Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi

Kompas.com, 6 April 2026, 10:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah hamparan gurun barat laut Arab Saudi, sebuah eksperimen peradaban sedang dibangun bukan sekadar kota, melainkan redefinisi cara manusia hidup di masa depan.

Dalam tur media di proyek tersebut, Al Arabiya pada Kamis (20/2/2025) melaporkan, proyek The Line menjadi simbol ambisi besar Arab Saudi dalam mentransformasi ekonomi berbasis minyak menuju teknologi, keberlanjutan, dan inovasi urban yang radikal.

Berbeda dari kota konvensional yang berkembang secara horizontal, The Line justru mengusung konsep linear vertikal, sebuah “garis kota” sepanjang 170 kilometer yang membentang dari pesisir Laut Merah hingga wilayah pegunungan.

Kota ini dirancang hanya selebar 200 meter, namun menjulang hingga sekitar 500 meter, menciptakan struktur megastruktur yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah urbanisasi manusia.

Baca juga: Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia

Revolusi Kota Tanpa Mobil dan Jalan Raya

Salah satu gagasan paling revolusioner dari The Line adalah penghapusan total mobil dan jalan raya.

Kota ini dirancang untuk menghilangkan kemacetan, polusi, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Seluruh kebutuhan harian, mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, hingga fasilitas publik—diklaim dapat diakses hanya dalam lima menit berjalan kaki.

Sebagai pengganti mobil, mobilitas penduduk akan mengandalkan transportasi cepat berbasis rel bawah tanah serta sistem berbasis kecerdasan buatan.

Konsep ini tidak hanya menantang paradigma transportasi modern, tetapi juga menciptakan model kota yang berorientasi pada manusia, bukan kendaraan.

Kota Berbasis AI dan Energi Terbarukan

The Line dirancang sebagai kota pintar (smart city) yang sepenuhnya dikendalikan oleh teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Sistem ini akan mengelola berbagai aspek kehidupan, mulai dari transportasi, energi, hingga layanan publik secara real-time.

Lebih jauh, kota ini ditargetkan beroperasi dengan 100 persen energi terbarukan. Sekitar 95 persen wilayah di sekitarnya bahkan direncanakan tetap alami sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Pendekatan ini menjadikan The Line sebagai prototipe kota “zero-carbon”, sebuah jawaban atas krisis iklim global sekaligus eksperimen besar dalam pembangunan berkelanjutan di kawasan gurun.

Media Saudi Gazette melaporkan, Hidden Marina menjadi pelopor di garis terdepan NEOM yang ditargetkan selesai pada 2034.

Baca juga: Tren “Dumb Phone” di Arab Saudi, Upaya Warga Kurangi Distraksi Digital

Bagian dari Visi Besar Transformasi Arab Saudi

Proyek ini merupakan inti dari megaproyek NEOM, yang menjadi bagian dari program strategis Vision 2030.

Visi ini bertujuan mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi agar tidak lagi bergantung pada minyak, dengan mengembangkan sektor teknologi, pariwisata, dan industri masa depan.

Dalam konteks ini, The Line bukan hanya proyek arsitektur, tetapi juga instrumen geopolitik dan ekonomi. Ia merepresentasikan upaya Arab Saudi untuk memposisikan diri sebagai pusat inovasi global di abad ke-21.

Antara Utopia dan Tantangan Realitas

Meski terdengar futuristik, pembangunan The Line tidak lepas dari kritik. Tantangan finansial, teknis, hingga isu sosial seperti relokasi penduduk menjadi sorotan berbagai pihak.

Bahkan, dalam perkembangannya, proyek ini mengalami penyesuaian skala dan arah, termasuk kemungkinan pemanfaatannya sebagai pusat data berbasis AI.

Namun demikian, konstruksi tahap awal terus berjalan, dengan target penyelesaian sebagian proyek pada dekade mendatang.

Baca juga: Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Masa Depan Kota atau Sekadar Eksperimen?

The Line menghadirkan pertanyaan mendasar: apakah ini benar-benar masa depan kota manusia atau sekadar utopia ambisius di tengah gurun?

Di satu sisi, proyek ini menawarkan solusi konkret terhadap masalah klasik urbanisasi, kemacetan, polusi, dan ketimpangan ruang.

Namun di sisi lain, skalanya yang masif dan kompleksitasnya menjadikannya eksperimen berisiko tinggi.

Yang jelas, The Line telah mengubah cara dunia memandang kota, bukan lagi sekadar tempat tinggal, tetapi sistem hidup terintegrasi yang dirancang dengan presisi teknologi.

Jika berhasil, proyek ini bisa menjadi cetak biru kota masa depan. Jika gagal, ia tetap akan dikenang sebagai salah satu eksperimen paling berani dalam sejarah peradaban modern.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
Aktual
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Aktual
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Aktual
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Aktual
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
Aktual
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Aktual
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Aktual
Kemenhaj Ancam Tutup Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
Kemenhaj Ancam Tutup Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
Aktual
Menag Sebut Jawa Timur Layak Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia
Menag Sebut Jawa Timur Layak Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia
Aktual
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar