Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KH Marsudi Dorong Pesantren Ciptakan Legacy untuk Generasi Penerus

Kompas.com, 20 Mei 2026, 16:19 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren KH Marsudi Syuhud meminta seluruh pengurus koperasi pesantren meninggalkan legacy atau warisan produktif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Marsudi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Expo Inkopontren 2026 yang digelar di Gedung SME Tower–SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Kiai Marsudi menekankan bahwa organisasi tidak boleh berjalan tanpa arah dan capaian yang jelas.

Menurutnya, setiap kepengurusan harus mampu menghadirkan perubahan nyata dan program yang berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi pesantren.

“Mari bersama-sama membawa legacy, peninggalan untuk penerus kita nanti. Selama kita hidup, ayo kita niati punya peninggalan,” ujar Kiai Marsudi.

Baca juga: Pesantren Didorong Cetak Wirausaha Baru, Kemenaker Siapkan Modal Rp 15 Juta

Rakernas Inkopontren 2026 mengangkat tema “Modernisasi Koperasi Pondok Pesantren untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat.”

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi koperasi pesantren dari berbagai daerah untuk memperkuat ekonomi umat melalui pengembangan usaha, koperasi, dan pemberdayaan santri.

Kiai Marsudi mengatakan program-program yang disusun dalam Rakernas tidak perlu terlalu banyak, namun harus bersifat monumental dan mampu berjalan dalam jangka panjang.

Menurutnya, program yang baik bukan hanya terlihat besar di atas kertas, tetapi benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesantren.

“Program itu tidak perlu terlalu banyak, tapi harus monumental dan terus berjalan,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI itu juga menegaskan pentingnya transformasi mental di lingkungan pesantren agar santri, ustadz, dan kiai memiliki semangat membangun kemandirian ekonomi.

Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi nasional mengingat jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai sekitar 42 ribu.

“Kita ingin lulusan pondok pesantren menjadi penggiat ekonomi. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki jumlah entrepreneur atau pengusaha yang besar,” tuturnya.

Baca juga: 61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Menurut Kiai Marsudi, pesantren tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan semata, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Inkopontren terus mendorong penguatan koperasi pesantren melalui modernisasi tata kelola organisasi, pengembangan unit usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia santri.

Ia juga mengingatkan agar insan pesantren tidak hanya berorientasi menjadi penerima bantuan sosial, tetapi mampu menjadi pihak yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

“Jangan sampai hanya menjadi penerima zakat atau sekadar mencari sedekah. Mestinya kita ini yang menjadi pembayar zakat, infak, sedekah, bahkan pembayar pajak yang besar,” tegasnya.

Kiai Marsudi menjelaskan bahwa semangat kewirausahaan sebenarnya telah lama menjadi bagian dari tradisi pesantren.

Menurut dia, banyak pembahasan dalam kitab turats atau kitab kuning yang berkaitan dengan muamalah dan tata kelola ekonomi umat.

Baca juga: Inkopontren Gelar Rakernas 2026, Bahas Modernisasi Ekonomi Pesantren

Karena itu, modernisasi koperasi pesantren dinilai menjadi langkah penting agar pesantren mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi nasional maupun global.

Rakernas dan Expo Inkopontren 2026 turut dihadiri Mustasyar PBNU dan Muassis Inkopontren KH Manarul Hidayat, Wakil Ketua Umum Inkopontren KH Suharisto, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Bambang Haryadi, serta sejumlah tokoh nasional dan pelaku UMKM.

Melalui Rakernas tersebut, Inkopontren berharap koperasi pesantren dapat berkembang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi salah satu pilar ekonomi umat di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar