Editor
KOMPAS.com – Penemuan mengejutkan datang dari Arab Saudi. Sebuah situs arkeologi kuno di pesisir Laut Merah mengungkap jejak perdagangan global yang tak terduga, termasuk temuan keramik langka dari China dan sisa-sisa bangunan yang diduga masjid kuno.
Komisi Warisan Arab Saudi atau Heritage Commission mengumumkan hasil musim keempat ekskavasi di situs Al-Serrain, wilayah Al-Lith, kawasan Makkah. Penelitian ini merupakan kolaborasi internasional dengan tim arkeolog China.
Hasilnya mencengangkan. Para peneliti menemukan struktur pasar kuno, unit hunian, gudang, hingga fasilitas layanan yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai.
Baca juga: Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Tak hanya itu, tim juga mengungkap sisa-sisa bangunan yang diyakini sebagai masjid di bagian barat daya situs.
Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa Al-Serrain bukan sekadar pelabuhan dagang, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan spiritual.
Yang paling menarik perhatian adalah pecahan guci keramik asal China dari era Northern Song Dynasty.
Fragmen tersebut memiliki cap dekoratif dengan karakter China, meski sebagian sudah rusak dan sulit dibaca.
Temuan ini menjadi bukti kuat adanya hubungan dagang antara pesisir Laut Merah dan China selatan pada era Islam.
Artinya, jaringan perdagangan internasional sudah terjalin luas jauh sebelum era modern.
Selain keramik, arkeolog juga menemukan berbagai artefak lain seperti alat batu, manik-manik akik, kaca, pembakar dupa tanah liat, hingga sisa cangkang dan tulang hewan.
Semua ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang kompleks dan aktif secara ekonomi.
Situs Al-Serrain sendiri diyakini pernah menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Laut Merah.
Lokasinya yang strategis menjadikannya penghubung utama jalur perdagangan antara Yaman, Makkah, Asia Timur, hingga Afrika.
Puncak kejayaan kawasan ini terjadi pada abad ke-4 hingga ke-5 Hijriah (sekitar 913–1106 M), saat aktivitas perdagangan, pelayaran, dan perjalanan haji berkembang pesat.
Baca juga: Saudi Pamerkan Manuskrip Al-Qur’an Kuno, Usia 1.000 Tahun
Komisi Warisan menegaskan bahwa penelitian akan terus dilanjutkan untuk mengungkap lebih dalam sejarah permukiman dan perkembangan kota di kawasan tersebut.
Situs ini diharapkan menjadi kunci penting dalam memahami peradaban maritim dunia Islam di masa lalu.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia Islam pernah berada di pusat jaringan perdagangan global—menghubungkan berbagai peradaban besar, dari Timur hingga Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang