Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun

Kompas.com, 22 April 2026, 18:56 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Suasana haru terlihat di area keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026).

Seorang pensiunan guru SD asal Tangerang akhirnya mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu selama 13 tahun. Ia berangkat bersama sang istri dalam kloter pertama Embarkasi Banten.

Perjalanan tersebut menjadi buah dari tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sejak masih aktif mengajar.

Kisah pasangan lansia ini menjadi potret perjuangan dan kesabaran calon jemaah haji 2026 di Indonesia.

Baca juga: Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong 

Berangkat Haji Setelah Menunggu 13 Tahun

Muhammad (69) terlihat memasuki area keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta. Di sampingnya, sang istri, Masroni (62), berjalan sambil menggenggam tongkat yang dibawanya dari rumah.

Muhammad merupakan pensiunan guru SD di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ia tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten (JKB-01).

Baca juga: Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji

Selama 13 tahun, Muhammad menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan impian berangkat haji.

“13 tahun saya menunggu,” kata Muhammad.

Muhammad telah mengabdi sebagai guru agama di sekolah dasar selama 37 tahun. Ia pensiun pada 2017, namun tetap melanjutkan ikhtiar menabung untuk biaya haji.

“Menabung dari jadi guru, guru SD,” ujarnya.

Perjuangan panjang itu akhirnya membawanya berangkat ke Tanah Suci pada usia senja bersama sang istri.

Berangkat Membawa Kursi Lipat dan Tongkat

Tak banyak barang yang dibawa Muhammad dan Masroni saat berangkat. Mereka hanya membawa satu kursi lipat kecil dan tongkat untuk membantu perjalanan ibadah.

“Ya buat istri, buat nanti pas takut-takut kecapean,” ucap Muhammad.

Perlengkapan sederhana itu disiapkan untuk mendukung kondisi fisik istri selama menjalani ibadah haji.

Kondisi Fisik Menurun, Tetap Semangat Beribadah

Muhammad mengakui kondisi fisiknya mulai menurun. Ia telah melakukan latihan jalan kaki sebagai persiapan, namun sempat mengalami penurunan kondisi tubuh setelah vaksinasi meningitis.

“Fisik sekarang sudah mulai menurun,” katanya.

Meski begitu, Muhammad tetap berharap dapat menunaikan rukun haji dengan baik.

“Yang penting rukun sama yang wajib. Yang sunnah, kalau bisa kita kerjakan, ya kita kerjakan,” ujarnya.

Kisah Muhammad dan Masroni menjadi gambaran perjuangan panjang seorang guru SD yang menabung sejak masa aktif mengajar hingga pensiun.

Penantian 13 tahun itu akhirnya terwujud di usia senja dan menjadi inspirasi bahwa impian berangkat ke Tanah Suci dapat dicapai dengan kesabaran, kerja keras, dan ketekunan.

Kloter Pertama Embarkasi Banten Siap Berangkat

Sebagai informasi, kloter pertama Embarkasi Cipondoh berjumlah 391 jemaah yang dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.

Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler atau 92 persen dan 17.680 jemaah haji khusus atau 8 persen.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Menabung 13 Tahun, Guru SD Tangerang Akhirnya Berangkat Haji”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Aktual
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Aktual
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aktual
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Aktual
 Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Aktual
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram,  Jemaah Haji Wajib Tahu
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Aktual
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
Aktual
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Aktual
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com