Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari

Kompas.com, 25 April 2026, 21:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Asis Deng Lipung, penjual ikan keliling asal Gowa, Sulawesi Selatan, dijadwalkan berangkat haji pada 2026 setelah menyisihkan penghasilan harian secara rutin.

Dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per hari, ia tetap menabung sambil memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak.

Perjalanan menuju Tanah Suci dijalani dengan sabah dan istiqomah meski harus melalui proses panjang serta berbagai kendala biaya.

Kisah tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan tekad kuat mewujudkan impian berhaji dari usaha sederhana yang berbuah manis.

Baca juga: 15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri

Asis Deng Lipung Berangkat Haji dari Hasil Menabung

Asis Deng Lipung yang sehari-hari menjadi penjual ikan keliling di Gowa akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci di tahun 2026.

Asis sehari-hari berjualan ikan menggunakan sepeda dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.

Baca juga: Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun

Penghasilan Rp100 ribu per hari ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan dua anaknya.

Namun tidak sampai di situ, uang yang didapat dari hasil berjualan juga disisihkan untuk ditabung demi mewujudkan impiannya berangkat haji.

Dengan penghasilan yang tidak begitu besar, Asis Deng Lipung bisa menabung Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu setiap hari.

Hal itu ia lakukan secara rutin selama lima tahun, hingga akhirnya berhasil mengumpulkan dana untuk berhaji.

Tidak sampai di situ, dana yang dikumpulkan ternyata bisa digunakan untuk mendaftarkan dirinya, sang istri, sekaligus dengan mertuanya pada tahun 2010.

“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis.

Asis Deng Lipung Sempat Terkendala Biaya Pelunasan

Perjalanan menuju Tanah Suci yang diusahakan Asis Deng Lipung nyatanya tidak sepenuhnya mulus.

Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, Asis sempat terkejut karena belum memiliki cukup dana untuk pelunasan biaya.

Ia juga menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati.

Kini, Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 WITA.

Ia semakin dekat dengan impian yang setiap hari didoakan dan diusahakan, karena ia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 WITA.

Embarkasi Makassar Sudah Berangkatkan 2.354 Jemaah

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, mengatakan sebanyak 387 calon jemaah haji dari Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 telah memasuki asrama haji.

“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.

Kepala Kanwil Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, menyebutkan jamaah haji yang sudah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar sebanyak 2.354 orang yang berasal dari 6 Kelompok Terbang (Kloter) dari 43 Kloter yang berangkat dari Embarkasi Makassar.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kisah Asis Deng Lipung Penjual Ikan Keliling di Gowa Naik Haji, Setiap Hari Sisihkan Uang Rp30 Ribu, https://makassar.tribunnews.com/haji/1835884/kisah-asis-deng-lipung-penjual-ikan-keliling-di-gowa-naik-haji-setiap-hari-sisihkan-uang-rp30-ribu.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar