Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBNU: Idul Adha Jadi Momentum Memperkuat Ketaatan dan Semangat Pengorbanan

Kompas.com, 27 Mei 2026, 11:33 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk memperdalam makna ketaatan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai kurban dinilai tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan, tetapi juga menyangkut keikhlasan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada sesama.

Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah shalat Idul Adha di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (25/5/2026).

Baca juga: Idul Adha 2026, Menag Ajak Masyarakat Terapkan Ekoteologi dan Jaga Kelestarian Alam

PBNU juga mengingatkan pentingnya semangat berkorban dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan publik.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.H. Mahbub Maafi mengatakan Idul Adha merupakan momentum untuk meresapi kembali nilai ketaatan dan pengorbanan.

Baca juga: Gus Ipul Ajak Masyarakat Biasakan Tabayun dan Saring Informasi Sebelum Sharing

Menurutnya, makna kurban berangkat dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketabahan serta keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ibadah Kurban Bukan Sekadar Menyembelih Hewan

Kiai Mahbub menjelaskan ibadah kurban pada hakikatnya bukan hanya ritual penyembelihan hewan secara fisik, tetapi juga bentuk penyerahan diri dan ujian ketaatan seorang hamba kepada Tuhan.

“Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan korban itu tidak sampai kepada Allah Swt., yang sampai adalah ketaatan dari kita,” katanya.

Ia menambahkan nilai filosofis kurban perlu diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari, terutama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, semangat pengorbanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti membantu orang yang kesulitan maupun menyisihkan harta untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan,” imbuhnya.

PBNU Ingatkan Tanggung Jawab Pejabat sebagai Pelayan Publik

Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat umum, Kiai Mahbub juga menyoroti tanggung jawab para pejabat dan tokoh publik yang memilih mengabdikan diri untuk melayani umat.

Menurutnya, pengorbanan seorang pelayan publik tidak hanya berbentuk materi dan tenaga, tetapi juga kesiapan menerima kritik dari masyarakat.

“Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela,” kata Mahbub mengutip pernyataan cendekiawan Islam asal Andalusia, Ibnu Hazm.

Mahbub juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Hari Raya Idul Adha sebagai sarana mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas amal ibadah.

Ia berharap nilai pengorbanan dan kepedulian sosial yang terkandung dalam Idul Adha dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Gorontalo Bersiap Lempar Jumrah di Mina Usai Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Gorontalo Bersiap Lempar Jumrah di Mina Usai Wukuf di Arafah
Aktual
Jusuf Kalla Harap Idul Adha Jadi Momentum Dunia Bersatu Rehabilitasi Gaza
Jusuf Kalla Harap Idul Adha Jadi Momentum Dunia Bersatu Rehabilitasi Gaza
Aktual
PP Muhammadiyah: Ibadah Kurban Perkuat Solidaritas dan Kerekatan Sosial Masyarakat
PP Muhammadiyah: Ibadah Kurban Perkuat Solidaritas dan Kerekatan Sosial Masyarakat
Aktual
Seruan Menlu RI di DK PBB Tegaskan Hukum Internasional Harus Ditegakkan untuk Palestina
Seruan Menlu RI di DK PBB Tegaskan Hukum Internasional Harus Ditegakkan untuk Palestina
Aktual
PBNU: Idul Adha Jadi Momentum Memperkuat Ketaatan dan Semangat Pengorbanan
PBNU: Idul Adha Jadi Momentum Memperkuat Ketaatan dan Semangat Pengorbanan
Aktual
Buku Saku Haji 2026 Gratis, Berisi Doa Lengkap dari Berangkat hingga Tawaf Wada
Buku Saku Haji 2026 Gratis, Berisi Doa Lengkap dari Berangkat hingga Tawaf Wada
Aktual
7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
7 Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
Aktual
Perkumpulan Juleha: Pisau Tumpul Saat Kurban, Daging Tidak Otomatis Haram
Perkumpulan Juleha: Pisau Tumpul Saat Kurban, Daging Tidak Otomatis Haram
Aktual
 Idul Adha 2026, Menag Ajak Masyarakat Terapkan Ekoteologi dan Jaga Kelestarian Alam
Idul Adha 2026, Menag Ajak Masyarakat Terapkan Ekoteologi dan Jaga Kelestarian Alam
Aktual
Gus Ipul Ajak Masyarakat Biasakan Tabayun dan Saring Informasi Sebelum Sharing
Gus Ipul Ajak Masyarakat Biasakan Tabayun dan Saring Informasi Sebelum Sharing
Aktual
Cara Menikmati Daging Kurban Idul Adha Tanpa Khawatir Kolesterol
Cara Menikmati Daging Kurban Idul Adha Tanpa Khawatir Kolesterol
Aktual
Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Jemaah, Arab Saudi Perkuat Digitalisasi dan Layanan Pintar
Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Jemaah, Arab Saudi Perkuat Digitalisasi dan Layanan Pintar
Aktual
Kumpulan Bacaan Doa Saat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Bacaan Doa Saat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
7 Amalan Sunnah Idul Adha yang Sering Terlewat, Padahal Pahalanya Besar
7 Amalan Sunnah Idul Adha yang Sering Terlewat, Padahal Pahalanya Besar
Aktual
7 Tradisi Idul Adha di Indonesia, dari Grebeg Besar hingga Meugang
7 Tradisi Idul Adha di Indonesia, dari Grebeg Besar hingga Meugang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com