Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Outfit Lebaran Idul Adha 2026: Dari Shalat Id hingga Nonton Kurban, Hindari Warna Mencolok

Kompas.com, 6 April 2026, 10:27 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Lebaran Idul Adha 2026 bukan hanya soal ibadah dan berbagi, tetapi juga momen tampil rapi dan nyaman seharian.

Mulai dari shalat Id di pagi hari hingga menyaksikan penyembelihan hewan kurban, pilihan outfit yang tepat menjadi kunci agar tetap percaya diri tanpa mengorbankan kenyamanan.

Tren Earth Tone & Siluet Bersih

Tahun ini, tren modest fashion Idul Adha mengarah pada gaya yang lebih simpel namun elegan.

Warna earth tone seperti sage green, krem, mocha, hingga terracotta mendominasi karena memberi kesan hangat dan menenangkan.

Baca juga: Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone

Untuk wanita, setelan linen atau tunik A-line menjadi favorit. Bahannya ringan dan menyerap keringat, cocok untuk aktivitas padat dari pagi hingga sore.

Sentuhan layering ringan seperti outer tipis atau vest juga bisa menambah dimensi tanpa terasa gerah.

Gaya Pria: Tradisional Bertemu Modern

Untuk pria, pilihan outfit tetap mengedepankan kesan bersih dan santun. Gaya klasik seperti sarung dan baju koko putih tulang masih jadi andalan saat shalat Id.

Namun, bagi yang ingin tampil lebih modern, kurta slim fit atau tunik bernuansa navy dan olive semakin populer. Gaya ini memberi kesan rapi, profesional, tapi tetap santai untuk suasana Lebaran.

Alas Kaki Nyaman untuk Aktivitas Seharian

Idul Adha identik dengan banyak aktivitas, mulai dari silaturahmi hingga ke lokasi kurban. Karena itu, alas kaki tidak boleh diabaikan.

Sandal slip-on berbahan EVA yang empuk cocok untuk mobilitas tinggi, sementara sandal platform bisa jadi pilihan stylish tanpa mengorbankan kenyamanan. Pilih warna netral agar mudah dipadukan dengan outfit.

Catatan Penting Saat Nonton Kurban

Saat berada di lokasi penyembelihan, ada satu hal unik yang perlu diperhatikan: hindari warna mencolok seperti merah atau oranye.

Warna-warna tersebut dapat memicu stres pada hewan kurban. Sebaiknya gunakan warna netral atau lembut agar suasana tetap tenang dan proses berjalan lancar.

Baca juga: Bingung Pilih Outfit HalalbiHalal? 4 Inspirasi Dress Simple nan Elegan Ini Bikin Tampil Fresh Seketika

Kunci Outfit Idul Adha 2026

Secara keseluruhan, gaya Lebaran Idul Adha tahun ini menekankan pada:

  • Kenyamanan bahan: katun organik & linen blend
  • Warna adem: earth tone & pastel
  • Desain simpel: clean silhouette
  • Fungsional: cocok dari shalat Id hingga aktivitas kurban

Dengan kombinasi tersebut, Anda bisa tetap tampil stylish sekaligus leluasa menjalani seluruh rangkaian ibadah dan kebersamaan di hari raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Aktual
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Aktual
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Aktual
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Aktual
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Aktual
MUI Kritik Wacana 'War Ticket' Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
MUI Kritik Wacana "War Ticket" Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
Aktual
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Aktual
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
Aktual
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Doa dan Niat
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Aktual
Jemaah Kini Bisa Beli Oleh-oleh Haji via Aplikasi, Ini Cara Aksesnya
Jemaah Kini Bisa Beli Oleh-oleh Haji via Aplikasi, Ini Cara Aksesnya
Aktual
Skema Haji 2026 Boyolali Berubah, Petugas Haji akan Fokus Layanan Umum dan Kesehatan
Skema Haji 2026 Boyolali Berubah, Petugas Haji akan Fokus Layanan Umum dan Kesehatan
Aktual
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Aktual
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com