Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran 2026: Outfit Serasi Sekeluarga Jadi Pilihan, Warna Sage hingga Maroon Mendominasi

Kompas.com, 28 Februari 2026, 09:33 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Lebaran 2026 diprediksi menghadirkan tren busana yang lebih hangat, personal, dan penuh makna. Jika sebelumnya gaya individual lebih menonjol, tahun ini keluarga menjadi pusat perhatian.

Outfit serasi sekeluarga atau coordinated family outfits diprediksi menjadi tren utama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Lebaran bukan sekadar momen tampil rapi saat salat Id. Ia adalah perayaan kebersamaan setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.

Tak heran jika pilihan busana kini tak hanya soal gaya, tetapi juga tentang membangun kesan harmonis dan menciptakan kenangan lewat potret keluarga.

Outfit Serasi Sekeluarga Jadi Sorotan

Tren 2026 menunjukkan bahwa keluarga tak lagi harus mengenakan pakaian yang identik. Kuncinya adalah harmoni warna dan siluet.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Keluarga 2026: Warna Sage hingga Butter Yellow

Satu palet warna yang sama, bahan serupa, atau detail desain yang senada sudah cukup menciptakan tampilan kompak tanpa terlihat berlebihan.

Konsep ini terasa semakin relevan di era media sosial, ketika momen Lebaran diabadikan dan dibagikan. Tampilan yang selaras membuat foto keluarga terlihat lebih estetik sekaligus hangat.

Tren Baju Lebaran 2026 untuk Perempuan: Flowing dan Elegan

Busana perempuan diprediksi tetap didominasi siluet longgar dan jatuh yang anggun. Abaya panjang, jalabiya, hingga kaftan modern menjadi pilihan favorit karena nyaman digunakan dari pagi hingga malam.

Warna-warna lembut seperti beige, cream, sage green, dan pastel dusty diperkirakan populer untuk tampilan siang hari. Sementara itu, maroon, navy, dan emerald green memberi kesan lebih mewah untuk acara silaturahmi sore hingga malam.

Detail seperti bordir halus, lipit lembut, serta tekstur kain ringan menjadi penegas kesan elegan tanpa menghilangkan nilai modest fashion.

Tren Baju Lebaran 2026 untuk Pria: Simpel tapi Berkelas

Untuk pria, busana tradisional berpotongan longgar tetap menjadi pilihan utama. Warna putih, beige, dan abu-abu muda masih menjadi favorit untuk salat Id karena memberi kesan bersih dan klasik.

Namun, untuk acara keluarga, warna lebih tegas seperti biru tua, charcoal, atau maroon mulai diminati. Potongan yang ringan dan bahan breathable menjadi pertimbangan utama agar tetap nyaman sepanjang hari.

Dalam konsep outfit keluarga, pria bisa mengenakan warna utama atau turunan dari palet yang sama agar tetap terlihat selaras.

Anak-Anak dan Bayi: Nyaman tapi Tetap Festif

Lebaran selalu identik dengan keceriaan anak-anak. Tren 2026 menekankan pentingnya bahan lembut dan desain yang tidak membatasi gerak.

Anak perempuan bisa mengenakan mini dress bernuansa kaftan atau gamis ringan dengan bordir sederhana. Anak laki-laki tampil rapi dengan baju koko panjang berbahan adem.

Untuk bayi, pilihan warna lembut dan desain praktis menjadi prioritas. Outfit yang mudah dipakai dan diganti membuat orang tua lebih nyaman saat menghadiri acara keluarga.

Palet Warna Favorit Lebaran 2026

Pemilihan tema warna menjadi kunci tampilan keluarga yang harmonis. Beberapa warna yang diprediksi mendominasi Lebaran 2026 antara lain:

  • Maroon dan deep red untuk kesan elegan dan hangat
  • Cream dan beige untuk tampilan timeless
  • Sage green dan olive untuk nuansa natural
  • Biru lembut hingga navy untuk kesan tenang
  • Earth tone seperti cokelat muda dan terracotta

Alih-alih mengenakan warna yang sama persis, keluarga cukup memilih spektrum warna yang saling melengkapi.

Modest Fashion Tetap Jadi Fondasi

Meski tampil lebih stylish, prinsip kesopanan tetap menjadi dasar busana Lebaran. Siluet longgar, potongan tertutup, serta bahan yang nyaman tetap menjadi standar utama.

Dekorasi dan detail sebaiknya bersifat mempercantik, bukan mendominasi. Keseimbangan antara kesederhanaan dan perayaan menjadi ciri khas tren tahun ini.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 14 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah dan Glowing

Tidak semua keluarga merayakan Lebaran dengan cara yang sama. Ada yang menghabiskan waktu di rumah, ada pula yang berkunjung ke banyak tempat.

Untuk agenda santai di rumah, warna terang dan desain simpel sudah cukup. Sementara untuk acara besar atau undangan resmi, pilihan warna lebih dalam dan detail lebih kaya bisa menjadi opsi.

Lebaran 2026 diprediksi bukan hanya tentang tampil modis, tetapi tentang memperkuat ikatan keluarga melalui pilihan busana yang selaras. Ketika kenyamanan, kesopanan, dan estetika berpadu, momen Idul Fitri terasa lebih hangat dan bermakna.

Sebab pada akhirnya, yang paling diingat bukan hanya pakaian yang dikenakan, tetapi kebersamaan yang tercipta di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Aktual
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Aktual
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Aktual
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Aktual
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Aktual
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aktual
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Aktual
 Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Aktual
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram,  Jemaah Haji Wajib Tahu
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com