Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Berdiri di Rooftop RS Jakarta, Hadirkan "Healing" Fisik dan Batin

Kompas.com, 25 April 2026, 13:28 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KEBUMEN, KOMPAS.com — Sebuah langkah menarik dalam mengintegrasikan layanan kesehatan dan kebutuhan spiritual ditunjukkan dalam peresmian Masjid An-Nuur di rooftop Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring (RSMTP), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Ini menjadi salah satu masjid unik karena berada di atas rumah sakit.

Masjid yang berdiri di area atap rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas ibadah biasa.

Kehadirannya menjadi simbol pendekatan holistik dalam dunia medis menggabungkan pengobatan fisik dengan penguatan mental dan spiritual, baik bagi pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan.

Baca juga: 5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi

Lilis menegaskan bahwa proses penyembuhan tidak hanya bergantung pada tindakan medis semata.

Menurut dia, ketenangan batin memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan pasien.

“Di tengah ikhtiar medis, Masjid An-Nuur hadir sebagai tempat doa dipanjatkan, harapan dikuatkan, dan hati ditenangkan. Ini menjadi bagian penting dari upaya penyembuhan secara menyeluruh,” ujar Lilis dalam keterangan resminya.

Masjid An-Nuur sendiri merupakan wakaf dari Ir. Mohammad Yahya Fuad yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong.

Nama “An-Nuur” dipilih bukan tanpa alasan, Yahya Fuad menyebut nama tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada dua sosok perempuan yang memiliki peran besar dalam hidupnya, yakni sang ibu, Siti Nururrohmah, dan istrinya, Lilis Nuryani.

Secara harfiah, “Nur” berarti cahaya.

Filosofi ini diharapkan dapat menjadi simbol penerang, khususnya di lingkungan rumah sakit yang identik dengan perjuangan dan harapan akan kesembuhan.

Selain peresmian masjid, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan sinergi di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan sosial keagamaan.

Direktur RSMTP, dr. Khaira Utia, mengungkapkan bahwa keberadaan masjid ini telah lama dinantikan.

Tidak hanya sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga untuk mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit yang mensyaratkan adanya sarana spiritual bagi pasien dan pengunjung.

“Masjid ini memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien yang membutuhkan tempat ibadah yang layak. Selain itu, juga menjadi nilai tambah dalam aspek pelayanan rumah sakit,” kata Khaira.

RSMTP sendiri memiliki perjalanan panjang dalam dunia layanan kesehatan.

Rumah sakit ini bermula dari sebuah tempat persalinan sederhana pada tahun 1962, sebelum akhirnya berkembang menjadi rumah sakit umum pada 2012.

“Transformasi tersebut menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menyediakan layanan kesehatan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” kata Khaira.

Ketua PCM Kebayoran Baru, Ahmad Said Matondang, turut mengapresiasi kontribusi PCM Gombong dalam pembangunan masjid tersebut.

Ia bahkan mendorong agar kawasan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial yang inklusif.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pengembangan unit usaha di sekitar masjid, seperti kafe yang dapat menarik minat generasi muda maupun keluarga pasien.

Dengan begitu, masjid tidak hanya ramai saat waktu shalat, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas positif.

Menanggapi usulan tersebut, Yahya Fuad menyatakan dukungannya dengan memberikan stimulus berupa modal awal sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan unit usaha di pelataran masjid.

“Meski masjid ini sebenarnya sudah digunakan selama dua tahun untuk shalat lima waktu maupun shalat Id, peresmian hari ini menjadi simbol komitmen kita bersama untuk terus memakmurkan rumah Allah,” ujar Yahya.

Peresmian Masjid An-Nuur ini menjadi contoh konkret bagaimana fasilitas kesehatan dapat menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi.

Baca juga: 3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!

Tidak hanya fokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan.

Ke depan, konsep integrasi seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia, bahwa kesehatan sejati tidak hanya soal tubuh yang pulih, tetapi juga jiwa yang tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com