Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius

Kompas.com, 24 Mei 2026, 18:22 WIB
Khairina

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Otoritas Arab Saudi memperkuat langkah perlindungan panas dan layanan kesehatan bagi jemaah menjelang pelaksanaan haji 2026.

Kebijakan ini dilakukan seiring prakiraan suhu di Makkah dan kawasan suci sekitarnya yang dapat mencapai 47 derajat Celsius.

Dilansir dari Arab News, Pemerintah Arab Saudi mengimbau jemaah menggunakan payung secara rutin untuk mencegah kelelahan akibat panas, sengatan panas, dan dehidrasi.

Langkah antisipasi tersebut menjadi penting karena jutaan jemaah akan bergerak di sejumlah titik utama ibadah haji, termasuk Makkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Baca juga: Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat

Jemaah diimbau gunakan payung

Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jemaah menggunakan payung saat berpindah di antara kawasan suci.

Payung dinilai tidak hanya melindungi jemaah dari paparan langsung sinar matahari, tetapi juga dapat membantu menurunkan suhu di sekitar tubuh.

Pejabat kesehatan menyebut, penggunaan payung dapat menurunkan suhu lingkungan di sekitar jemaah hingga 10 derajat Celsius.

Penggunaan payung juga dapat mengurangi beban fisik jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca

Suhu Makkah diprediksi 47 derajat Celsius

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan cuaca siang hari di jalur Madinah, Makkah, dan kawasan suci akan stabil, tetapi sangat panas.

Pergerakan besar jemaah tengah berlangsung menjelang dimulainya rangkaian ibadah haji pada 25 Mei 2026.

Suhu di Makkah diperkirakan mencapai 47 derajat Celsius, sedangkan suhu di Madinah diprediksi mencapai 44 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan diperkirakan mencapai 40 persen, dengan potensi angin yang dapat menerbangkan debu di area terbuka.

Otoritas cuaca juga mengimbau jemaah dan pelaku perjalanan untuk memeriksa kendaraan sebelum bepergian.

Jemaah diminta mengikuti panduan keselamatan dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

1,6 juta jemaah diperkirakan berkumpul di Makkah

Sedikitnya 1,6 juta jemaah diperkirakan berkumpul di Makkah pada musim haji tahun ini.

Jumlah tersebut membuat mitigasi panas, kesiapan layanan medis, dan keselamatan publik menjadi perhatian utama otoritas Arab Saudi.

Haji merupakan salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia.

Dengan kondisi cuaca ekstrem, jemaah perlu lebih disiplin menjaga kesehatan, mengurangi paparan panas, dan mengikuti arahan petugas.

Klinik kesehatan disiapkan di akomodasi jemaah

Secara terpisah, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi menyatakan telah menyiapkan akomodasi dan layanan kesehatan bagi 2.500 jemaah dari 104 negara.

Mereka merupakan peserta Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan kunjungan.

Akomodasi di Makkah dan kawasan suci telah dilengkapi dengan klinik medis.

Klinik tersebut memiliki peralatan diagnosis canggih dan perlengkapan darurat.

Layanan kesehatan itu dioperasikan oleh tenaga medis profesional dan dibuka sepanjang waktu.

Fasilitas tersebut disiapkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

Baca juga: Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah

Kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem

Arab Saudi terus memperluas upaya pengelolaan panas, respons darurat, dan kesiapan medis dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini dilakukan karena suhu ekstrem pada musim panas semakin sering bertepatan dengan musim haji.

Bagi jemaah, kesiapan fisik menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas.

Jemaah dianjurkan menggunakan payung, minum air yang cukup, menghindari aktivitas berlebihan, dan segera meminta bantuan medis jika merasakan gejala lemas, pusing, mual, atau kebingungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar