Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mengingatkan jemaah haji Indonesia gelombang pertama agar mewaspadai suhu panas di Arab Saudi.
Kondisi cuaca ekstrem dinilai perlu diantisipasi sejak awal agar kesehatan jemaah tetap terjaga selama menjalankan ibadah.
Jemaah juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan memperhatikan asupan cairan tubuh.
Selain itu, layanan akomodasi dekat Masjid Nabawi mulai dirasakan jemaah dari kloter awal.
Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang pertama untuk mengantisipasi cuaca panas.
Kepala Daker (Kadaker) Madinah Khalilurrahman mengatakan jemaah juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi kesehatan.
Baca juga: Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Tambahan Jemaah Haji, Pelanggar Akan Ditindak
Dirinya mengimbau jemaah untuk menggunakan perlindungan diri seperti payung, kacamata, masker, alas kaki yang nyaman untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci.
"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit," kata Khalilurrahman dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menyarankan jemaah menggunakan tabir surya (sunscreen) serta pelembap bibir untuk melindungi tubuh dari paparan panas ekstrem.
Di sisi lain, kabar baik datang bagi jemaah dari lima kloter pertama yang mendapatkan fasilitas hotel dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi.
Jarak penginapan hanya sekitar 50 meter, sehingga memudahkan akses ibadah, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, termasuk untuk berziarah ke Raudhah.
Lebih dari 2.500 jemaah disebut mendapatkan akomodasi yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga mobilitas menuju area ibadah menjadi lebih ringan.
Selain itu, terdapat perubahan dalam layanan haji tahun ini, khususnya terkait kartu Nusuk.
Jika sebelumnya dibagikan setibanya di Arab Saudi, kini kartu tersebut sudah diterima jemaah sejak di Tanah Air.
Setibanya di hotel, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi penggunaan kartu tersebut.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary mengingatkan mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia, sehingga penting untuk menjaga kondisi fisik.
"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima sangat diperlukan agar jemaah dapat menjalani puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan baik.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Antisipasi Cuaca Panas di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung Hingga Tabir Surya”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang