Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Embarkasi Haji YIA Jadi Tuai Pujian, Menhaj Sebut Bisa Jadi Model Percontohan Nasional

Kompas.com, 2 Mei 2026, 19:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Embarkasi Haji Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat perhatian dari Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf.

Model pemberangkatan jamaah calon haji melalui fasilitas hotel dinilai lebih efisien dan dapat menjadi percontohan nasional.

Konsep tersebut dianggap mampu mengurangi kebutuhan pembangunan asrama haji dengan biaya perawatan tinggi.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah, Sempat Shalat di Masjid Nabawi

Pemerintah juga mengingatkan jamaah untuk fokus menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji.

Menteri Haji Sebut Embarkasi YIA Bisa Jadi Model Nasional

Dilansir dari Antara, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyatakan keberhasilan operasional Embarkasi Haji YIA berpotensi dijadikan model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

Baca juga: PPIH Ungkap 3 Keringanan Fikih untuk Jemaah Haji Haid saat Tawaf Ifadah

Pernyataan itu disampaikan Irfan Yusuf saat melepas 357 calon haji Kloter 8 asal Bantul di Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), Jumat (1/5/2026) malam.

"Yogyakarta ini istimewa, karena menjadi yang pertama memberangkatkan jamaah calon haji melalui fasilitas hotel. Jika ini berhasil, akan saya jadikan model percontohan untuk daerah lain yang ingin membuka embarkasi tanpa harus membangun asrama haji yang mahal perawatannya," kata Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Sabtu (2/5/2026).

Presiden Titip Pesan untuk Jamaah Haji

Selain menyoroti inovasi embarkasi di DIY, Irfan juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto kepada para jamaah calon haji.

Presiden menitipkan pesan agar jamaah turut mendoakan keselamatan bangsa Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Terkait teknis pelaksanaan ibadah, kami mengimbau agar jamaah tidak melakukan aktivitas di luar agenda resmi, berkaca pada kejadian kelompok jamaah yang sempat tertahan di Jabal Magnet," katanya.

Ia juga meminta jamaah calon haji fokus menjalankan ibadah wajib dan tidak memaksakan ibadah sunah agar kondisi fisik tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji.

Sultan HB X Ingatkan Jamaah Jadi Duta Bangsa

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengapresiasi pelayanan Kementerian Haji dan Umrah kepada jamaah calon haji.

Menurut Sultan, kenyamanan dan keamanan jamaah menjadi hal penting di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

"Saya berharap jamaah calon haji dapat menjaga sikap dan perilaku sebagai duta bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur kita. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," harap KGPPA Paku Alam X.

Embarkasi YIA Dinilai Lebih Dekat dan Hemat Biaya

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko yang turut hadir dalam prosesi pelepasan mengatakan keberadaan embarkasi haji di YIA memberi kemudahan bagi masyarakat DIY.

Menurut dia, jamaah calon haji kini tidak perlu lagi berangkat melalui Solo sehingga biaya dan jarak perjalanan menjadi lebih efisien.

"Alhamdulillah, sekarang jamaah calon haji dari Bantul jauh lebih dekat dan murah, karena tidak perlu lagi berangkat melalui Solo. Ini adalah langkah maju yang sangat memudahkan masyarakat," katanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar