KOMPAS.com - Dubai kembali menghadirkan inovasi baru di sektor pariwisata pantai. Kali ini, kota metropolitan di Uni Emirat Arab tersebut resmi membuka pantai privat khusus perempuan yang beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti.
Pantai bernama Al Mamzar Beach itu langsung menarik perhatian publik internasional karena menawarkan konsep berbeda dibanding pantai umum pada umumnya.
Tidak hanya mengusung privasi lebih tinggi bagi perempuan, kawasan ini juga dilengkapi teknologi keamanan modern, staf khusus perempuan, hingga aturan ketat larangan fotografi.
Berlokasi di kawasan timur laut Dubai yang berbatasan langsung dengan Sharjah, Al Mamzar Beach menjadi bagian dari proyek besar pengembangan kawasan pesisir Dubai senilai 3 miliar dirham Uni Emirat Arab atau sekitar Rp13 triliun.
Dilansir dari Gulf News dan The Independent, proyek tersebut masuk dalam masterplan pengembangan pantai publik dan infrastruktur wisata pesisir yang tengah digencarkan pemerintah Dubai dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Dubai sebenarnya bukan wilayah pertama di Timur Tengah yang memiliki area pantai khusus perempuan.
Namun konsep Al Mamzar dianggap berbeda karena menghadirkan akses penuh selama 24 jam nonstop.
Jika sebelumnya beberapa pantai di Uni Emirat Arab hanya menyediakan “women’s day” atau hari tertentu khusus perempuan, kini wisatawan wanita dapat menikmati pantai kapan saja, termasuk pada malam hari.
Area pantai seluas sekitar 125.000 meter persegi itu dioperasikan sepenuhnya oleh staf perempuan, mulai dari petugas keamanan, penjaga pantai, hingga layanan pengunjung.
Sistem privasi juga dibuat sangat ketat. Pengelola memasang pagar pembatas khusus di sejumlah area pantai untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
Aktivitas fotografi dan pengambilan video pun dibatasi secara ketat demi melindungi privasi para wisatawan perempuan.
Bagi sebagian wisatawan Muslimah, konsep ini dinilai memberi rasa nyaman lebih saat berlibur.
Dalam Islam sendiri, menjaga kehormatan, privasi, dan rasa aman perempuan termasuk nilai yang sangat diperhatikan.
Dalam buku Fiqih Wanita karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa Islam memberi ruang bagi perempuan untuk beraktivitas dan menikmati kehidupan sosial selama tetap menjaga adab, keamanan, dan kehormatan diri.
Baca juga: Imam Pertama Perempuan, Kisah Ummu Waraqah Syahidah di Madinah
Salah satu hal paling menarik dari Al Mamzar Beach adalah fasilitas keamanan untuk aktivitas malam hari.
Pengelola menghadirkan sistem pencahayaan pantai berteknologi tinggi serta menara pengawas modern agar perempuan tetap merasa aman saat berenang hingga larut malam.
Konsep ini cukup unik karena sebagian besar pantai di dunia umumnya memiliki pembatasan aktivitas malam akibat faktor keamanan.
CEO Public Facilities Agency di Dubai Municipality, Badr Anwahi, mengatakan proyek ini menjadi salah satu pengembangan strategis Dubai untuk meningkatkan kualitas infrastruktur wisata pesisir.
Menurutnya, kawasan tersebut dirancang bukan hanya sebagai tempat rekreasi biasa, tetapi sebagai destinasi tepi laut modern yang aktif sepanjang hari.
Selain fasilitas keamanan, kawasan ini juga memiliki area bermain anak, ruang santai keluarga, hingga fasilitas pendukung gaya hidup pantai modern.
Meski khusus perempuan, anak laki-laki di bawah usia enam tahun masih diperbolehkan masuk bersama orangtuanya.
Baca juga: Taman Air Arab Saudi Buka Hari Khusus Perempuan, Baju Renang Jadi Sorotan
Fenomena pantai khusus perempuan sebenarnya terus berkembang di berbagai negara, terutama di kawasan dengan budaya yang cukup menjunjung nilai privasi dan kenyamanan perempuan.
Di Mesir misalnya, terdapat La Femme Beach yang cukup populer di kawasan Laut Mediterania. Pantai tersebut menghadirkan area privat bagi perempuan dengan berbagai aktivitas seperti yoga hingga olahraga santai.
Sementara di Turki, terdapat Sarisu Ladies Beach di Antalya yang menawarkan konsep pantai tertutup lengkap dengan spa, restoran, dan taman bermain keluarga.
Bahkan di sejumlah negara Eropa, tren wisata berbasis privasi dan wellness juga terus meningkat karena wisatawan modern mulai mencari pengalaman liburan yang lebih nyaman dan personal.
Dalam buku The Managed Heart karya Arlie Russell Hochschild dijelaskan bahwa ruang publik modern kini semakin memperhatikan aspek kenyamanan emosional dan rasa aman pengunjung.
Dubai tampaknya mencoba menggabungkan konsep wisata modern dengan kebutuhan tersebut.
Pembukaan Al Mamzar Beach menandai bagaimana Dubai terus berusaha menciptakan pengalaman wisata yang berbeda dari kota lain.
Jika sebelumnya kota ini dikenal lewat gedung pencakar langit, pusat belanja mewah, dan pulau buatan, kini Dubai mencoba menghadirkan konsep wisata pantai yang lebih privat dan ramah perempuan.
Di tengah meningkatnya tren wisata halal dan family tourism global, konsep seperti ini diperkirakan akan semakin diminati wisatawan Muslim dari berbagai negara.
Apalagi banyak wisatawan kini tidak hanya mencari tempat indah untuk berlibur, tetapi juga lingkungan yang nyaman, aman, dan sesuai dengan nilai hidup yang mereka yakini.
Dengan kombinasi teknologi modern, fasilitas premium, dan konsep privasi tinggi, Al Mamzar Beach diprediksi akan menjadi salah satu destinasi wisata paling menarik di Dubai dalam beberapa tahun mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang