Editor
KOMPAS.com - Asis Deng Lipung, penjual ikan keliling asal Gowa, Sulawesi Selatan, dijadwalkan berangkat haji pada 2026 setelah menyisihkan penghasilan harian secara rutin.
Dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per hari, ia tetap menabung sambil memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak.
Perjalanan menuju Tanah Suci dijalani dengan sabah dan istiqomah meski harus melalui proses panjang serta berbagai kendala biaya.
Kisah tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan tekad kuat mewujudkan impian berhaji dari usaha sederhana yang berbuah manis.
Baca juga: 15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri
Asis Deng Lipung yang sehari-hari menjadi penjual ikan keliling di Gowa akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci di tahun 2026.
Asis sehari-hari berjualan ikan menggunakan sepeda dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.
Baca juga: Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Penghasilan Rp100 ribu per hari ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan dua anaknya.
Namun tidak sampai di situ, uang yang didapat dari hasil berjualan juga disisihkan untuk ditabung demi mewujudkan impiannya berangkat haji.
Dengan penghasilan yang tidak begitu besar, Asis Deng Lipung bisa menabung Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu setiap hari.
Hal itu ia lakukan secara rutin selama lima tahun, hingga akhirnya berhasil mengumpulkan dana untuk berhaji.
Tidak sampai di situ, dana yang dikumpulkan ternyata bisa digunakan untuk mendaftarkan dirinya, sang istri, sekaligus dengan mertuanya pada tahun 2010.
“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujar Asis.
Perjalanan menuju Tanah Suci yang diusahakan Asis Deng Lipung nyatanya tidak sepenuhnya mulus.
Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, Asis sempat terkejut karena belum memiliki cukup dana untuk pelunasan biaya.
Ia juga menghadapi kendala tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati.
Kini, Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 WITA.
Ia semakin dekat dengan impian yang setiap hari didoakan dan diusahakan, karena ia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 WITA.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, mengatakan sebanyak 387 calon jemaah haji dari Gowa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 telah memasuki asrama haji.
“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026,” jelasnya.
Kepala Kanwil Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, menyebutkan jamaah haji yang sudah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar sebanyak 2.354 orang yang berasal dari 6 Kelompok Terbang (Kloter) dari 43 Kloter yang berangkat dari Embarkasi Makassar.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kisah Asis Deng Lipung Penjual Ikan Keliling di Gowa Naik Haji, Setiap Hari Sisihkan Uang Rp30 Ribu, https://makassar.tribunnews.com/haji/1835884/kisah-asis-deng-lipung-penjual-ikan-keliling-di-gowa-naik-haji-setiap-hari-sisihkan-uang-rp30-ribu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang