Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Pamerkan Manuskrip Al-Qur’an Kuno, Usia 1.000 Tahun

Kompas.com, 6 April 2026, 22:08 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah upaya global menjaga warisan peradaban, Arab Saudi kembali menghadirkan temuan berharga yang mengundang perhatian dunia Islam dan akademisi internasional.

Sebuah manuskrip Al-Qur’an kuno berusia lebih dari 1.000 tahun dipamerkan ke publik, membuka kembali jendela sejarah tentang bagaimana tradisi keilmuan Islam berkembang sejak masa awal.

Manuskrip ini bukan sekadar peninggalan fisik, tetapi juga jejak intelektual yang merekam cara para ulama memahami, menafsirkan, dan menjaga otentisitas Al-Qur’an lintas generasi.

Baca juga: Saudi Pastikan Haji 2026 Lancar, Evaluasi Layanan Dilakukan Menyeluruh

Manuskrip Langka dari Abad Keempat Hijriah

Naskah yang dipamerkan oleh King Abdulaziz Public Library tersebut berjudul Gharib Al-Qur’an, karya ulama klasik Abu Ubaidah Ma'mar Ibn Al Muthanna.

Berasal dari abad keempat Hijriah, manuskrip ini terdiri dari 23 lembar dengan ukuran relatif kecil, sekitar 17 x 22 cm.

Meski tampak sederhana, nilai ilmiahnya sangat tinggi karena termasuk karya awal dalam bidang studi linguistik Al-Qur’an, khususnya dalam menjelaskan istilah-istilah yang dianggap sulit dipahami.

Dalam kajian ilmu Al-Qur’an, gharib merujuk pada kata-kata asing atau jarang digunakan, yang membutuhkan penjelasan kontekstual agar maknanya tidak disalahartikan.

Keunikan Kaligrafi: Andalusia dan Kufi

Salah satu daya tarik utama manuskrip ini terletak pada gaya penulisannya. Dikutip dari Gulf News, teks utama ditulis menggunakan aksara Andalusia yang dikenal rapi dan mudah dibaca, sementara nama-nama surah ditulis dalam aksara Kufi, salah satu bentuk kaligrafi Arab paling awal.

Perpaduan dua gaya ini menunjukkan dinamika perkembangan seni tulis Islam, sekaligus menjadi bukti adanya pertukaran budaya antara wilayah Timur Tengah dan Andalusia pada masa itu.

Dalam buku Islamic Calligraphy karya Sheila S. Blair dijelaskan bahwa evolusi kaligrafi Arab tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan fungsi ilmiah dan religius, terutama dalam menjaga keakuratan penulisan Al-Qur’an.

Baca juga: Arab Saudi Masuk 22 Negara Paling Bahagia 2026, Dampak Vision 2030

Lebih dari Sekadar Naskah: Tradisi Ilmu yang Hidup

Manuskrip Gharib Al-Qur’an memperlihatkan bahwa sejak awal, para ulama tidak hanya berfokus pada penyalinan teks suci, tetapi juga melakukan analisis mendalam terhadap bahasa Al-Qur’an.

Dalam buku The Study Quran karya Seyyed Hossein Nasr disebutkan bahwa tradisi tafsir dan linguistik dalam Islam berkembang sangat pesat sejak abad-abad awal, sebagai upaya memahami wahyu secara komprehensif.

Karya seperti ini membantu menjelaskan konteks historis, makna leksikal, hingga nuansa bahasa yang tidak selalu dapat dipahami secara literal. Dengan kata lain, manuskrip ini menjadi bagian penting dari fondasi ilmu tafsir modern.

Koleksi Besar Manuskrip Tafsir dan Linguistik

Selain manuskrip utama, perpustakaan juga menampilkan lebih dari 185 naskah langka lain yang berkaitan dengan tafsir Al-Qur’an, tata bahasa Arab, hingga metode pembacaan.

Di antara karya yang turut dipamerkan adalah tulisan ulama besar seperti Abu Ishaq Al-Zajjaj dan Ibn Qutaybah Al-Dinawari, serta bagian dari Tafsir al-Tabari karya Al-Tabari yang disalin pada abad keenam Hijriah.

Keberagaman koleksi ini menunjukkan betapa luasnya spektrum keilmuan Islam, yang tidak hanya mencakup aspek teologis, tetapi juga linguistik, filologi, hingga sejarah intelektual.

Baca juga: Panen Mawar Saudi Naik, Berpotensi Jadi Bahan Industri Kuliner Dunia

Upaya Pelestarian dan Akses Global

Pameran ini merupakan bagian dari komitmen Arab Saudi dalam melestarikan warisan budaya Islam sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi publik dan peneliti.

Perpustakaan tidak hanya menyimpan manuskrip, tetapi juga mendigitalisasi koleksi, menampilkan artefak, dokumen, hingga koin bersejarah untuk mendukung riset akademik.

Langkah ini sejalan dengan tren global dalam pelestarian manuskrip kuno, di mana akses terbuka menjadi kunci dalam memperluas kajian ilmiah lintas negara.

Dalam buku Manuscripts of the Middle East karya Geoffrey Khan disebutkan bahwa digitalisasi manuskrip memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan studi sejarah dan filologi di era modern.

Antara Warisan dan Masa Depan

Pameran manuskrip Al-Qur’an kuno ini bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga memahami bagaimana tradisi keilmuan Islam dapat terus relevan di masa kini.

Di balik lembaran-lembaran tua tersebut, tersimpan semangat intelektual yang kuat—sebuah upaya manusia untuk memahami wahyu secara mendalam dan bertanggung jawab.

Lebih dari sekadar artefak, manuskrip ini adalah pengingat bahwa peradaban besar dibangun bukan hanya oleh kekuatan politik atau ekonomi, tetapi oleh tradisi ilmu yang terus dijaga dan diwariskan.

Dan di tengah dunia yang terus berubah, jejak-jejak seperti ini menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan, ketika dirawat dengan baik, mampu melampaui zaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam
Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam
Aktual
Gaza Butuh 450 Ton Tepung per Hari, Baru Tersedia 200 Ton, Jutaan Warga Terancam Kelaparan
Gaza Butuh 450 Ton Tepung per Hari, Baru Tersedia 200 Ton, Jutaan Warga Terancam Kelaparan
Aktual
100 Ucapan Barakallah Fii Umrik untuk Menyampaikan Doa Saat Ulang Tahun
100 Ucapan Barakallah Fii Umrik untuk Menyampaikan Doa Saat Ulang Tahun
Aktual
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Arti Barakallah Fii Umrik, Contoh Ucapan dan Cara Menjawabnya dalam Islam
Aktual
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno
Aktual
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya
Aktual
Shalat Witir 3 Rakaat: Satu Salam atau Dua? Ini Penjelasannya
Shalat Witir 3 Rakaat: Satu Salam atau Dua? Ini Penjelasannya
Aktual
Jangan Salah! Ini Larangan Pakaian Ihram Haji 2026 untuk Jemaah
Jangan Salah! Ini Larangan Pakaian Ihram Haji 2026 untuk Jemaah
Aktual
5 Fungsi Kiswah Penutup Kabah, Menjaga Kesucian hingga Simbol Persatuan Umat Muslim
5 Fungsi Kiswah Penutup Kabah, Menjaga Kesucian hingga Simbol Persatuan Umat Muslim
Aktual
Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online
Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online
Aktual
Doa Lunas Utang Agar Terhindar dari Gagal Bayar, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Lunas Utang Agar Terhindar dari Gagal Bayar, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Rahasia Layang-layang Gurun: Cara Manusia Purba Menjebak Ribuan Hewan di Gurun Saudi
Rahasia Layang-layang Gurun: Cara Manusia Purba Menjebak Ribuan Hewan di Gurun Saudi
Aktual
Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah
Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah
Aktual
Masjid Yokohama Jepang Resmi Berdiri, Jusuf Kalla: Simbol Persatuan dan Gotong Royong Umat Dunia
Masjid Yokohama Jepang Resmi Berdiri, Jusuf Kalla: Simbol Persatuan dan Gotong Royong Umat Dunia
Aktual
Misteri “Desert Kites” di Arab Saudi Ungkap Kecerdasan Manusia Purba
Misteri “Desert Kites” di Arab Saudi Ungkap Kecerdasan Manusia Purba
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com