Editor
KOMPAS.com - Lebaran 2026 tinggal menghitung pekan. Jika beberapa tahun terakhir panggung mode Muslim didominasi bahan berkilau dan warna-warna pastel mencolok, kini arah tren bergeser ke gaya yang lebih tenang, elegan, dan membumi. Tema besar yang diprediksi menguasai Hari Raya tahun ini adalah “Eco-Chic & Earthy Tone” dengan sentuhan quiet luxury.
Alih-alih tampil glamor berlebihan, masyarakat kini cenderung memilih busana yang terlihat sederhana namun berkelas. Fokusnya bukan lagi pada payet atau kilau mencolok, melainkan kualitas bahan, presisi jahitan, dan harmoni warna.
Salah satu warna yang disebut-sebut menjadi bintang Lebaran 2026 adalah Butter Yellow. Nuansanya hangat, bersih, dan segar tanpa terlihat mencolok. Warna ini memberi efek kilau alami yang membuat penampilan tampak hidup, apalagi saat berfoto bersama keluarga.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Outfit Serasi Sekeluarga Jadi Pilihan, Warna Sage hingga Maroon Mendominasi
Perpaduan Butter Yellow dengan Mahogany juga diprediksi populer. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan antara kesan bold dan soft, sehingga tampak mewah namun tetap lembut di mata. Selain itu, warna seperti Terracotta, Deep Ocean Blue, hingga nuansa bumi klasik seperti Sand Beige, Mocca, dan Ivory akan banyak menghiasi etalase toko.
Palet warna yang menghangatkan ini bukan hanya nyaman dipandang, tetapi juga terasa lebih “timeless” dan mudah dipadukan untuk berbagai usia.
Untuk pria, baju koko 2026 meninggalkan potongan lurus yang monoton. Gaya minimalis modern dengan detail halus seperti garis tipis di bagian dada atau kancing tersembunyi menjadi pilihan utama.
Sentuhan etnik Nusantara juga kembali naik daun. Kombinasi kain tenun atau batik di bagian lengan dan kerah memberikan karakter kuat tanpa terlihat berlebihan. Tren oversize dan relaxed fit yang sebelumnya populer di streetwear kini merambah busana Muslim, menghadirkan kenyamanan ekstra saat harus bersilaturahmi seharian.
Di sisi wanita, abaya modifikasi mengalami kebangkitan. Kini tampil lebih fleksibel dengan teknik printing, detail renda halus, hingga potongan loose yang memberi kesan jenjang dan sopan.
Material menjadi sorotan utama. Bahan seperti linen premium dan serat nanas diminati karena teksturnya unik, adem di kulit, dan mendukung konsep ramah lingkungan. Gaya quiet luxury tercermin dari potongan bersih tanpa hiasan berlebihan, namun tetap memancarkan aura mewah lewat kualitas dan detail.
Konsep busana keluarga pun berevolusi. Jika dulu sarimbit identik dengan warna dan motif seragam persis, kini fokusnya bergeser pada koordinasi visual yang harmonis.
Misalnya, ayah mengenakan cokelat tua, ibu dengan tunik terracotta, dan anak-anak bernuansa krem. Perpaduan gradasi ini terasa lebih modern, dinamis, dan sangat estetik saat diabadikan untuk media sosial.
Baca juga: Tren Baju Lebaran Keluarga 2026: Warna Sage hingga Butter Yellow
Lebaran 2026 bukan sekadar soal mengikuti tren, melainkan menemukan busana yang merepresentasikan karakter pribadi sekaligus nyaman dipakai sepanjang hari. Dengan pendekatan eco-chic dan sentuhan quiet luxury, penampilan di Hari Raya tak hanya terlihat elegan, tetapi juga terasa lebih hangat, harmonis, dan relevan dengan semangat zaman.
Tahun ini, tampil mewah tak harus berkilau—cukup dengan warna bumi yang lembut dan kualitas yang berbicara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang