Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Masuk 22 Negara Paling Bahagia 2026, Dampak Vision 2030

Kompas.com, 6 April 2026, 14:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah perubahan global yang kian kompleks, ukuran kemajuan sebuah negara tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakatnya merasa bahagia.

Dalam konteks ini, World Happiness Report terbaru tahun 2026 menghadirkan kejutan menarik, Arab Saudi berhasil menembus jajaran 22 negara paling bahagia di dunia.

Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari transformasi besar yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Di balik lonjakan peringkat ini, terdapat kombinasi kebijakan ekonomi, reformasi sosial, dan perubahan gaya hidup yang dirancang secara sistematis dalam kerangka Vision 2030.

Mengukur Kebahagiaan: Lebih dari Sekadar Pendapatan

Laporan yang disusun oleh University of Oxford bersama berbagai lembaga internasional ini menilai kebahagiaan berdasarkan sejumlah indikator utama.

Di antaranya pendapatan per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan individu, hingga tingkat kepercayaan terhadap institusi publik.

Dalam laporan tersebut, Arab Saudi mencatat skor sekitar 6,6 poin, melampaui rata-rata global.

Ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya terjadi pada level ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan psikologis masyarakat.

Dalam buku Happiness: Lessons from a New Science karya Richard Layard dijelaskan bahwa kebahagiaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh stabilitas sosial dan rasa aman, bukan hanya kekayaan material. Fenomena ini tampak jelas dalam konteks Arab Saudi saat ini.

Baca juga: Gurun Sebagai Jejak Peradaban: Misteri Kota Batu Hegra di Arab Saudi

Transformasi Vision 2030: Dari Minyak ke Manusia

Lonjakan peringkat kebahagiaan Saudi tidak dapat dilepaskan dari implementasi Vision 2030, sebuah strategi nasional yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga budaya. Kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Madinah kini mengalami transformasi menjadi pusat urban modern yang lebih inklusif dan ramah bagi warganya.

Laporan Cities of Possibility menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup, termasuk naiknya angka harapan hidup dari 74 menjadi 79 tahun.

Selain itu, akses terhadap layanan digital juga meningkat pesat, bahkan menempatkan Saudi sebagai salah satu negara terdepan dalam regulasi teknologi di kelompok G20.

Dalam buku The Future of Work karya Jacob Morgan disebutkan bahwa kualitas hidup di era modern sangat ditentukan oleh fleksibilitas kerja, akses teknologi, dan keseimbangan hidup. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi Saudi.

Ekonomi Tumbuh, Peluang Terbuka

Transformasi sosial tidak akan berjalan tanpa fondasi ekonomi yang kuat. Data menunjukkan tingkat pengangguran di Arab Saudi turun drastis dari 12,3 persen pada 2016 menjadi sekitar 6,8 persen pada 2025.

Partisipasi perempuan dalam dunia kerja juga meningkat signifikan, melampaui target Vision 2030.

Hal ini menjadi indikator penting dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.

Di sisi lain, investasi asing terus mengalir deras. Dalam Kearney FDI Confidence Index 2025, Arab Saudi berhasil menembus peringkat 13 dunia.

Ini menunjukkan tingginya kepercayaan global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi negara tersebut.

Baca juga: Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi

Kota untuk Manusia: Ruang Publik dan Kehidupan Sosial

Salah satu perubahan paling terasa dalam kehidupan masyarakat Saudi adalah meningkatnya kualitas ruang publik.

Pemerintah secara masif membangun taman kota, fasilitas olahraga, hingga pusat hiburan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Berbagai event internasional seperti Formula 1 Saudi Arabian Grand Prix dan Dakar Rally turut memperkaya pengalaman sosial masyarakat.

Pendekatan ini sejalan dengan teori dalam buku The Social Animal karya David Brooks yang menekankan bahwa interaksi sosial dan ruang publik memainkan peran penting dalam membentuk kebahagiaan kolektif.

Magnet Baru bagi Talenta Global

Perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi juga menarik perhatian dunia internasional. Semakin banyak ekspatriat memilih negara ini sebagai tempat tinggal dan bekerja.

Faktor seperti keamanan, peluang karier, biaya hidup yang kompetitif, serta infrastruktur modern menjadi daya tarik utama.

Sektor-sektor seperti teknologi, energi, kesehatan, dan pariwisata menawarkan peluang yang luas bagi tenaga profesional global.

Fenomena ini memperkuat posisi Saudi sebagai pusat talenta internasional yang sedang tumbuh.

Indonesia dalam Peta Kebahagiaan Global

Dalam laporan yang sama, Indonesia berada di peringkat ke-87 dunia dengan skor sekitar 5,6 poin.

Meski masih berada di kelompok menengah, Indonesia memiliki kekuatan pada aspek hubungan sosial dan budaya gotong royong.

Dalam buku Bowling Alone karya Robert D. Putnam dijelaskan bahwa modal sosial seperti kepercayaan dan solidaritas memiliki kontribusi besar terhadap kebahagiaan masyarakat.

Hal ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam konteks pembangunan nasional.

Baca juga: Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia

Antara Modernisasi dan Nilai Tradisional

Menariknya, peningkatan kebahagiaan di Arab Saudi tidak menghilangkan nilai-nilai sosial dan budaya yang telah lama mengakar. Justru, modernisasi berjalan berdampingan dengan pelestarian identitas.

Keseimbangan ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Saudi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa kehilangan jati diri.

Menuju Masa Depan yang Lebih Bahagia

Capaian Arab Saudi sebagai salah satu dari 22 negara paling bahagia di dunia pada 2026 menjadi bukti bahwa transformasi yang terencana dapat menghasilkan perubahan nyata.

Dengan persiapan menjadi tuan rumah Expo 2030 Riyadh dan FIFA World Cup 2034, negara ini semakin memperkuat posisinya di panggung global.

Pada akhirnya, kisah Saudi menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari kebijakan yang konsisten, pembangunan yang inklusif, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan.

Di tengah dunia yang terus berubah, pertanyaan yang tersisa bukan lagi apakah sebuah negara bisa menjadi maju, tetapi apakah ia mampu membuat rakyatnya benar-benar merasa bahagia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com