Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panen Mawar Saudi Naik, Berpotensi Jadi Bahan Industri Kuliner Dunia

Kompas.com, 6 April 2026, 11:34 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap musim semi, dataran tinggi Taif di Arab Saudi berubah menjadi lanskap yang tak biasa.

Di tengah udara sejuk pegunungan dan lereng hijau, hamparan bunga mawar bermekaran serentak, menghadirkan aroma khas yang menyelimuti seluruh wilayah.

Fenomena ini bukan sekadar keindahan musiman, melainkan penanda dimulainya salah satu tradisi agrikultur paling berharga di kawasan tersebut, panen mawar Taif.

Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dari identitas budaya serta ekonomi masyarakat setempat.

Dilansir dari Arab News, musim panen mawar di Taif biasanya berlangsung antara 35 hingga 45 hari, dimulai pada akhir Maret hingga awal Mei, ketika kondisi iklim berada pada titik paling ideal.

Baca juga: Gurun Sebagai Jejak Peradaban: Misteri Kota Batu Hegra di Arab Saudi

Hamparan Mawar dan Lonjakan Produksi

Wilayah Taif dikenal memiliki kondisi geografis yang unik dibandingkan kawasan Arab Saudi lainnya.

Terletak di Pegunungan Sarawat, daerah seperti Al-Hada dan Al-Shafa memiliki suhu relatif lebih sejuk, ketersediaan air yang cukup, serta tanah yang subur.

Faktor-faktor ini menjadikan Taif sebagai habitat ideal bagi pertumbuhan mawar berkualitas tinggi.

Kawasan ini memiliki lebih dari 900 kebun mawar dengan sekitar 1 juta lebih pohon. Dalam satu musim panen, produksi dapat mencapai ratusan juta bunga mawar.

Peningkatan produksi pada tahun-tahun terakhir juga didorong oleh kondisi cuaca yang stabil serta dukungan sistem irigasi yang semakin baik.

Petani lokal menyebutkan bahwa panen dilakukan pada pagi hari, saat kandungan minyak esensial dalam kelopak bunga berada pada titik optimal.

Proses ini dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas bunga, yang nantinya akan diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Dari Kelopak ke Cairan Emas: Proses Distilasi Tradisional

Setelah dipetik, bunga mawar segera dibawa ke tempat penyulingan tradisional yang dikenal sebagai “cooking pots”.

Di sinilah proses penting dimulai. Ribuan kelopak mawar dimasukkan ke dalam bejana tembaga besar bersama air dalam komposisi tertentu, lalu dipanaskan dengan api sedang.

Uap yang dihasilkan dari proses pemanasan ini mengandung minyak esensial mawar. Uap tersebut kemudian dialirkan melalui pipa menuju sistem pendingin, hingga akhirnya mengembun menjadi cairan bening yang harum, air mawar Taif.

Selain itu, proses ini juga menghasilkan minyak mawar murni yang dikenal sebagai salah satu minyak esensial termahal di dunia.

Dalam praktiknya, dibutuhkan sekitar 12.000 hingga 13.000 bunga mawar untuk menghasilkan satu unit kecil minyak mawar. Nilai ekonominya yang tinggi menjadikan produk ini sebagai komoditas premium di pasar global.

Dalam buku Perfume: The Art and Science of Scent karya Cathy Newman dijelaskan bahwa minyak mawar termasuk bahan paling kompleks dalam dunia parfum karena mengandung ratusan senyawa aromatik alami yang sulit direplikasi secara sintetis.

Hal ini menjelaskan mengapa minyak mawar Taif memiliki nilai yang sangat tinggi di industri wewangian.

Baca juga: Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia

Dari Parfum hingga Kuliner Tradisional

Air mawar Taif tidak hanya dikenal di industri parfum dan kosmetik, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Produk ini digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan dasar parfum, sabun, dan produk perawatan kulit, hingga campuran dalam makanan dan minuman tradisional.

Dalam kuliner Timur Tengah, air mawar sering digunakan sebagai penambah aroma pada hidangan manis seperti kue, puding, dan minuman herbal. Kehadirannya memberikan sentuhan rasa yang khas dan memperkaya pengalaman kuliner.

Dalam buku The Flavor of Arabia karya Samar Haddad disebutkan bahwa air mawar merupakan salah satu bahan penting dalam tradisi kuliner Arab, tidak hanya sebagai penyedap, tetapi juga sebagai simbol kemewahan dan keramahan.

Dukungan Pemerintah dan Transformasi Ekonomi

Seiring meningkatnya permintaan global, pemerintah Arab Saudi melalui berbagai program terus mendorong pengembangan industri mawar Taif.

Program seperti pengembangan pedesaan berkelanjutan dan dukungan finansial bagi petani menjadi bagian dari strategi besar dalam diversifikasi ekonomi.

Selain itu, pelatihan teknologi distilasi modern dan pengembangan produk turunan juga diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

Upaya ini sejalan dengan visi besar transformasi ekonomi nasional yang berfokus pada sektor non-minyak.

Baca juga: Megaproyek The Line NEOM: Kota Futuristik Tanpa Jalan di Arab Saudi

Dampak pada Pariwisata dan Pengakuan Dunia

Musim panen mawar juga membawa dampak signifikan pada sektor pariwisata. Kebun-kebun mawar di Taif kini menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung proses panen dan penyulingan.

Para pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga belajar tentang tradisi lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini menjadikan mawar Taif sebagai daya tarik budaya sekaligus ekonomi.

Pada tahun 2024, tradisi budidaya mawar Taif mendapatkan pengakuan global dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Pengakuan ini menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai budaya yang tinggi.

Lebih dari Sekadar Bunga

Bagi masyarakat Taif, mawar bukan sekadar tanaman atau komoditas pertanian. Ia adalah simbol identitas, warisan budaya, sekaligus sumber kehidupan.

Setiap musim semi, proses panen bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga perayaan kolektif yang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Aroma mawar yang memenuhi udara menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, tradisi masih memiliki tempat yang penting. Ia menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara budaya dan inovasi.

Dengan segala potensinya, mawar Taif tidak hanya memperkaya ekonomi lokal, tetapi juga menghadirkan inspirasi global tentang bagaimana sebuah tradisi dapat bertahan dan berkembang di tengah modernitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kehidupan di Alam Barzah, Simak Penjelasan Ulama tentang Kondisi Manusia di Alam Kubur
Kehidupan di Alam Barzah, Simak Penjelasan Ulama tentang Kondisi Manusia di Alam Kubur
Aktual
Hukum Menanam Tanaman di Atas Makam: Benarkah Bisa Ringankan Siksa Kubur?
Hukum Menanam Tanaman di Atas Makam: Benarkah Bisa Ringankan Siksa Kubur?
Aktual
Hadits Nabi Tegaskan Bahaya Mendoakan Keburukan, Salah Satu Doa yang Dilarang dalam Islam
Hadits Nabi Tegaskan Bahaya Mendoakan Keburukan, Salah Satu Doa yang Dilarang dalam Islam
Doa dan Niat
Berawal dari Surat Nabi, Ini Kisah Tragis 'Robeknya' Kerajaan Persia
Berawal dari Surat Nabi, Ini Kisah Tragis 'Robeknya' Kerajaan Persia
Aktual
Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April
Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April
Aktual
Raja Persia Robek Surat Nabi, Ini Isi dan Kisah Lengkapnya
Raja Persia Robek Surat Nabi, Ini Isi dan Kisah Lengkapnya
Aktual
Bukan Sekadar Pilihan, Menjauhi Orang Toxic Ternyata Perintah Allah
Bukan Sekadar Pilihan, Menjauhi Orang Toxic Ternyata Perintah Allah
Aktual
Tulisan Barakallah Fii Umrik yang Benar: Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Tulisan Barakallah Fii Umrik yang Benar: Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Aktual
Masyaallah Tabarakallah: Tulisan Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Masyaallah Tabarakallah: Tulisan Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Aktual
Doa Thawaf Lengkap 7 Putaran dan Doa Setelah Thawaf
Doa Thawaf Lengkap 7 Putaran dan Doa Setelah Thawaf
Doa dan Niat
Tulisan Assalamualaikum yang Benar, Lengkap Arab dan Maknanya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar, Lengkap Arab dan Maknanya
Aktual
Doa-doa di Makkah Al-Mukarramah: Bacaan Arab, Arti, dan Keutamaannya bagi Jemaah Haji
Doa-doa di Makkah Al-Mukarramah: Bacaan Arab, Arti, dan Keutamaannya bagi Jemaah Haji
Doa dan Niat
Wamenhaj Pastikan Biaya Haji Tetap Terjaga di Tengah Kenaikan Harga Avtur
Wamenhaj Pastikan Biaya Haji Tetap Terjaga di Tengah Kenaikan Harga Avtur
Aktual
Bacaan Talbiyah Haji & Salawat: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Talbiyah Haji & Salawat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Niat Ihram dan Doa Haji: Arab, Latin, Arti, dan Kemudahan bagi Jemaah
Niat Ihram dan Doa Haji: Arab, Latin, Arti, dan Kemudahan bagi Jemaah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com