Editor
KOMPAS.com - Keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kloter 27 asal Kota Bogor diwarnai penampilan unik salah satu pendamping haji.
Sosok bernama Afifi Zaini Abdullah Albrend mencuri perhatian karena mengenakan busana dan topi dengan desain tak biasa.
Penampilannya berbeda dari jemaah lain yang mengenakan seragam batik resmi.
Baca juga: Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna
Gaya nyentrik tersebut ternyata memiliki fungsi khusus untuk membantu Jemaah mengenalinya dengan mudah selama ibadah haji.
Afifi calon Jemaah haji (CJH) Kloter 27 asal Kedung Badak, Kota Bogor, berangkat ke Tanah Suci Makkah bersama rombongan Jemaah lainnya.
Baca juga: Saudi Hadirkan Terjemahan 10 Bahasa untuk Jamaah Haji 2026 di Dua Masjid Suci
Namun, penampilannya terlihat berbeda dibandingkan CJH lain dalam kloter yang sama.
Meski tetap mengenakan warna seragam resmi berupa batik biru kombinasi ungu, Afifi memodifikasi busananya menjadi menyerupai gamis. Pakaian tersebut dijahit sendiri dengan desain khusus.
“Saya bikin sendiri dan saya juga punya penjahit sendiri,” kata Afif kepada TribunnewsBogor.com di Masjid Raya Bogor, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya busananya yang mencolok, Afifi juga mengenakan topi berukuran besar dengan bagian tengah menggembung dan mengerucut menyerupai kubah masjid.
Belakangan diketahui, Afifi bukan sekadar Jemaah biasa. Ia merupakan pendamping haji yang membawa rombongan Jemaah dari KBIHU Sabirul Hidayah Kota Bogor.
“Jadi KBIHU Sabirul Hidayah Kota Bogor ini alhamdulillah tiap tahun memberangkatkan haji paling banyak. Saya bawa 150 sekarang,” ujarnya.
Menurut Afifi, penampilan unik yang dikenakannya bukan untuk mencari perhatian. Ia sengaja membuat ciri khas tersebut agar Jemaah yang didampinginya lebih mudah mengenalinya di tengah keramaian.
“Jadi untuk mempermudah. Jemaah tinggal lihat topi saya saja,” ujarnya.
Sebelum menggunakan pakaian dan topi nyentrik itu, Jemaah yang dibawanya kerap kesulitan mencari dirinya saat berada jauh dari rombongan.
“Jadi Jemaah harus teriak-teriak. Nah ketika begini (pakaian nyentrik) Jemaah tinggal nyamperin saya saja,” ucapnya.
Sementara itu, sebanyak 328 calon Jemaah haji Kloter 27 asal Kota Bogor mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah.
Pemberangkatan dilakukan dari Masjid Raya Bogor dan dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, pada Selasa (19/5/2026).
Dalam prosesi pelepasan, Jenal Mutaqin sempat mendorong seorang CJH kategori lanjut usia (lansia) yang duduk di kursi roda. Jemaah lansia tersebut tampak terus berlinang air mata saat keluar dari Masjid Raya menuju bus pemberangkatan.
Rombongan CJH selanjutnya diberangkatkan menuju Embarkasi Bekasi sebelum terbang ke Tanah Suci.
“Belum tentu saya mendapat panggilan istimewa seperti bapa ibu sekalian. Semoga kita yang hadir dijadikan hamba yang senantiasa bersyukur,” kaya Jenal Mutaqin di hadapan CJH.
Berdasarkan data, jumlah Jemaah haji asal Kota Bogor pada 2026 mencapai 787 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 10 dan Kloter 27 Jawa Barat.
Kloter 10 telah diberangkatkan pada 2 Mei 2026.
Sementara Kloter 27 terdiri dari 328 Jemaah dengan rincian 150 laki-laki dan 178 perempuan, termasuk Jemaah lanjut usia (lansia).
Bersama petugas dan pendamping haji, total rombongan yang diberangkatkan mencapai 346 orang.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul "CJH Asal Kedung Badak Bogor Jadi Sorotan, Pakaiannya Nyentrik, Topi Gelembungnya Jadi Ciri Khas".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang