Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar

Kompas.com, 22 April 2026, 17:58 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jemaah haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026.

Kedatangan jemaah berlangsung melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) dengan proses layanan yang tertib dan lancar.

Kloter pertama berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA) sebanyak 360 jemaah yang tiba pukul 06.20 waktu Arab Saudi (WAS).

Baca juga: 12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah

Selanjutnya, kloter 1 Embarkasi Jakarta–Pondok Gede (JKG) berjumlah 391 jemaah tiba pukul 06.50 WAS dengan skema Makkah Route (fast track), disusul kloter 1 Embarkasi Kualanamu (KNO) pada pukul 10.00 WAS.

Kedatangan jemaah disambut langsung oleh Duta Besar RI Abdul Aziz Ahmad, Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary, Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho, serta Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman.

Penyambutan berlangsung hangat sebagai bentuk penghormatan kepada jemaah haji Indonesia.

Layanan Makkah Route percepat proses imigrasi

Duta Besar RI Abdul Aziz Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan dalam penerapan layanan Makkah Route.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berjalan cepat melalui fast track. Ke depan, kami berharap seluruh jemaah dapat merasakan layanan ini,” ujarnya.

Makkah Route merupakan layanan kerja sama antara Imigrasi Indonesia dan Arab Saudi.

Melalui skema ini, seluruh proses keimigrasian seperti pemeriksaan paspor, visa, dan bea cukai dilakukan di bandara keberangkatan di Indonesia.

Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi antre saat tiba di Arab Saudi dan dapat langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke hotel.

Baca juga: Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama

Akomodasi dekat Masjid Nabawi

Untuk mendukung kenyamanan, jemaah ditempatkan dengan skema satu kloter satu hotel.

Pada kloter awal, jemaah menempati hotel di kawasan sekitar Masjid Nabawi, seperti wilayah Taibah Front dan Makarem Suite yang berada di Sektor 1.

Lokasi ini memudahkan akses jemaah dalam menjalankan ibadah selama berada di Madinah.

Jemaah dijadwalkan tinggal sekitar sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Kedatangan berjalan tertib dan lancar

Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman memastikan seluruh proses kedatangan berjalan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, seluruh kloter awal tiba dengan lancar, tertib, dan tidak ada kendala berarti. Ini menjadi awal yang baik bagi penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan petugas turut mendukung kelancaran layanan sejak jemaah tiba di bandara hingga menuju penginapan.

Para jemaah terlihat bahagia saat tiba di Madinah.

Senyum dan rasa syukur terpancar, menandai awal perjalanan ibadah di Kota Nabi.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi

Dukungan maskapai untuk mobilisasi jemaah

Penyelenggaraan transportasi udara haji 2026 melibatkan dua maskapai utama.

Garuda Indonesia melayani 277 kloter atau sekitar 102.502 jemaah dari 10 embarkasi.

Sementara itu, Saudia Airlines menangani 248 kloter lainnya.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan mobilisasi jemaah haji Indonesia berjalan lancar.

Dengan kesiapan layanan yang menyeluruh, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar