Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 kembali menggelar program safari wukuf bagi jamaah haji lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Program ini menjadi solusi agar jamaah yang mengalami keterbatasan fisik tetap dapat menjalankan wukuf di Arafah sebagai rukun utama ibadah haji.
Dalam pelaksanaannya, jamaah akan diantar menggunakan ambulans dan bus menuju Padang Arafah selama waktu wukuf berlangsung.
Baca juga: Matahari Tepat di Atas Kabah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
PPIH juga menyiapkan layanan kesehatan, pendampingan ibadah, hingga hotel transit khusus untuk mendukung kenyamanan jamaah safari wukuf.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengatakan program safari wukuf tahun ini diikuti 267 jamaah dan didampingi 150 petugas.
"Jemaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju ke Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi," kata Maria dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Safari wukuf merupakan bentuk keringanan bagi jamaah haji yang mengalami udzur tertentu sehingga tetap dapat melaksanakan wukuf meski dalam kondisi terbatas.
Dalam program tersebut, jamaah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akan diantar menuju Padang Arafah menggunakan ambulans selama waktu wukuf berlangsung.
Setelah menjalani wukuf, jamaah akan dibawa kembali ke hotel transit di Makkah sebelum kembali bergabung dengan kloter masing-masing pada 13 Zulhijah 1447 Hijriah atau Sabtu, 30 Mei 2026.
Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, menjelaskan jamaah safari wukuf mulai dijemput dari hotel masing-masing oleh petugas sejak Sabtu (23/5/2026).
Para jamaah kemudian dikumpulkan di hotel transit, yakni Hotel Durat Al Mashaeir 2.
"Di hotel transit, para jemaah beristirahat selama dua malam sebelum akhirnya diberangkatkan ke Arafah," kata Suviyanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).
Selama berada di hotel transit, jamaah mendapatkan layanan biologis, psikologis, sosial, kesehatan, hingga bimbingan ibadah.
Pada Selasa, 26 Mei 2026, jamaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju Arafah menggunakan 18 bus.
"Jemaah diberikan kesempatan untuk beribadah, berdoa, shalat, dan segala macam. Setelah beberapa saat, jemaah haji dan petugas yang mendampingi akan kembali ke hotel transit," ujarnya.
Selesai menjalani safari wukuf, petugas haji juga akan membantu pelaksanaan badal lontar jumrah bagi jamaah yang membutuhkan.
Suviyanto menjelaskan program safari wukuf diperuntukkan bagi jamaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta jamaah lansia yang membutuhkan layanan tambahan.
"Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Puncak Ibadah Haji, 267 Jemaah Lansia Ikuti Safari Wukuf”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang