Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Forum Rois Syuriyah NU Jatim Usulkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren Lirboyo

Kompas.com, 7 Mei 2026, 17:22 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Forum Rois Syuriyah Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait pelaksanaan agenda organisasi, termasuk Muktamar ke-35 NU.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam forum yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Forum meminta PBNU melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 NU secara baik, bersih, transparan, serta berpedoman pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan seluruh peraturan perkumpulan.

Sementara itu, dilansir Antara, PBNU telah menetapkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan digelar pada 1-5 Agustus 2026, meski lokasi penyelenggaraannya belum diputuskan.

Baca juga: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar NU Digelar Awal Agustus 2026

PBNU tetapkan jadwal Muktamar Ke-35 NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 1-5 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan Muktamar NU dijadwalkan berlangsung selama lima hari.

"Insya Allah Muktamar NU akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus tahun 2026," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (7/5/2026), seperti ditulis Antara.

Meski jadwal sudah ditetapkan, PBNU belum memutuskan lokasi penyelenggaraan Muktamar.

Sejumlah daerah telah diusulkan menjadi tuan rumah Muktamar NU.

Namun, penentuan lokasi kegiatan masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan kemudahan akses, ketersediaan sarana dan prasarana, serta waktu persiapan yang dinilai pendek.

Baca juga: Gus Ipul Respons Desakan PWNU: Muktamar NU Agustus, Panitia Sudah Rampung

Forum minta Munas dan Konbes digelar transparan

Forum Rois Syuriyah NU se-Jawa Timur memohon kepada PBNU agar segera melaksanakan Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan menjunjung tinggi etika organisasi.

Forum menekankan, pelaksanaan agenda tersebut perlu berpedoman penuh pada AD/ART serta seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Agenda organisasi tersebut juga diminta mencerminkan kepatutan sebagai organisasi para ulama.

Forum menyatakan, Munas, Konbes, dan Muktamar perlu dijalankan secara baik, bersih, dan transparan.

PBNU diminta menggelar rapat pleno

Selain itu, Forum Rois Syuriyah NU se-Jawa Timur meminta PBNU segera menggelar rapat pleno sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes.

Rapat pleno dinilai penting sebagai bagian dari tahapan kelembagaan sebelum pengambilan keputusan strategis.

Forum juga meminta proses menuju Muktamar dilakukan dengan tata kelola organisasi yang tertib.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga marwah jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah

Sesepuh Mustasyar PBNU diminta dilibatkan

Dalam rekomendasinya, forum meminta PBNU melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU.

Pelibatan para sesepuh diminta dilakukan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan penting serta strategis menuju Muktamar.

Forum menilai, langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh.

Pelibatan Mustasyar PBNU juga diharapkan dapat menjaga kearifan dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.

Usulkan Muktamar digelar di pesantren

Forum Rois Syuriyah NU se-Jawa Timur juga menyoroti pentingnya pesantren dalam sejarah dan identitas Nahdlatul Ulama.

Forum menyebut NU sebagai pesantren besar, sementara pesantren merupakan NU kecil.

Berdasarkan pandangan tersebut, forum memohon agar Muktamar ke-35 diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren.

Pelaksanaan Muktamar di pesantren dinilai dapat meneguhkan kembali ruh, tradisi, dan nilai dasar perjuangan jam’iyyah.

Pondok Pesantren Lirboyo diusulkan jadi lokasi Muktamar

Forum juga mengusulkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Usulan tersebut didasarkan pada sejarah panjang Lirboyo dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

Pondok Pesantren Lirboyo dinilai memiliki kedekatan historis dengan tradisi keilmuan dan perjuangan NU.

Forum berharap usulan tersebut menjadi pertimbangan PBNU dalam menentukan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar