Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci

Kompas.com, 11 Mei 2026, 19:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Merauke harus menempuh perjalanan panjang untuk tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Rombongan jemaah menjalani dua kali penerbangan dengan transit di Jayapura sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makassar.

JCH 2026 asal Merauke tergabung dalam Kloter 29 Embarkasi Makassar dengan total 95 jemaah.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026

Mereka tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin (11/5/2026) setelah menempuh perjalanan udara yang cukup melelahkan.

Jemaah Haji Merauke Harus Transit di Jayapura

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, mengatakan perjalanan jemaah berlangsung cukup panjang karena harus berganti pesawat di Jayapura sebelum menuju Makassar.

Baca juga: Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna

“Dari Merauke ke Jayapura itu sekitar satu jam, kemudian transit satu jam setengah, baru lanjut lagi ke Makassar sekitar tiga jam. Jadi ada dua kali penerbangan,” katanya kepada Tribun Timur di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang.

Menurut Fauzun, sebelumnya jemaah dijadwalkan menggunakan penerbangan langsung dari Merauke menuju Makassar. Namun, penerbangan tersebut dibatalkan sehingga jemaah harus transit terlebih dahulu di Jayapura.

“Karena sebetulnya harusnya ada Merauke langsung Makassar, tapi dibatalkan. Alasannya kami tidak tahu,” ujarnya.

Pendamping Berupaya Jaga Kondisi Psikologis Jemaah Lansia

Di tengah perjalanan yang cukup panjang, pendamping haji dari pemerintah daerah dan provinsi terus berupaya menjaga kondisi psikologis jemaah, terutama kalangan lanjut usia atau lansia.

Fauzun mengatakan suasana yang nyaman dan bahagia penting diciptakan agar jemaah tetap tenang selama perjalanan menuju embarkasi.

“Kami selalu bilang bagaimana menciptakan suasana yang terus bahagia. Karena orang-orang di usia lanjut ini harus kita buat bahagia,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jemaah lansia selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Fauzun mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik.

Ia meminta jemaah mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting agar stamina tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Jemaah harus mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak diperlukan,” kata dia.

Selain menjaga kondisi tubuh, jemaah juga diimbau tetap kompak dan saling membantu selama menjalankan ibadah haji.

“Jemaah haji juga kita sampaikan untuk tetap kompak, jaga kekompakan antara satu dengan yang lain, karena kita juga harus saling melindungi,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul “2 Kali Naik Pesawat, Jamaah Haji Marauke Tempuh Perjalanan Panjang ke Asrama Haji Sudiang”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar