Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trend Warna Baju Lebaran 2026: Butter, Sage Green hingga Emerald Jadi Favorit, Earth Tone Diprediksi Dominan

Kompas.com, 6 Maret 2026, 17:47 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tren busana muslim selalu menjadi perhatian banyak orang.

Tahun ini, trend warna baju lebaran 2026 diprediksi menghadirkan nuansa yang lebih lembut, elegan, dan menenangkan.

Pantauan di pusat grosir seperti Tanah Abang serta prediksi sejumlah pengamat fashion menunjukkan bahwa warna-warna alami dan lembut akan mendominasi koleksi busana

Lebaran tahun depan. Mulai dari warna butter yang sedang viral hingga kemewahan earth tone, semuanya menghadirkan kesan anggun namun tetap modern.

Baca juga: Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit

Warna Baju Lebaran 2026 yang Trending

Berikut beberapa trend warna baju lebaran 2026 yang diprediksi paling populer.

1. Warna Butter yang Sedang Viral

Salah satu warna yang mulai ramai terlihat di pasar busana muslim adalah butter.

Warna ini merupakan turunan dari kuning lembut atau *soft yellow* yang memberikan kesan cerah namun tetap kalem. Butter banyak diaplikasikan pada gamis, tunik, hingga setelan keluarga.

Selain terlihat segar, warna ini juga cocok untuk berbagai warna kulit sehingga menjadi favorit bagi mereka yang ingin tampil berbeda saat Lebaran.

Trend warna Baju Lebaran 2026: Warna Butter yang Sedang Viral.Ilustrasi dibuat AI Trend warna Baju Lebaran 2026: Warna Butter yang Sedang Viral.

2. Earth Tone Jadi Tren Utama

Tahun 2026 juga diprediksi akan didominasi oleh warna earth tone, yaitu warna-warna yang terinspirasi dari alam dan memberikan kesan hangat serta menenangkan.

Beberapa warna earth tone yang diperkirakan populer antara lain:

  • Beige, Moka, dan Cream – memberi kesan bersih dan elegan
  • Sage Green – warna hijau lembut yang terlihat anggun
  • Cokelat muda – tampilan dewasa dan natural

Selain itu ada juga warna Cloud Dancer, yaitu putih gading dengan sentuhan vanila lembut. Warna ini sangat cocok dipakai saat salat Idul Fitri karena memberikan kesan bersih, sederhana, namun tetap terlihat premium.

Trend Warna Baju Lebaran 2026: Earth Tone Jadi Tren Utama.Ilustrasi dibuat AI Trend Warna Baju Lebaran 2026: Earth Tone Jadi Tren Utama.

3. Emerald dan Burgundy untuk Tampilan Mewah

Bagi yang ingin tampil lebih mencolok namun tetap elegan, beberapa warna bold diprediksi tetap menjadi tren.

Salah satunya adalah Emerald Green (hijau zamrud) yang dikenal mampu membuat wajah terlihat lebih segar, terutama pada kulit sawo matang.

Baca juga: Lebaran 2026 Diramaikan Tren “Quiet Luxury”, Warna Bumi dan Gaya Eco-Chic Jadi Primadona

Selain emerald, warna klasik seperti:

  • Burgundy
  • Mahogeni
  • Mocha

juga masih banyak diminati karena memberikan kesan dewasa dan berkelas.

Untuk kombinasi yang lebih feminin, perpaduan Mauve, Mocha, dan Gold bisa menjadi pilihan yang elegan.

Trend Warna Baju Lebaran 2026: Emerald dan Burgundy untuk Tampilan Mewah.Ilustrasi dibuat AI Trend Warna Baju Lebaran 2026: Emerald dan Burgundy untuk Tampilan Mewah.

4. Konsep Quiet Luxury Mulai Digemari

Tren busana Lebaran 2026 tidak hanya soal warna, tetapi juga konsep gaya yang dikenal sebagai quiet luxury.

Konsep ini menekankan pada tampilan sederhana namun terlihat mahal melalui pemilihan bahan berkualitas.

Beberapa bahan yang diprediksi populer antara lain:

  • Katun Toyobo – tampilan matte elegan dan tidak mudah kusut
  • Satin Velvet – memberikan efek glowing dan jatuh indah
  • Katun Bordir (Cutball) – karakter klasik yang timeless

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Outfit Serasi Sekeluarga Jadi Pilihan, Warna Sage hingga Maroon Mendominasi

Dengan perpaduan warna lembut dan bahan berkualitas, busana Lebaran tidak hanya terlihat modis tetapi juga nyaman dipakai untuk berbagai acara silaturahmi.

Trend Warna Baju Lebaran 2026: Konsep Quiet Luxury Mulai Digemari.Ilustrasi dibuat AI Trend Warna Baju Lebaran 2026: Konsep Quiet Luxury Mulai Digemari.

Tren Lebaran Lebih Elegan dan Personal

Melihat perkembangan tren ini, trend warna baju lebaran 2026 cenderung mengarah pada gaya yang lebih elegan, hangat, dan natural.

Warna lembut seperti butter dan sage green cocok untuk tampilan minimalis, sementara emerald dan burgundy memberi sentuhan mewah bagi yang ingin tampil lebih berani.

Baca juga: Gamis Lebaran 2026, Rekomendasi Warna, Model, dan Bahan Favorit

Dengan memahami tren warna sejak sekarang, Anda bisa mulai merencanakan busana Lebaran yang tidak hanya stylish tetapi juga tetap nyaman dipakai sepanjang hari raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Aktual
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar