Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baznas Kelola 1.240 Kambing Dam Haji, Dagingnya untuk Mustahik

Kompas.com, 30 Mei 2026, 12:44 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 1.240 ekor kambing dam jemaah haji 2026 untuk memenuhi kebutuhan gizi mustahik di berbagai provinsi.

Program dam haji tersebut juga diarahkan untuk memberdayakan peternak lokal di Indonesia.

Penyaluran dimulai secara simbolis melalui seremonial Program Dam Haji 2026 di Balai Ternak Baznas Desa Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Baznas mengoptimalkan pasokan dari 43 Balai Ternak Baznas di tujuh provinsi, termasuk pemotongan 50 ekor domba hasil budi daya peternak binaan setempat.

Baca juga: Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina

Dam haji disebut amanah dari jemaah

Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, hewan dam yang disalurkan bukan sekadar komoditas pangan.

Menurut dia, hewan dam tersebut merupakan amanah dari jemaah haji yang harus dikelola dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

"Hewan dam yang hari ini diserahkan, bukan sekadar komoditas pangan biasa, melainkan sebuah amanah yang sangat besar, yang sangat mulia, titipan dari jamaah haji kita," kata Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) dikutip dari Antara.

Zainut menjelaskan, program dam haji merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2024.

Program ini bertujuan memfasilitasi jemaah haji yang membayar denda haji di tanah air agar dana dam dapat memberi dampak sosial lebih luas.

Baca juga: Perbedaan Fatwa Lokasi Dam Haji, Musyrif Diny: Pilih yang Sesuai Keyakinan

Daging dam disalurkan kepada mustahik

Zainut mengatakan, penyaluran daging dam dilakukan untuk menyediakan daging bagi mustahik di berbagai daerah.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Baznas dalam mendukung pemberdayaan peternak rakyat.

Menurut Zainut, Baznas memastikan dam yang dititipkan jemaah haji disalurkan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

"Baznas pada posisi memfasilitasi bagi para hujaj (jamaah haji) yang menitipkan damnya kepada kami, dan kami pastikan bahwa dam itu kami akan salurkan kepada mustahik, orang-orang yang betul-betul membutuhkan," ujarnya.

Perkuat program Balai Ternak Baznas

Penyaluran dam haji juga memperkuat kontribusi program Balai Ternak Baznas.

Saat ini, Balai Ternak Baznas telah mencapai 103 titik di 15 provinsi.

Melalui program tersebut, Baznas memberikan bantuan modal, sarana produksi, hingga pendampingan usaha kepada peternak mustahik.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperluas manfaat sosial dari pelaksanaan dam haji.

Baca juga: Saudi Perketat Dam Haji, Jemaah RI Mulai Beralih Bayar di Tanah Air

Pemotongan dam di dalam negeri sudah dirintis sejak 2025

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad mengatakan, pemotongan dam di dalam negeri telah dirintis sejak 2025.

Menurut Abu Rokhmad, langkah tersebut menjadi strategi pemerintah agar kontribusi jemaah haji dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat di tanah air.

Ia menyebut, 1.240 hewan dam yang disalurkan merupakan bagian yang dikelola secara khusus oleh Baznas.

Sebagian jemaah haji lainnya menitipkan dam melalui lembaga keagamaan lain.

"Ini salah satu inisiatif dari Kementerian Haji dan Umrah yang sekarang melaksanakan haji, dan kita patut menghargai upaya ini dalam rangka memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi, ini kembali ke tanah air dalam bentuk ternak yang dagingnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," ucap Abu Rokhmad.

Dam haji diharapkan berdampak bagi masyarakat

Program dam haji di dalam negeri diharapkan dapat memperluas manfaat ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.

Selain membantu mustahik memperoleh asupan protein, program ini juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi peternak lokal.

Dengan dukungan Balai Ternak Baznas, pengelolaan dam haji tidak hanya berorientasi pada penyaluran daging, tetapi juga penguatan usaha peternakan rakyat.

Baznas memastikan program ini dijalankan untuk menjaga amanah jemaah haji sekaligus memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar