Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Negara Timur Tengah Tutup Ruang Udara, KUH Jeddah Bentuk Tim Darurat untuk Jemaah Umrah

Kompas.com, 1 Maret 2026, 05:16 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menutup ruang udara menyusul meningkatnya situasi keamanan regional.

Penutupan ini berdampak pada kedatangan dan keberangkatan penerbangan internasional, termasuk rute yang berkaitan dengan perjalanan jemaah umrah.

Pemerintah Indonesia memastikan kondisi di Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah langsung melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan.

Baca juga: Eskalasi Keamanan Timur Tengah Ganggu Penerbangan Umrah, 58.873 Jamaah Indonesia Terpantau

Negara yang menutup ruang udara meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Kebijakan ini diberlakukan untuk penerbangan masuk maupun keluar wilayah masing-masing negara.

Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Operasional dilakukan dengan penyesuaian mengikuti perkembangan situasi keamanan kawasan.

Pemerintah Pastikan Arab Saudi Aman

Pemerintah memastikan situasi dan kondisi di wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas umum masyarakat berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas serta memastikan kegiatan ibadah, termasuk umrah, tetap berjalan sesuai ketentuan.

Baca juga: Situasi Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

KUH Jeddah Antisipasi Jemaah Umrah Tertahan

Potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara dikhawatirkan menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara. KUH Jeddah bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bagi jemaah Indonesia.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif secara intensif.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Muhammad Ilham Effendy di Jeddah, Sabtu (28/2/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Tim tersebut bertugas melakukan pendampingan langsung, membantu koordinasi dengan maskapai, serta memastikan kebutuhan jemaah yang terdampak tetap terpenuhi.

Koordinasi dengan Maskapai dan Travel

KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah atau mitra travel di Arab Saudi.

Koordinasi dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dampak penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah terhadap perjalanan umrah.

Baca juga: Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pembatalan Penerbangan

Imbauan untuk WNI di Arab Saudi

KBRI Riyadh mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan.

WNI diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah terkait situasi keamanan serta kebijakan penerbangan di kawasan Timur Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com