Editor
KOMPAS.com - Qari asal Kalimantan Timur, Imranul Karim, berhasil meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kota Kazan, Rusia.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 22–25 April 2026 dan diikuti peserta dari 30 negara.
Prestasi ini menjadi kebanggaan Indonesia karena Imranul mampu mengungguli peserta dari negara-negara dengan tradisi tilawah kuat.
Baca juga: Indonesia Raih Juara I MTQ Internasional Al-Ameed 2026 di Irak, Qari Cilik dari NTB Ukir Prestasi
Kemenangan tersebut juga menegaskan kualitas qari Indonesia di tingkat dunia.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan capaian Imranul Karim merupakan prestasi membanggakan bagi daerah dan nasional.
"Kemenangan ini sangat prestisius mengingat Imranul berhasil mengungguli puluhan peserta dari 30 negara, termasuk negara-negara dengan tradisi tilawah yang kuat seperti Mesir, Iran, Turki, dan Malaysia," ujar Sri Wahyuni di Samarinda, Minggu (26/4/2026), seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Qari Asal Bogor Raih Juara II MTQ Internasional BRICS di Brasil
Ia menjelaskan, dari total 30 negara peserta, persaingan berlanjut hingga babak final yang menyisakan delegasi dari lima negara.
Imranul Karim yang mewakili Indonesia tampil menonjol di Cabang Tilawah atau seni baca Al Quran dengan raihan skor nyaris sempurna.
Pada akhirnya, ia berhasil mengalahkan pesaing kuat dari Iran dan negara lainnya.
"Kemenangan Imranul Karim di Rusia adalah kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Timur," katanya.
Sri Wahyuni menyebut keberhasilan tersebut bukan hal mengejutkan. Menurut dia, Imranul Karim selama ini dikenal sebagai qari yang kerap menorehkan prestasi di berbagai kompetisi.
Sebelumnya, pada awal 2025, Imranul juga sukses meraih gelar juara dalam ajang internasional yang digelar di Jakarta.
Selain Imranul, delegasi Indonesia lainnya dari Kalimantan Timur, Jumarlin, juga turut memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional setelah sebelumnya meraih juara kedua pada kompetisi di Kroasia.
Imranul Karim menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Timur.
"Alhamdulillah, saya mendapatkan rahmat yang luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Rudy Mas'ud, Bapak Wakil Gubernur Seno Aji, ibu sekda, LPTQ, dan seluruh masyarakat yang telah mendoakan. Gelar ini saya persembahkan untuk Kaltim dan Indonesia," ucapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui LPTQ menegaskan akan terus meningkatkan intensitas pembinaan qari dan qariah.
Keberhasilan Imranul Karim dan Jumarlin dinilai menjadi bukti bahwa pola pelatihan berkelanjutan di Kalimantan Timur mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global.
Dengan hasil ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al Quran terbaik di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang