Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haji 2026, Saudi Siapkan 700 Tenaga Medis dan 90 Ambulans di Madinah

Kompas.com, 30 April 2026, 12:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan keseriusannya dalam memastikan keselamatan jutaan jamaah.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah penguatan layanan kesehatan di Madinah, yang menjadi gerbang awal sekaligus tempat persinggahan penting sebelum dan sesudah puncak ibadah haji.

Dilansir dari The Islamic Information, Kamis (30/4/2026) otoritas kesehatan Saudi telah menyiapkan lebih dari 700 tenaga medis serta puluhan armada ambulans untuk mendukung layanan kesehatan selama musim haji berlangsung.

Baca juga: Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan

Madinah Jadi Titik Krusial Layanan Kesehatan Haji

Sebagai kota yang menaungi Masjid Nabawi, Madinah memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ribuan jamaah dari berbagai negara biasanya tiba lebih dulu di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Kondisi tersebut menjadikan Madinah sebagai salah satu titik dengan mobilitas jamaah tertinggi.

Aktivitas ibadah, ziarah, serta pergerakan antar lokasi dalam waktu bersamaan menuntut kesiapan layanan kesehatan yang optimal.

Dalam konteks ini, pendekatan preventif dan respons cepat menjadi dua hal yang sangat diutamakan.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi

Lebih dari 700 Tenaga Medis Disiagakan

Otoritas kesehatan Arab Saudi menempatkan lebih dari 700 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, hingga petugas tanggap darurat.

Mereka telah dibekali pelatihan khusus untuk menghadapi situasi khas selama musim haji, termasuk penanganan pasien dalam kondisi kerumunan besar.

Para tenaga medis ini bekerja dalam sistem shift selama 24 jam penuh. Skema ini memastikan bahwa layanan kesehatan tetap tersedia tanpa jeda, baik siang maupun malam.

Menurut kajian dalam buku Public Health in Mass Gatherings karya Ira M. Longini, pengelolaan kesehatan dalam kerumunan besar seperti haji membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang tinggi serta sistem layanan berkelanjutan. Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan yang bisa berdampak fatal.

90 Ambulans dan Layanan Udara Disiapkan

Selain tenaga medis, sebanyak 90 unit ambulans telah disebar di berbagai titik strategis, terutama di area dengan kepadatan jamaah tinggi.

Ambulans ini ditempatkan di jalur-jalur utama serta kawasan sekitar Masjid Nabawi untuk mempercepat proses evakuasi jika terjadi kondisi darurat.

Tidak hanya layanan darat, otoritas juga menyiagakan ambulans udara sebagai bagian dari sistem respons cepat.

Kehadiran ambulans udara menjadi solusi penting dalam situasi yang membutuhkan penanganan medis segera dengan akses yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

Baca juga: Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur

Pos Kesehatan di Titik Strategis

Sebagai pelengkap, sejumlah pos kesehatan didirikan di lokasi-lokasi yang sering menjadi pusat aktivitas jamaah.

Pos ini berfungsi sebagai layanan medis awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan berbasis komunitas, di mana akses cepat menjadi faktor utama dalam menekan risiko komplikasi penyakit.

Dalam buku Manajemen Pelayanan Kesehatan karya Azwar Azrul, disebutkan bahwa distribusi layanan kesehatan di titik strategis mampu meningkatkan efektivitas penanganan, terutama dalam kondisi darurat.

Layanan Berlangsung Sejak Dzulqa’dah hingga Muharram

Persiapan layanan kesehatan ini tidak hanya dilakukan saat puncak haji, tetapi sudah dimulai sejak bulan Dzulqa’dah 1447 Hijriah dan akan berlangsung hingga 15 Muharram 1448 Hijriah.

Rentang waktu ini mencakup seluruh tahapan perjalanan jamaah, mulai dari kedatangan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke negara masing-masing.

Dengan durasi yang panjang, sistem layanan kesehatan diharapkan mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko, termasuk kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit menular.

Baca juga: Arab Saudi Berikan Cuti Haji Berbayar hingga 15 Hari bagi Karyawan

Antisipasi Risiko di Tengah Jutaan Jamaah

Ibadah haji merupakan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia. Setiap tahunnya, jutaan jamaah dari berbagai latar belakang budaya dan kondisi kesehatan berkumpul dalam satu waktu dan tempat.

Dalam perspektif kesehatan global, situasi ini memiliki tantangan tersendiri. Risiko penyebaran penyakit, gangguan fisik akibat kelelahan, hingga kondisi darurat lainnya harus diantisipasi secara matang.

Oleh karena itu, kehadiran ratusan tenaga medis dan puluhan ambulans bukan sekadar angka, melainkan bagian dari sistem perlindungan yang dirancang untuk menjaga keselamatan jamaah.

Komitmen Pelayanan untuk Jamaah

Langkah yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga keselamatan dan kenyamanan jamaah.

Dengan dukungan tenaga medis yang memadai, armada ambulans yang siap siaga, serta fasilitas kesehatan yang tersebar, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.

Di sinilah peran layanan kesehatan menjadi sangat vital, sebagai penjaga agar setiap langkah ibadah dapat dijalani dengan aman hingga kembali ke tanah air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar