Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026

Kompas.com, 22 April 2026, 10:05 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus dimatangkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Di tengah meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara, sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama yang digarap secara serius.

Tahun ini, Arab Saudi tidak hanya menargetkan kelancaran ibadah, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penyediaan kapasitas penerbangan dalam jumlah besar.

Baca juga: Daftar Layanan Terbaru Haji 2026 di Arab Saudi, dari Teknologi Canggih hingga Penitipan Anak

Lebih dari 12.000 Penerbangan untuk Jemaah Dunia

Dilansir dari The Islamic Information, melalui Kementerian Transportasi dan Logistik, pemerintah Arab Saudi mengalokasikan lebih dari 3,1 juta kursi penerbangan yang akan dilayani oleh lebih dari 12.000 penerbangan, baik reguler maupun charter.

Langkah ini menjadi respons atas tingginya antusiasme umat Islam dunia untuk menunaikan ibadah haji, yang setiap tahunnya terus menunjukkan tren peningkatan.

Menurut laporan dari Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi, penyediaan kapasitas besar ini dirancang untuk mengurangi kepadatan, mempercepat proses kedatangan, serta memastikan distribusi jemaah berjalan merata.

Sebanyak enam bandara utama akan difungsikan sebagai gerbang masuk jemaah, termasuk bandara di Jeddah dan Madinah yang selama ini menjadi titik utama kedatangan.

Tidak hanya itu, lebih dari 22.000 petugas operasional disiagakan untuk mengelola arus jemaah, mulai dari proses imigrasi, bagasi, hingga pengaturan jadwal penerbangan.

Maskapai Nasional Jadi Tulang Punggung

Peran maskapai penerbangan nasional menjadi krusial dalam menyukseskan operasional haji 2026.

Saudia Airlines disebut akan menyediakan lebih dari satu juta kursi bagi jemaah dari berbagai negara.

Maskapai ini juga memperkuat layanan berbasis digital, seperti sistem reservasi terintegrasi, check-in otomatis, hingga peningkatan fasilitas di dalam pesawat.

Selain itu, Flynas turut ambil bagian dengan menargetkan pengangkutan ratusan ribu jemaah, termasuk lebih dari 147.000 penumpang dari sekitar 20 rute internasional.

Kehadiran dua maskapai ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan kapasitas, terutama pada periode puncak keberangkatan dan kepulangan.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah konsep “baggage-free traveller”, di mana koper jemaah dapat dikirim langsung dari hotel ke bandara tujuan.

Skema ini dinilai mampu mengurangi beban fisik jemaah sekaligus mempercepat alur mobilitas.

Baca juga: Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time

Integrasi Transportasi Darat dan Kereta

Tidak hanya transportasi udara, mobilitas jemaah di dalam wilayah Arab Saudi juga menjadi perhatian besar.

Pemerintah menyiapkan sistem transportasi darat dan rel yang terintegrasi untuk menghubungkan lokasi-lokasi utama ibadah.

Kereta Mashair diproyeksikan mampu melayani lebih dari dua juta penumpang selama musim haji. Kereta ini menjadi penghubung vital antara Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Sementara itu, Kereta Cepat Haramain menyediakan sekitar 2,2 juta kursi yang menghubungkan Mekah dan Madinah dalam waktu singkat.

Selain jalur rel, pemerintah juga menyiapkan sekitar 33.000 bus dan 5.000 taksi untuk menunjang mobilitas jemaah di berbagai titik.

Perbaikan infrastruktur jalan turut dilakukan secara masif, termasuk pembersihan lebih dari 56 juta meter kubik pasir serta pemasangan ribuan rambu lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.

Sistem Pengawasan dan Keamanan Diperketat

Dalam skala operasional sebesar ini, pengawasan menjadi faktor krusial. Pemerintah Arab Saudi menyiagakan tim pemantau yang bekerja secara real-time untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar.

Selain itu, tim tanggap darurat disebar di berbagai sektor transportasi, baik udara maupun darat, dengan sistem siaga 24 jam.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep manajemen kerumunan (crowd management) modern. Dalam buku Crowd Science: Theory and Practice karya G. Keith Still, dijelaskan bahwa pengelolaan massa dalam jumlah besar membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk transportasi, keamanan, dan teknologi informasi.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026

Haji dalam Perspektif Global dan Modern

Transformasi layanan haji dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan signifikan. Arab Saudi tidak hanya fokus pada aspek ritual, tetapi juga pada efisiensi sistem dan pengalaman jemaah secara keseluruhan.

Dalam buku Hajj and the Muslim World karya Michael Wolfe, dijelaskan bahwa ibadah haji merupakan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia yang menuntut manajemen logistik tingkat tinggi. Oleh karena itu, inovasi dalam transportasi dan teknologi menjadi keniscayaan.

Langkah penyediaan 12.000 lebih penerbangan ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan haji kini tidak lagi sekadar urusan keagamaan, tetapi juga melibatkan sistem global yang kompleks.

Antara Ibadah dan Kemudahan Perjalanan

Di balik angka jutaan kursi dan ribuan penerbangan, terdapat satu tujuan utama: memudahkan perjalanan spiritual jutaan umat Islam.

Bagi para jemaah, perjalanan haji bukan sekadar mobilitas fisik, tetapi juga perjalanan batin menuju puncak pengabdian.

Karena itu, setiap kemudahan yang disiapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan ibadah yang lebih khusyuk.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, musim haji 2026 diproyeksikan menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dan paling terorganisir dalam sejarah modern.

Dan di balik semua itu, tersimpan satu harapan sederhana, agar setiap langkah jemaah menuju Tanah Suci menjadi lebih ringan, aman, dan penuh makna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Aktual
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Aktual
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Aktual
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com