Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Tarif Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 5 Mei 2026, 21:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pelayanan bagi jemaah haji di Masjidil Haram terus ditingkatkan untuk mendukung kelancaran ibadah.

Salah satu fasilitas yang tersedia adalah layanan kursi roda dan mobil golf bagi jemaah yang mengalami kelelahan.

Layanan ini dapat dimanfaatkan langsung tanpa prosedur rumit. Kehadirannya menjadi solusi praktis bagi jemaah lansia maupun yang memiliki keterbatasan fisik.

Baca juga: Kartu Kendali Kursi Roda Diterapkan di Mekah, Jemaah Lansia Tak Perlu Khawatir

Layanan Kursi Roda untuk Jemaah yang Kelelahan

Kasi PKPPJH serta Lansia-Disabilitas PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, menjelaskan bahwa layanan pendorong kursi roda tersedia di dalam Masjidil Haram bagi jemaah yang mengalami kelelahan saat tawaf atau sa'i.

Layanan ini berbeda dengan sistem kartu kendali yang biasanya dikoordinasikan oleh petugas haji.

"Kalau yang di dalam Masjidil Haram, diperuntukkan bagi jemaah yang tengah melaksanakan ibadahnya terus kelelahan, sakit lutut, atau sakit kakinya," ujar dia kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram

Tarif Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf

Ridwan menyebut tarif layanan kursi roda dan mobil golf bagi jemaah bervariasi sesuai jenis layanan yang dipilih.

Tarif layanan untuk kursi roda:

  • Full umrah: 200 SAR (sekitar Rp 926.600)
  • Tawaf: 125 SAR (sekitar Rp 579.125)
  • Sa'i: 75 SAR (sekitar Rp 347.475)

Tarif layanan untuk mobil golf:

  • Full umrah: 200 SAR (sekitar Rp 926.600)
  • Tawaf: 100 SAR (sekitar Rp 463.300)
  • Sa'i: 100 SAR (sekitar Rp 463.300)

Adapun sistem pembelian tiket dirancang seperti stasiun modern untuk menjamin transparansi harga bagi jemaah dari berbagai negara.

Untuk memanfaatkan layanan ini, jemaah dapat membeli tiket melalui pembayaran tunai maupun aplikasi.

"Bisa tunai, bisa lewat aplikasi, harganya fixed 200 Riyal per orang untuk paket full umrah," terangnya.

Mobil Golf Berkapasitas Empat Orang

Berbeda dengan kursi roda yang hanya bisa digunakan satu orang, layanan mobil golf yang beroperasi di rooftop Masjidil Haram beroperasi dengan jalur khusus.

Ridwan menjelaskan satu unit mobil golf dapat menampung hingga empat orang, termasuk sopir. Namun, tarif tetap dihitung per individu.

"Ini bukan per mobil, tapi per orang. Jadi meskipun satu kendaraan bisa empat orang, tetap dihitung per penumpang," kata dia.

Salah satu pendorong kursi roda di Mekah, Arab Saudi menanti jemaah haji yang akan menggunakan jasanya. Pemerintah menerapkan Program Kartu Kendali sehingga jemaah haji, khususnya lansia dan disabilitas tak perlu khawatir risiko penipuan, pungutan liar, atau penelantaran dari jasa dorong kursi roda ilegal.KOMPAS.com/Phytag Kurniati Salah satu pendorong kursi roda di Mekah, Arab Saudi menanti jemaah haji yang akan menggunakan jasanya. Pemerintah menerapkan Program Kartu Kendali sehingga jemaah haji, khususnya lansia dan disabilitas tak perlu khawatir risiko penipuan, pungutan liar, atau penelantaran dari jasa dorong kursi roda ilegal.

Opsi Sewa Mandiri dan Harga Tetap

Selain layanan dengan pendorong, tersedia juga penyewaan kursi roda manual di lantai dua Masjidil Haram. Layanan ini tidak termasuk tenaga pendorong dan menggunakan skema harga tetap.

Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh jemaah yang ingin mendorong sendiri anggota keluarga, seperti orang tua, saat menjalankan tawaf atau sa'i.

Ridwan menegaskan, layanan jasa dorong di area sa'i maupun lantai dua Masjidil Haram umumnya resmi dan berada dalam pengawasan petugas keamanan, sehingga relatif aman digunakan.

Jemaah dapat langsung mengakses layanan ini tanpa perlu koordinasi dengan petugas haji. Prosesnya cukup dengan bernegosiasi dengan penyedia jasa di lokasi.

Kehadiran layanan dengan tarif tetap ini dinilai memudahkan jemaah dalam merencanakan kebutuhan biaya selama beribadah di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar