KOMPAS.com – Lebaran bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali pada fitrah. Di hari yang sarat makna itu, keluarga berkumpul, saling memaafkan, dan merayakan kebersamaan dalam balutan busana terbaik.
Tradisi mengenakan pakaian indah saat Idul fitri telah lama menjadi bagian dari syiar kebahagiaan umat Islam.
Dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memakai pakaian terbaik dan bersih saat hari raya.
Anjuran ini bukan semata soal penampilan, tetapi simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap hari kemenangan.
Kini, konsep tersebut diterjemahkan dalam tren baju Lebaran keluarga yang semakin matang: serasi, elegan, tetap santun, dan nyaman dipakai dari pagi hingga malam.
Lantas, seperti apa rekomendasi baju Lebaran keluarga yang kekinian dan tetap berkelas di 2026?
Baca juga: Ide Jajanan Lebaran 2026 untuk Suguhan Tamu yang Paling Dicari
Busana Muslim ideal tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memenuhi kaidah syariat. Dalam buku Fashion Muslimah: Gaya Berbusana Sesuai Syariat karya Sinta Yudisia ditegaskan bahwa pakaian Muslimah seharusnya menutup aurat, tidak berlebihan, dan tetap menghadirkan nilai estetika.
Prinsip inilah yang menjadi fondasi tren modest wear modern. Keluarga masa kini cenderung memilih baju couple Lebaran yang kompak dalam warna dan konsep, namun tetap memberi ruang pada karakter masing-masing anggota keluarga.
Keserasian tidak lagi dimaknai sebagai seragam yang kaku, melainkan harmoni visual yang lembut dan elegan.
Baca juga: Tren Gamis Putih Lebaran 2026, Clean Look Elegan untuk Sholat Id
Pemilihan warna menjadi kunci utama dalam menentukan kesan keseluruhan. Selain mengikuti tren, banyak keluarga kini mempertimbangkan psikologi warna agar tampilan terasa lebih bermakna.
Rekomendasi baju keluarga sage greenAyah dapat mengenakan koko polos potongan slim fit, ibu memakai gamis brokat flowy, sementara anak-anak menggunakan model sederhana berbahan katun premium atau linen ringan agar tetap nyaman bergerak.
Dalam perspektif psikologi warna, sebagaimana dijelaskan Faber Birren dalam Color Psychology and Color Therapy, warna hijau lembut identik dengan ketenangan dan keseimbangan emosional. Tak heran jika sage green kerap dipilih untuk momen keluarga yang hangat.
Rekomendasi baju lebaran keluarga broken whiteIbu dapat memilih gamis dengan bordir emas halus di bagian lengan, ayah mengenakan koko putih dengan detail list minimalis, sementara anak-anak tetap dalam potongan simpel.
Konsep ini sangat relevan dengan semangat Idul fitri yang sarat refleksi dan pembaruan diri.
Rekomendasi baju lebaran keluarga coklat susuEarth tone juga bersifat timeless. Artinya, busana masih dapat digunakan kembali untuk acara formal lainnya tanpa terlihat usang oleh tren.
Warna butter yellow jadi ide warna seragam lebaran keluarga (AI)Ibu bisa memilih gamis dengan potongan A-line berbahan satin matte atau crinkle airflow agar jatuhnya ringan.
Ayah mengenakan koko polos dengan tekstur linen tipis, sementara anak-anak memakai model kasual agar tetap aktif.
Warna ini sangat cocok untuk sesi foto keluarga karena pantulannya terlihat cerah namun tidak menyilaukan, baik di dalam maupun luar ruangan.
Bagi keluarga yang ingin tampil berbeda dari warna-warna umum Lebaran, monokrom hitam dan abu bisa menjadi pilihan.
Kuncinya terletak pada material. Pilih bahan ringan seperti wolfis premium atau satin matte agar tidak terasa berat.
Tambahkan aksen silver atau tekstur halus untuk memberi dimensi visual. Konsep ini menghadirkan kesan modern dan fashionable tanpa meninggalkan kesantunan.
Baca juga: Butter Yellow Jadi Tren Warna Lebaran, Cocok untuk Seragam Keluarga
Selain warna, siluet dan detail desain juga menjadi perhatian.
Cocok untuk berbagai bentuk tubuh, memberi efek ramping dan tetap sopan.
Potongan rapi dengan detail minimal membuat ayah tampil segar dan elegan.
Beberapa keluarga mulai memasukkan elemen tenun atau bordir etnik sebagai aksen, sejalan dengan tren global yang mengangkat identitas budaya dalam desain modern.
Rompi atau outer ringan memberi dimensi tanpa terlihat ramai.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 14 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah dan Glowing
Lebaran identik dengan mobilitas tinggi, dari Sholat Id hingga silaturahmi ke berbagai rumah kerabat. Karena itu, bahan menjadi faktor penting.
Katun premium, linen ringan, ceruty babydoll, hingga wolfis grade A menjadi pilihan favorit karena breathable dan tidak mudah kusut.
Beberapa produsen bahkan mulai menghadirkan material dengan perlindungan UV, relevan untuk iklim tropis seperti Indonesia.
Tren boleh berubah, tetapi makna Lebaran tetap sama: kembali pada kesederhanaan dan kebersihan hati. Busana hanyalah medium untuk mengekspresikan rasa syukur tersebut.
Baju Lebaran keluarga yang kekinian dan elegan bukan tentang tampil paling mencolok, melainkan tentang menghadirkan keserasian yang tulus.
Warna yang selaras, model yang nyaman, dan detail yang tidak berlebihan justru menjadi kunci.
Kini, pertanyaannya bukan lagi warna apa yang sedang tren, tetapi konsep mana yang paling merepresentasikan karakter keluarga Anda di hari kemenangan nanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang