pengennya khatam dulu di sini (ilmunya) baru berangkat, jadinya udah tenang,” tutur Ashanty.

Rencananya, Ashanty akan berangkat bersama Anang Hermansyah ke Tanah Suci.

Momen tersebut menjadi perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan sekaligus jawaban atas kegelisahan yang sempat ia rasakan setelah dua kali gagal berangkat haji.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul “Ashanty Sempat Merasa Kurang Solehah karena 2 Kali Gagal Berangkat Haji”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar