Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf

Kompas.com, 26 Mei 2026, 21:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah mulai dijalani jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Seluruh jemaah haji telah diberangkatkan menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

Di tengah persiapan wukuf tersebut, kabar duka datang dari jemaah haji asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji

Seorang jemaah lanjut usia dilaporkan meninggal dunia saat berada di Arafah sebelum pelaksanaan wukuf dimulai.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Sukirno (75), warga Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Almarhum tergabung dalam Kloter SOC 17 dan wafat di Arafah, Mekkah, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 05.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Baca juga: PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah

Kemenhaj Batang Benarkan Jemaah Wafat di Arafah

Informasi wafatnya Sukirno dibenarkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang, Siti Mahmudah.

Ia mengatakan, kabar meninggalnya Sukirno diterima dari petugas kloter yang mendampingi jemaah di Tanah Suci.

Menurut informasi sementara yang diterimanya, almarhum sempat pergi ke toilet seorang diri saat berada di Padang Arafah menjelang pelaksanaan wukuf.

Namun, setelah cukup lama tidak kembali, sang istri kemudian menyusul untuk mencari keberadaannya.

“Informasi dari ketua kloter, beliau awalnya ke toilet sendirian. Setelah ditunggu cukup lama tidak kembali, kemudian dicari dan saat pintu toilet dibuka, posisinya sudah jatuh dan meninggal dunia,” kata Siti Mahmudah kepada Tribunjateng, Selasa (26/5/2026).

Jemaah Diduga Meninggal Mendadak Saat Persiapan Wukuf

Siti Mahmudah menjelaskan, sebelum kejadian tersebut almarhum tidak dalam kondisi menjalani perawatan maupun dirawat di klinik kesehatan.

Karena itu, pihaknya menduga kondisi tersebut terjadi secara mendadak saat almarhum berada di Arafah.

“Beliau tidak sedang dirawat atau sakit. Kemungkinan terjadi secara mendadak, mungkin karena faktor kelelahan atau riwayat tekanan darah tinggi, namun itu masih sebatas dugaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah saat itu sudah berada di Arafah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji, yakni wukuf.

Namun, almarhum meninggal dunia sebelum pelaksanaan khutbah dan wukuf yang biasanya berlangsung setelah shalat Dhuhur waktu setempat.

“Posisinya sudah berada di Arafah untuk persiapan wukuf, tetapi beliau meninggal sebelum puncak pelaksanaan wukuf dimulai,” ungkapnya.

Proses Pemakaman Menunggu Informasi dari Arab Saudi

Terkait proses pemakaman, pihak Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang masih menunggu informasi resmi dari petugas di Arab Saudi.

Namun, umumnya jemaah haji yang meninggal dunia di Mekkah akan dimakamkan di pemakaman Ma’la.

Pemerintah Kabupaten Batang bersama keluarga besar jemaah haji turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sukirno.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah dan memiliki semangat tinggi untuk menunaikan rukun Islam kelima meski di usia lanjut.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Kabar Duka, Sukirno Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar