Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran Keluarga 2026: Warna Sage hingga Butter Yellow

Kompas.com, 27 Februari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali pada fitrah. Di hari yang sarat makna itu, keluarga berkumpul, saling memaafkan, dan merayakan kebersamaan dalam balutan busana terbaik.

Tradisi mengenakan pakaian indah saat Idul fitri telah lama menjadi bagian dari syiar kebahagiaan umat Islam.

Dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memakai pakaian terbaik dan bersih saat hari raya.

Anjuran ini bukan semata soal penampilan, tetapi simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap hari kemenangan.

Kini, konsep tersebut diterjemahkan dalam tren baju Lebaran keluarga yang semakin matang: serasi, elegan, tetap santun, dan nyaman dipakai dari pagi hingga malam.

Lantas, seperti apa rekomendasi baju Lebaran keluarga yang kekinian dan tetap berkelas di 2026?

Baca juga: Ide Jajanan Lebaran 2026 untuk Suguhan Tamu yang Paling Dicari

Lebaran dan Etika Berbusana: Antara Syariat dan Estetika

Busana Muslim ideal tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memenuhi kaidah syariat. Dalam buku Fashion Muslimah: Gaya Berbusana Sesuai Syariat karya Sinta Yudisia ditegaskan bahwa pakaian Muslimah seharusnya menutup aurat, tidak berlebihan, dan tetap menghadirkan nilai estetika.

Prinsip inilah yang menjadi fondasi tren modest wear modern. Keluarga masa kini cenderung memilih baju couple Lebaran yang kompak dalam warna dan konsep, namun tetap memberi ruang pada karakter masing-masing anggota keluarga.

Keserasian tidak lagi dimaknai sebagai seragam yang kaku, melainkan harmoni visual yang lembut dan elegan.

Baca juga: Tren Gamis Putih Lebaran 2026, Clean Look Elegan untuk Sholat Id

Tren Warna Baju Lebaran Keluarga 2026

Pemilihan warna menjadi kunci utama dalam menentukan kesan keseluruhan. Selain mengikuti tren, banyak keluarga kini mempertimbangkan psikologi warna agar tampilan terasa lebih bermakna.

1. Sage Green: Lembut dan Modern

Rekomendasi baju keluarga sage greenAI Rekomendasi baju keluarga sage green
Sage green tetap menjadi primadona. Warna hijau keabu-abuan ini memberi kesan tenang, bersih, sekaligus kontemporer.

Ayah dapat mengenakan koko polos potongan slim fit, ibu memakai gamis brokat flowy, sementara anak-anak menggunakan model sederhana berbahan katun premium atau linen ringan agar tetap nyaman bergerak.

Dalam perspektif psikologi warna, sebagaimana dijelaskan Faber Birren dalam Color Psychology and Color Therapy, warna hijau lembut identik dengan ketenangan dan keseimbangan emosional. Tak heran jika sage green kerap dipilih untuk momen keluarga yang hangat.

2. Broken White dan Aksen Gold: Elegan Tanpa Berlebihan

Rekomendasi baju lebaran keluarga broken whiteAI Rekomendasi baju lebaran keluarga broken white
Putih selalu identik dengan kesucian. Dipadukan dengan sentuhan emas tipis, tampilannya berubah menjadi lebih mewah namun tetap sakral.

Ibu dapat memilih gamis dengan bordir emas halus di bagian lengan, ayah mengenakan koko putih dengan detail list minimalis, sementara anak-anak tetap dalam potongan simpel.

Konsep ini sangat relevan dengan semangat Idul fitri yang sarat refleksi dan pembaruan diri.

3. Earth Tone: Hangat dan Natural

Rekomendasi baju lebaran keluarga coklat susuAI Rekomendasi baju lebaran keluarga coklat susu
Mocca, beige, dan cokelat susu memberi kesan dewasa sekaligus menenangkan. Nuansa ini cocok untuk keluarga yang ingin tampil kalem tetapi tetap stylish.

Earth tone juga bersifat timeless. Artinya, busana masih dapat digunakan kembali untuk acara formal lainnya tanpa terlihat usang oleh tren.

4. Butter Yellow: Cerah yang Dewasa

Warna butter yellow jadi ide warna seragam lebaran keluarga (AI)(AI) Warna butter yellow jadi ide warna seragam lebaran keluarga (AI)
Butter yellow hadir sebagai alternatif warna cerah yang tetap lembut di mata. Tidak seterang kuning terang, namun cukup memberi kesan hangat dan optimistis.

Ibu bisa memilih gamis dengan potongan A-line berbahan satin matte atau crinkle airflow agar jatuhnya ringan.

Ayah mengenakan koko polos dengan tekstur linen tipis, sementara anak-anak memakai model kasual agar tetap aktif.

Warna ini sangat cocok untuk sesi foto keluarga karena pantulannya terlihat cerah namun tidak menyilaukan, baik di dalam maupun luar ruangan.

5. Monokrom Hitam dan Abu: Chic dan Berkelas

Bagi keluarga yang ingin tampil berbeda dari warna-warna umum Lebaran, monokrom hitam dan abu bisa menjadi pilihan.

Kuncinya terletak pada material. Pilih bahan ringan seperti wolfis premium atau satin matte agar tidak terasa berat.

Tambahkan aksen silver atau tekstur halus untuk memberi dimensi visual. Konsep ini menghadirkan kesan modern dan fashionable tanpa meninggalkan kesantunan.

Baca juga: Butter Yellow Jadi Tren Warna Lebaran, Cocok untuk Seragam Keluarga

Model Baju Lebaran Keluarga yang Sedang Diminati

Selain warna, siluet dan detail desain juga menjadi perhatian.

Gamis A-Line Minimalis

Cocok untuk berbagai bentuk tubuh, memberi efek ramping dan tetap sopan.

Koko Slim Fit Modern

Potongan rapi dengan detail minimal membuat ayah tampil segar dan elegan.

Set Couple dengan Sentuhan Wastra

Beberapa keluarga mulai memasukkan elemen tenun atau bordir etnik sebagai aksen, sejalan dengan tren global yang mengangkat identitas budaya dalam desain modern.

Layer dan Outer Serasi

Rompi atau outer ringan memberi dimensi tanpa terlihat ramai.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 14 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah dan Glowing

Material Adem untuk Aktivitas Seharian

Lebaran identik dengan mobilitas tinggi, dari Sholat Id hingga silaturahmi ke berbagai rumah kerabat. Karena itu, bahan menjadi faktor penting.

Katun premium, linen ringan, ceruty babydoll, hingga wolfis grade A menjadi pilihan favorit karena breathable dan tidak mudah kusut.

Beberapa produsen bahkan mulai menghadirkan material dengan perlindungan UV, relevan untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Harmoni dalam Perbedaan

Tren boleh berubah, tetapi makna Lebaran tetap sama: kembali pada kesederhanaan dan kebersihan hati. Busana hanyalah medium untuk mengekspresikan rasa syukur tersebut.

Baju Lebaran keluarga yang kekinian dan elegan bukan tentang tampil paling mencolok, melainkan tentang menghadirkan keserasian yang tulus.

Warna yang selaras, model yang nyaman, dan detail yang tidak berlebihan justru menjadi kunci.

Kini, pertanyaannya bukan lagi warna apa yang sedang tren, tetapi konsep mana yang paling merepresentasikan karakter keluarga Anda di hari kemenangan nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com