Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Tak Biasa Haji KH Achmad Chalwani: Tulis Nama di Ka'bah!

Kompas.com, 29 April 2026, 12:18 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com — Sebuah kisah menarik datang dari pengalaman haji KH Achmad Chalwani yang mengungkap amalan tak biasa saat berada di Tanah Suci.

KH Achmad Chalwani membagikan cerita spiritual yang ia dapatkan langsung dari seorang ulama sepuh asal Semarang, yang hingga kini masih ia ingat dan amalkan saat berhaji ke tanah suci.

Kiai Achmad Chalwani menceritakan bahwa perjalanan hajinya yang pertama terjadi pada tahun 1990.

Saat itu, ia berangkat bersama ibunya dan secara tidak sengaja dipertemukan dengan sosok ulama karismatik yang dikenal sebagai Mbah Kiai Umar dari Kauman, Semarang.

“Mbah Umar itu punya pesantren tahfiz Al-Qur’an, santrinya digratiskan semua. Semua kebutuhan ditanggung beliau,” ungkap pengasuh pondok pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Doa Mustajab dari KH Achmad Chalwani agar Dimudahkan Berangkat Haji

Pertemuan itu menjadi awal dari pengalaman spiritual yang membekas.

KH Achmad Chalwani kemudian sowan dan memohon doa kepada Mbah Umar agar bisa kembali menunaikan ibadah haji di kemudian hari, sebagaimana sang kiai yang telah berkali-kali ke Tanah Suci.

Namun, jawaban yang ia terima justru tak biasa.

Kiai sepuh asal Semarang tersebut malah memberikan amalan agar bisa kembali lagi berhaji di tanah suci.

KH Achmad Chalwani bercerita saat dirinya bertemu KH Umar, Kiai Sepuh tersebut sudah berhaji lebih dari 20 kali.

“Mbah Umar bilang, nanti kalau kamu di Ka’bah, tulis saja namamu di Ka’bah atau di selambunya, pakai jari,” tutur KH Achmad Chalwani menirukan KH Umar Semarang.

Amalan tersebut sempat ia lakukan.

Saat berada di Ka’bah, ia menuliskan namanya, “Ahmad Chalwani”, menggunakan jari di dinding Ka’bah.

Namun, hasilnya seperti yang ia harapkan.

Berkat amalan tersebut KH Achmad Chalwani telah berhaji sebanyak 12 kali lebih.

“Ternyata saya berkali-kali haji, saya haji 12 kali lebih,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski demikian, ia tidak memaknai amalan tersebut secara harfiah sebagai jaminan.

Menurutnya, hal itu lebih sebagai simbol harapan dan doa agar Allah SWT memanggil kembali ke Tanah Suci.

“Semoga nanti kalau ke berhaji ingat menuliskan nama di Ka’bah atau di selambu,” kata Pengasuh Ponpes An-Nawawi

Perjalanan hajinya berlanjut.

Pada tahun 1992, ia kembali berangkat haji, bahkan dipercaya menjadi pembimbing jemaah ONH Plus bersama sejumlah kiai ternama dari berbagai daerah.

Pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan spiritualnya.

“Saya berangkat haji bareng sama KH Idris Lirboyo, bareng KH Zainuddin Ploso, bareng KH Nur Muhammad Purwokerto dan KH Nur Muhammad Iskandar Jakarta,” katanya

Dari pengalaman panjangnya, KH Achmad Chalwani menegaskan bahwa kunci utama untuk bisa kembali ke Tanah Suci bukan semata-mata amalan simbolis, tetapi keteguhan niat dan istikamah dalam beribadah.

Ia pun membagikan beberapa amalan yang bisa dilakukan sejak sekarang bagi yang memiliki keinginan berhaji.

Di antaranya adalah memperbanyak membaca Surat Al-Fatihah yang dihadiahkan kepada Nabi Ibrahim AS, serta doa “Allahumma ya Qadial Hajat”.

Baca juga: Doa Mustajab dari KH Achmad Chalwani agar Dimudahkan Berangkat Haji

Selain itu, ia juga menyarankan agar calon jemaah tidak ragu “menitipkan doa” kepada orang yang sedang berhaji.

“Kalau punya teman berangkat haji, bisa titip, minta dituliskan nama kita di Ka’bah pakai jari. Itu sebagai bentuk harapan dan doa,” ujarnya.

Kini, dengan masa tunggu haji yang bisa mencapai puluhan tahun, ia mengingatkan bahwa kesungguhan hati tetap menjadi faktor utama.

“Yang penting itu mantap. Niatnya kuat, ikhtiarnya jalan, doanya terus,” kata dia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar