Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Huawei Gelar CSR Kurban 2026, Dorong Sinergi Teknologi dan Kepedulian Sosial

Kompas.com, 21 Mei 2026, 15:44 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Huawei menggelar seremoni simbolis program CSR bertajuk “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” di Masjid Istiqlal, Jakarta Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Huawei di Indonesia melalui penyaluran 15 sapi dan 60 kambing untuk 15 masjid di 10 kota di Indonesia.

Program tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pelaku industri digital, akademisi, hingga mahasiswa dan pelajar.

Selain seremoni kurban, acara juga diawali dengan diskusi bertema “Innovate in the Era of All Intelligence” yang membahas perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, transformasi digital, hingga industri data center nasional.

Baca juga: Tidak Hanya Kurban, Ini 7 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai program kurban yang diinisiasi Huawei bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi titik temu antara nilai spiritual, tanggung jawab sosial, dan visi teknologi masa depan.

Menurut dia, kemajuan teknologi seharusnya tetap berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Hal itu, kata dia, tercermin dari kontribusi Huawei yang tidak hanya berinvestasi di sektor teknologi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

“Kontribusi nyata melalui donasi hewan kurban untuk masjid di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa kemajuan teknologi tidak harus mencabut korporasi dari nilai kemanusiaan dan keagamaan,” ujar Nasaruddin.

Baca juga: Menag Ajak Hidupkan Spirit KH Wahab Hasbullah untuk Perkuat Moderasi dan Kebangsaan

Di samping itu, ia juga menyoroti makna sosial dari ibadah kurban yang dinilai berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Ia menyebut Idul Adha sebagai bentuk bantuan sosial berbasis protein, sedangkan Idul Fitri melalui zakat fitrah menjadi bantuan sosial berbasis karbohidrat.

“Kolaborasi antara karbohidrat dan protein diharapkan mampu melahirkan manusia-manusia bermutu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan semangat kurban relevan dengan tantangan era AI yang membutuhkan kolaborasi dan solidaritas lintas sektor.

Ia mengapresiasi langkah Huawei yang dinilai menghadirkan kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurut Nezar, transformasi digital tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu memberdayakan masyarakat secara inklusif.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data APJII 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang.

Namun, hampir 20 persen populasi, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok, masih belum memiliki akses internet.

“Ini adalah kesenjangan yang harus kita atasi melalui strategi yang jelas, solidaritas yang kuat, dan komitmen nyata,” ujarnya.

Baca juga: Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Di sisi lain, pembahasan mengenai transformasi digital juga disoroti Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Abdul Rouf.

Ia mengatakan Kementerian Agama tengah mempercepat digitalisasi tata kelola dan integrasi data di internal kementerian.

Menurut dia, perkembangan AI harus dibarengi dengan penguatan etika, regulasi, dan perlindungan data pribadi agar teknologi tidak disalahgunakan.

“Inovasi AI harus fokus tidak hanya pada efisiensi, tetapi juga etika, inklusivitas, dan kepercayaan,” kata Abdul Rouf.

Hal senada juga disampaikan Director of ICT Strategy & Business Huawei Indonesia Mohamad Rosidi yang menilai Indonesia kini berada dalam fase digital economy yang ditopang revolusi energi dan revolusi informasi berbasis AI.

Ia menjelaskan pemanfaatan AI akan terus meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi. Karena itu, pengembangan talenta digital, data center, dan keamanan siber menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem AI nasional.

“AI plus industri, AI plus edukasi, AI plus kesehatan, hingga AI plus transportasi akan menjadi arah transformasi berikutnya,” tuturnya.

Baca juga: Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar

Pembahasan mengenai infrastruktur digital kemudian diperkuat Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization Hendra Suryakusuma.

Ia mengatakan pertumbuhan transformasi digital telah mendorong perkembangan industri data center nasional secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, kapasitas data center Indonesia yang pada 2015 hanya sekitar 32 megawatt kini meningkat menjadi sekitar 649 megawatt secara nasional. Peningkatan tersebut salah satunya dipicu oleh kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang.

“AI menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan data center karena kebutuhan komputasi dan penyimpanan data yang semakin besar,” kata Hendra.

Selain soal infrastruktur, isu keamanan data juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK Media dan Transportasi Badan Siber dan Sandi Negara Taufik Arianto mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah masifnya penggunaan AI.

Ia menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengunggah data pribadi ke platform AI karena berpotensi dimanfaatkan pihak lain.

Menurut dia, keamanan digital saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan server, tetapi juga pada keamanan algoritma dan tata kelola data.

“Melindungi ruang digital saat ini bukan lagi sekadar pengamanan server, tetapi juga memastikan algoritma yang digunakan mengedepankan kepentingan terbaik bangsa,” ujarnya.

Adapun Chairman of the Board Huawei Indonesia, Xin Dajiang. mengatakan tema “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi nilai dasar masyarakat Indonesia.

Ia menilai AI, konektivitas gigabit, energi hijau, dan kekuatan komputasi akan menjadi fondasi baru bagi produktivitas, pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan publik di masa depan.

Karena itu, Huawei menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah, universitas, mitra industri, dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital nasional.

“Huawei tetap berkomitmen bekerja bersama pemerintah, universitas, mitra industri, dan masyarakat untuk mendukung transformasi digital Indonesia,” kata Xin Dajiang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar