Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hanya Puasa Arafah Saja, Apakah Tetap Dapat Pahala Dzulhijjah?

Kompas.com, 19 Mei 2026, 10:27 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Dzulhijjah selalu menghadirkan suasana spiritual yang berbeda bagi umat Islam. Pada bulan ke-12 dalam kalender Hijriah ini, jutaan muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Sementara bagi yang tidak berhaji, terdapat amalan-amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak pahala, salah satunya adalah puasa Dzulhijjah.

Namun di tengah anjuran berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah, muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan umat Islam, apakah boleh puasa Dzulhijjah hanya satu hari saja?

Pertanyaan ini kerap muncul terutama dari orang-orang yang memiliki keterbatasan kondisi fisik, pekerjaan berat, perempuan yang sedang mengalami haid, ibu menyusui, atau mereka yang baru mampu menjalankan puasa sunnah di hari-hari tertentu saja.

Lantas, bagaimana hukum dan penjelasan para ulama mengenai hal tersebut?

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Hanya Satu Hari?

Jawabannya adalah boleh dan tetap sah.

Puasa Dzulhijjah termasuk ibadah sunnah, bukan kewajiban. Artinya, seseorang tetap memperoleh pahala meskipun hanya mampu menjalankannya satu hari atau beberapa hari saja.

Anjuran puasa pada awal Dzulhijjah didasarkan pada sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satunya riwayat dari Ummul Mukminin Hafsah RA:

“Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari setiap bulan.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan puasa pada awal bulan Dzulhijjah. Namun tidak ada ketentuan yang mewajibkan puasa itu harus dilakukan penuh selama sembilan hari berturut-turut.

Keterangan serupa juga dijelaskan dalam berbagai kajian fikih kontemporer. Dalam penjelasan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, puasa Dzulhijjah tetap sah meskipun dilakukan hanya satu hari karena sifatnya sunnah tathawwu’ atau ibadah sunnah sukarela.

Dengan demikian, seseorang tetap bisa mendapatkan pahala puasa Dzulhijjah walaupun hanya melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah saja.

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Jadwal Lengkapnya

Mengapa Puasa Dzulhijjah Sangat Dianjurkan?

Keutamaan puasa Dzulhijjah tidak lepas dari kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang disebut sebagai hari-hari terbaik dalam Islam.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,” yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan hari-hari tersebut bahkan melebihi hari-hari lain dalam setahun karena di dalamnya berkumpul ibadah besar seperti haji, kurban, zikir, sedekah, dan puasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan karena termasuk amalan sunnah yang memiliki nilai pahala besar.

Sementara Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menyebutkan bahwa keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah terjadi karena berkumpulnya ibadah-ibadah pokok yang tidak ditemukan secara lengkap di waktu lain.

Jika Tidak Mampu 9 Hari, Hari Apa yang Paling Dianjurkan?

Bagi umat Islam yang tidak mampu menjalankan puasa penuh selama sembilan hari, ulama menganjurkan untuk mengutamakan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Oleh karena itu, meskipun seseorang hanya mampu berpuasa satu hari, maka puasa Arafah menjadi pilihan paling utama.

Selain Arafah, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah juga termasuk amalan yang banyak dilakukan umat Islam meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai kekuatan hadis khusus tentang keutamaannya.

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Hukum dan Ketentuannya

Apakah Puasa Dzulhijjah Harus Berurutan?

Tidak harus.

Puasa Dzulhijjah boleh dilakukan secara terpisah dan tidak wajib berurutan dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Misalnya seseorang hanya berpuasa tanggal 1, 3, dan 9 Dzulhijjah, maka puasanya tetap sah.

Hal ini karena puasa Dzulhijjah bukan puasa wajib seperti Ramadan yang memiliki aturan tertentu.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa puasa sunnah memiliki kelonggaran lebih luas dibanding puasa wajib.

Oleh karena itu, umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan kemampuan masing-masing.

Keutamaan Puasa di Awal Dzulhijjah

Banyak kitab dan literatur Islam menyebutkan keutamaan puasa pada awal Dzulhijjah. Meski sebagian riwayat mengenai keutamaan setiap harinya diperselisihkan tingkat kesahihannya, para ulama tetap membolehkan mengamalkannya dalam konteks fadha’ilul a’mal atau motivasi amal kebaikan.

Dalam buku Puasa Sepanjang Tahun karya Yunus Hanis Syam dijelaskan bahwa setiap hari pada awal Dzulhijjah memiliki nilai spiritual tersendiri.

Misalnya:

1. Puasa Hari Pertama Dzulhijjah

Disebut sebagai hari ketika Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS. Orang yang berpuasa di hari tersebut diharapkan memperoleh ampunan dosa.

2. Puasa Hari Kedua Dzulhijjah

Dikaitkan dengan keselamatan Nabi Yunus AS dari perut ikan.

3. Puasa Hari Ketiga Dzulhijjah

Disebut sebagai hari dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS.

4. Puasa Hari Keempat Dzulhijjah

Allah SWT akan hilangkan kesusahan dan kefakirannya di hari kiamat.

5. Puasa Hari Kelima Dzulhijjah

Akan terbebas dari sifat nifak dan siksa kubur.

6. Puasa Hari Keenam Dzulhijjah

Akan dipandang dengan penuh rahmat oleh Allah SWT dan tidak disiksa selamanya.

7. Puasa Hari Ketujuh Dzulhijjah

Allah SWT akan membuka 30 pintu kebaikan dan menghindarkan 30 pintu kesulitan.

8. Puasa Hari Kedelapan Dzulhijjah

akan diberikan pahala sebesar-besarnya oleh Allah SWT.

9. Puasa Hari Kesembilan Dzulhijjah

Dapat menebus dosa seseorang pada setahun yang lalu dan setahun yang akan datang jika ia berpuasa.

Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam lebih fokus pada dalil-dalil sahih mengenai keutamaan umum puasa Dzulhijjah dan tidak berlebihan dalam meyakini riwayat-riwayat lemah.

Baca juga: Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?

Penjelasan Ulama Tentang Puasa Dzulhijjah

Dalam buku Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan musim ketaatan yang sangat dicintai Allah SWT.

Ibnu Rajab menulis bahwa orang-orang saleh terdahulu sangat bersungguh-sungguh memanfaatkan awal Dzulhijjah dengan berbagai ibadah, termasuk puasa.

Sementara Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan bahwa puasa pada awal Dzulhijjah termasuk sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Namun Islam tetap memberikan kemudahan bagi orang yang tidak mampu menjalankannya secara penuh.

Niat Puasa Dzulhijjah

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah:

Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 1447 Hijriah:

  • 1 Dzulhijjah: 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): 25 Mei 2026
  • 9 Dzulhijjah (Arafah): 26 Mei 2026

Memanfaatkan Hari Terbaik

Puasa Dzulhijjah tidak harus dilakukan sembilan hari penuh agar tetap sah dan bernilai ibadah. Seseorang tetap diperbolehkan berpuasa hanya satu hari sesuai kemampuan.

Karena hukumnya sunnah, Islam memberikan kemudahan kepada umatnya untuk menyesuaikan pelaksanaan puasa dengan kondisi masing-masing.

Namun jika mampu menjalankannya lebih banyak, tentu pahala dan keutamaannya juga semakin besar.

Di antara seluruh puasa awal Dzulhijjah, puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah menjadi yang paling dianjurkan karena memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa.

Pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya seberapa banyak hari berpuasa, tetapi kesungguhan hati dalam memanfaatkan hari-hari terbaik di bulan Dzulhijjah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar