Editor
KOMPAS.com – Keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah calon haji Embarkasi Palembang menuju Madinah mengalami keterlambatan dari jadwal semula pada Rabu pagi.
Pesawat yang semula dijadwalkan lepas landas pukul 07.10 WIB dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II akhirnya baru mengudara sekitar pukul 08.15 WIB.
Executive General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi, menjelaskan keterlambatan dipicu kondisi cuaca berkabut serta proses menunggu kelengkapan katering pesawat.
"Kondisi cuaca pagi ini berkabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena hal itu lumrah terjadi setelah hujan malam hari," katanya.
Baca juga: Saudi Perkuat Mina untuk Haji 2026, Sistem Elektronik Pantau Jemaah Real Time
Selain faktor cuaca, proses teknis juga turut memengaruhi waktu keberangkatan.
"Saat ini masih menunggu catering yang ketiga belum sampai, sehingga penumpang belum bisa boarding dan menyebabkan keterlambatan dari jadwal semula," jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan seluruh prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam proses keberangkatan jamaah.
Kloter pertama ini menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan pesawat jenis Boeing 777.
Ahmad Syaugi menegaskan, tidak ada perubahan rute penerbangan meskipun situasi di Timur Tengah menjadi perhatian global.
Jamaah tetap diberangkatkan dari Palembang menuju Bandara Kualanamu terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
"Pesawat Boeing 777 memiliki keterbatasan tertentu sehingga perlu melakukan pengisian bahan bakar kembali di Kualanamu," kata Syaugi.
Sementara itu, Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumatera Selatan, Muhibullah, memastikan seluruh jamaah tetap diberangkatkan sesuai rencana.
Baca juga: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026
Jumlah jamaah dalam kloter pertama mencapai 438 orang, ditambah empat petugas kloter dan satu petugas haji daerah, sehingga total keseluruhan sebanyak 443 orang.
"Seluruh jamaah pada kloter pertama tetap diberangkatkan sesuai manifest," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang