Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Ingatkan KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna

Kompas.com, 22 Mei 2026, 19:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat persiapan layanan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Berbagai aspek layanan diperketat untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah penataan penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina secara terpusat oleh pemerintah.

Baca juga: Jemaah Haji Kini Bisa Akses Air Dingin di 2.400 Titik Armuzna 2026

Kemenhaj juga melarang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memasang identitas atau penanda apa pun di tenda-tenda Armuzna.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan, pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina telah dilakukan pemerintah sebagai bagian dari persiapan operasional fase puncak haji.

Baca juga: Daftar Barang Wajib Saat Armuzna, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah

Karena itu, seluruh KBIHU diminta tidak memasang identitas di area tenda jemaah.

"Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya," katanya dalam konferensi pers di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).

Persiapan Layanan Armuzna Dimatangkan

Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, hingga seluruh unsur layanan terus dilakukan agar pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.

Layanan yang diperkuat meliputi penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.

"Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," kata Ichsan.

Menurut Ichsan, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan keselamatan jemaah.

Jemaah Diminta Hemat Tenaga untuk Armuzna

Menjelang puncak ibadah haji, jemaah juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat atau bepergian jauh agar kondisi fisik tetap terjaga.

Ichsan meminta jemaah mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna dengan menjaga pola hidup sehat.

"Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor," katanya.

Ribuan Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Adapun jumlah jemaah yang telah berada di Makkah mencapai 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.

Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Jemaah dan Petugas Diminta Saling Peduli

Ichsan turut mengajak jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Menurutnya, perhatian bersama sangat penting untuk mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan selama pelaksanaan ibadah haji.

"Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian."

"Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya," ujar Ichsan.

Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kemenhaj: KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar