Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur

Kompas.com, 29 April 2026, 20:41 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang musim haji, kesiapan layanan bagi jutaan jamaah kembali menjadi perhatian utama pemerintah Arab Saudi.

Salah satu aspek krusial yang disorot adalah akomodasi, mengingat tempat tinggal menjadi penopang utama kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dalam konteks tersebut, Menteri Pariwisata Ahmed Al-Khateeb melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas perhotelan dan akomodasi sementara di Makkah.

Langkah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga di tengah lonjakan jumlah jamaah.

Meninjau Langsung Kesiapan di Lapangan

Dilansir dari Saudi Gazette, kunjungan tersebut mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap hotel, penginapan, hingga fasilitas akomodasi sementara yang disiapkan khusus selama musim haji.

Dalam peninjauan itu, Al-Khateeb mengevaluasi berbagai aspek penting, mulai dari prosedur operasional, standar layanan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap jamaah mendapatkan pengalaman tinggal yang aman, nyaman, dan layak.

Ia juga berinteraksi langsung dengan para petugas layanan di lapangan. Kehadiran tenaga kerja terlatih ini menjadi indikator penting keberhasilan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata religius.

Baca juga: Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa

Peran SDM: Kunci Layanan Berkualitas

Selain infrastruktur, kualitas pelayanan sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia.

Dalam kunjungan tersebut, Al-Khateeb menyoroti pentingnya pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja yang melayani jamaah.

Program pengembangan SDM yang dijalankan pemerintah Saudi bertujuan menciptakan tenaga profesional yang tidak hanya memahami aspek teknis pelayanan, tetapi juga nilai-nilai spiritual dalam melayani tamu Allah.

Dalam perspektif manajemen layanan, seperti dijelaskan dalam buku Service Management and Marketing karya Christian Grönroos, kualitas pengalaman pelanggan sangat dipengaruhi oleh interaksi langsung dengan penyedia layanan.

Hal ini relevan dengan konteks haji, di mana pelayanan bukan sekadar jasa, tetapi juga bagian dari ibadah.

Koordinasi dengan Investor dan Pelaku Industri

Kunjungan kerja ini juga mencakup pertemuan dengan investor dan operator akomodasi di Kamar Dagang Makkah.

Dalam forum tersebut, dibahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat koordinasi antar pihak.

Al-Khateeb menekankan bahwa penyedia layanan akomodasi memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya secara bisnis, tetapi juga secara moral dan nasional. Memberikan kenyamanan kepada jamaah berarti turut mendukung kelancaran ibadah mereka.

Diskusi ini juga membuka ruang kolaborasi untuk inovasi layanan, termasuk integrasi teknologi dan peningkatan standar operasional.

Baca juga: Jemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh ke Indonesia via Kargo, Berapa Tarifnya?

Lonjakan Kapasitas: Lebih dari 566.000 Tempat Tidur

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kunjungan tersebut adalah keberhasilan peningkatan kapasitas akomodasi di Makkah.

Melalui kebijakan baru, pemerintah berhasil menambah lebih dari 566.000 tempat tidur bagi jamaah haji.

Peningkatan ini didorong oleh implementasi layanan perizinan “Akomodasi Sementara”, yang memungkinkan optimalisasi berbagai fasilitas menjadi tempat tinggal yang memenuhi standar.

Langkah ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan klasik penyelenggaraan haji, yaitu keterbatasan ruang di tengah jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahun.

Penguatan Sistem Pengawasan dan Regulasi

Tidak hanya memperluas kapasitas, Kementerian Pariwisata juga mengambil alih tanggung jawab penuh dalam pengawasan sektor akomodasi jamaah di Makkah.

Melalui kehadiran kantor cabang kementerian di wilayah tersebut, pengawasan dilakukan secara berkelanjutan.

Sistem ini memungkinkan respons cepat terhadap berbagai kendala di lapangan, sekaligus memastikan standar layanan tetap konsisten.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep tata kelola destinasi modern yang menekankan integrasi antara regulasi, pengawasan, dan pelayanan publik.

Baca juga: 260 Jemaah dari Iran Mulai Tiba di Arab Saudi untuk Laksanakan Ibadah Haji

Perspektif Keagamaan: Melayani Jamaah sebagai Amanah

Dalam Islam, melayani tamu, terlebih jamaah haji, memiliki nilai yang sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan prinsip memuliakan tamu yang diajarkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku Fiqh al-Ibadat karya Yusuf al-Qaradawi, dijelaskan bahwa ibadah haji bukan hanya ritual individu, tetapi juga melibatkan sistem sosial yang kompleks, termasuk pelayanan kepada jamaah.

Oleh karena itu, kualitas layanan akomodasi tidak bisa dipisahkan dari dimensi spiritual. Ia menjadi bagian dari upaya kolektif umat dalam memfasilitasi ibadah yang khusyuk.

Antara Infrastruktur dan Pengalaman Spiritual

Apa yang dilakukan pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa pengelolaan haji kini tidak lagi bertumpu pada aspek tradisional semata.

Ia telah berkembang menjadi sistem yang menggabungkan manajemen modern, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan.

Akomodasi bukan sekadar tempat beristirahat. Ia adalah ruang transisi bagi jamaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum menjalankan rangkaian ibadah di Masjidil Haram.

Menyambut Musim Haji dengan Standar Baru

Peninjauan yang dilakukan Ahmed Al-Khateeb menjadi gambaran bagaimana pemerintah Saudi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan haji dari tahun ke tahun.

Dengan kapasitas yang semakin besar, sistem yang lebih terintegrasi, serta sumber daya manusia yang semakin profesional, pengalaman jamaah diharapkan tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih bermakna.

Di tengah jutaan langkah yang akan mengarah ke Tanah Suci, setiap detail layanan menjadi penting.

Karena pada akhirnya, perjalanan haji bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan dukungan terbaik dari semua sisi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar