Editor
KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi melalui Ministry of Human Resources and Social Development mulai menerapkan berbagai layanan terbaru untuk musim Haji 2026.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan terorganisir bagi para jemaah.
Asisten Menteri SDM dan Pengembangan Sosial, Ismail bin Saeed Al-Ghamdi, menyebutkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak awal dengan fokus pada kesiapan lapangan, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kualitas tenaga kerja nasional.
Baca juga: Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Berikut daftar layanan terbaru yang disiapkan Arab Saudi untuk Haji 2026:
Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja musiman di kota suci seperti Makkah dan Madinah. Inspeksi intensif dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan serta menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan profesional.
Melalui platform digital Ajeer platform, pemerintah memfasilitasi perekrutan tenaga kerja musiman. Sistem ini menghubungkan pencari kerja dengan penyedia layanan haji secara cepat dan efisien.
Layanan digital ditingkatkan melalui aplikasi terpadu yang menyediakan:
Fitur ini dirancang khusus untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas agar tetap mandiri selama beribadah.
Pusat pengembangan sosial meluncurkan program relawan Anwart yang menyediakan layanan bimbingan dan pendampingan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas.
Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial selama musim haji.
Untuk pertama kalinya, pusat penitipan anak disiapkan di Makkah dan Madinah. Fasilitas ini memberikan lingkungan aman bagi anak-anak jemaah maupun pekerja, sehingga orang tua dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Pemerintah meluncurkan kampanye multibahasa guna meningkatkan kesadaran tentang:
Arab Saudi juga menghadirkan layanan digital canggih yang memungkinkan jemaah memantau tingkat kepadatan di area tawaf dan sa’i secara langsung (real-time).
Inovasi ini diluncurkan oleh General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet's Mosque untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan ibadah di Masjidil Haram.
Melalui platform digital resmi, jemaah kini bisa mengecek kondisi keramaian hanya dengan melihat indikator warna sederhana.
Sistem ini menunjukkan tingkat kepadatan di area sekitar Ka’bah (tawaf) dan jalur antara Shafa-Marwah (sa’i), sehingga jemaah bisa memilih waktu terbaik untuk beribadah.
Baca juga: Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Seluruh inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Saudi Vision 2030, yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan haji melalui koordinasi lintas lembaga, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi.
Dengan berbagai layanan baru ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman ibadah haji yang lebih aman, inklusif, dan berkelas dunia bagi jutaan Muslim dari seluruh penjuru dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang