Editor
KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah berjalan optimal selama musim haji 1447 H/2026 M.
Layanan ini disiapkan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Fasilitas kesehatan difokuskan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang beroperasi penuh setiap hari.
Selain itu, sistem rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi juga diperkuat untuk menangani kasus yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Baca juga: Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, menegaskan bahwa KKHI siap memberikan layanan tanpa henti.
“Dua puluh empat jam tiap hari, ya,” ujarnya saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026), seperti rilis yang diterima KOMPAS.com.
Ia memastikan tenaga medis selalu siaga dalam menangani berbagai keluhan kesehatan jemaah.
Tim kesehatan terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat, apoteker, tenaga laboratorium, radiografer, hingga ahli sanitasi.
KKHI Madinah dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Fasilitas tersebut meliputi ambulans, ruang perawatan dengan tempat tidur pasien, serta peralatan medis seperti radiologi rontgen dan USG.
Selain itu, tersedia pula layanan apotek untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan jemaah.
Baca juga: Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Kemenhaj juga menerapkan sistem rujukan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sistem ini diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Beberapa rumah sakit mitra antara lain Saudi German Hospital, King Fahd Hospital, dan Al Madinah Hospital.
Dengan jaringan tersebut, jemaah dapat segera memperoleh perawatan lanjutan sesuai kondisi medisnya.
Enny Nuryanti mengingatkan bahwa dehidrasi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi selama musim haji.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian jemaah yang mengurangi konsumsi air karena khawatir sering buang air kecil.
“Kadang jemaah tidak mau minum karena takut sering ke kamar kecil, justru itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi,” jelasnya.
Baca juga: Cara Kerja One Stop Service yang Mudahkan Jemaah Haji Sejak di Embarkasi
Ia menyarankan jemaah untuk tetap mengonsumsi air secara rutin dalam jumlah kecil tetapi sering.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama beraktivitas di tengah cuaca panas.
Dengan layanan kesehatan yang siaga 24 jam serta dukungan sistem rujukan terintegrasi, Kemenhaj berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan khusyuk.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang