JEDDAH, KOMPAS.com- Di tengah hiruk pikuk Bandara King Abdulaziz Jeddah melayani jemaah haji, ada sejumlah orang yang berlalu lalang menyisir barang jemaah yang tertinggal di area bandara. Tim lost and found bandara, demikian tim tersebut biasa dikenal.
Tim terdiri dari 23 orang petugas PPIH Tusi Perlindungan Jemaah (Linjam) yang biasanya diisi personel TNI Polri. Dalam misi menemukan barang jemaah, mereka dibantu oleh tenaga penghubung Indonesia dan Arab Saudi.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) Abdul Rahim Rahmat mengungkapkan, barang-barang jemaah yang ditemukan akan dikembalikan ke tangan jemaah. Abdul Rahim menjelaskan mekanisme pelaporan hingga pengantaran barang jemaah yang tercecer.
Baca juga: Sholat Isyroq: Tata Cara, Niat, & Keutamaan Pahala Setara Haji & Umrah
Mulanya, tim menerima aduan barang hilang jemaah yang dilaporkan melalui ketua kloter. Selanjutnya tim lost and found menyisir dan memburu keberadaan barang jemaah, sesuai dengan lokasi yang dilaporkan.
Jika barang hilang di sekitar pesawat dan landasan, tim akan berkoordinasi dengan pihak maskapai. Sedangkan di luar area pesawat, biasanya barang tercecer ditemukan di toilet dan ruang tunggu haji.
"Yang menjadi tantangan kita adalah jika jemaah tersebut tidak tahu di mana lokasi barangnya hilang, namun tetap akan kita cari," kata Rahim, Rabu (13/5/2026).
Selama bertugas di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, tim telah menemukan 152 barang tercecer. Semua barang tersebut telah dikembalikan ke petugas Daker Madinah untuk diantarkan pada jemaah haji.
Sedangkan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, kata Rahim, barang jemaah yang tercecer tidak sebanyak yang ditemukan di Bandara Madinah.
"Mungkin karena jemaah gelombang dua ini juga waspada setelah kita keluarkan imbauan-imbauan terkait barang bawaan," katanya.
Setiap barang yang ditemukan di Bandara Jeddah akan diantarkan ke Daker Madinah. Seperti yang dilakukan oleh tim pada Selasa (12/5/2026). Mereka mengantarkan sejumlah barang tercecer ke Mekkah, tempat para jemaah gelombang dua berada.
Baca juga: Kemenhaj Temukan Dugaan Pelanggaran KBIHU soal Layanan Kursi Roda Jemaah Haji
Rahim mengungkap ada sejumlah barang jemaah yang dilaporkan tercecer. ID card dari embarkasi dan kartu nusuk jemaah menjadi yang paling sering dilaporkan tercecer.
"Untuk kartu nusuk biasanya karena ikatannya (tali pengait), setelah ditemukan, (talinya) kita ikat lebih kuat," kata dia.
Ada pula jemaah yang menitipkan barang-barangnya pada jemaah lain. Padahal dokumen penting seperti paspor dan nusuk sebaiknya tidak dititipkan, meski kepada keluarga.
"Dokumen-dokumen penting itu istilahnya harus menempel di badan, jangan dititipkan," katanya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.